Oct 14, 2026
Olahraga

Donnarumma Tembok Baja, Man City Tahan Liverpool di Anfield

Skor akhir 0-0. Anfield yang biasanya bergemuruh harus puas menyaksikan kiper Manchester City, Gianluigi Donnarumma, tampil sebagai aktor utama dalam laga Liga Inggris 2026/2027, Minggu (11/10/2026). ...

Donnarumma Tembok Baja, Man City Tahan Liverpool di Anfield

Skor akhir 0-0. Anfield yang biasanya bergemuruh harus puas menyaksikan kiper Manchester City, Gianluigi Donnarumma, tampil sebagai aktor utama dalam laga Liga Inggris 2026/2027, Minggu (11/10/2026). Tidak ada gol tercipta, tetapi pertandingan ini sama sekali bukan laga membosankan. The Reds melepaskan total 18 percobaan dengan 7 shots on target, sementara The Citizens hanya mencatatkan 9 tembakan dengan 3 shots on target. Statistik penguasaan bola pun condong ke tuan rumah: 58 persen berbanding 42 persen.

Babak Pertama: Badai Serangan Liverpool

Menit ke-3, Mohamed Salah sudah memberi peringatan. Menerima umpan terobosan dari Alexis Mac Allister, winger Mesir itu melepaskan tendangan kaki kiri dari sudut sempit. Donnarumma turun cepat, menutup ruang dekat tiang kanan, dan bola membentur kakinya sebelum keluar lapangan. Anfield bersorak, tetapi kiper asal Italia itu hanya bangkit, menepuk sarung tangannya, dan mengatur posisi bek tengah di depannya.

Formasi 4-2-3-1 yang diterapkan Liverpool membuat lini tengah City kewalahan pada 25 menit pertama. Dominik Szoboszlai dan Ryan Gravenberch bergantian menusuk celah antara lini tengah dan pertahanan. Menit ke-17, Gravenberch melepaskan tembakan jarak jauh dari luar kotak penalti. Bola mengarah ke pojok kiri bawah, namun Donnarumma terbang penuh, menepis dengan ujung jari. Save keempat di paruh pertama itu membuat kiper berusia 27 tahun tersebut sudah mengoleksi lebih banyak penyelamatan daripada yang ia catatkan di lima laga sebelumnya.

City bukan tanpa peluang. Menit ke-23, Erling Haaland menerima umpan silang rendah dari Jeremy Doku. Sundulannya masih melebar tipis di sisi kanan gawang Alisson Becker. Starting XI asuhan Pep Guardiola memang lebih sabar, membangun serangan dari belakang melalui Rodri dan Bernardo Silva, tetapi pressing ketat Liverpool membuat mereka kehilangan bola 14 kali di area tengah lapangan sepanjang 45 menit pertama. Skor kacamata bertahan hingga turun minum.

Babak Kedua: Donnarumma Jadi Pembeda

Selepas jeda, Liverpool meningkatkan intensitas. Menit ke-52, tendangan voli Darwin Nunez dari dalam kotak penalti membentur tiang gawang setelah sebelumnya mengenai kaki Nathan Ake. VAR memeriksa potensi handball, namun wasit Michael Oliver memastikan tidak ada pelanggaran. Dua menit berselang, Salah kembali mengancam lewat tendangan bebas dari jarak 22 meter. Donnarumma kembali menjadi pahlawan, menepis bola ke atas mistar.

Menit ke-68 menjadi momen paling krusial. Mac Allister melepaskan umpan terobosan sempurna kepada Nunez yang berlari sendirian di antara Ruben Dias dan Manuel Akanji. Situasi satu lawan satu dengan kiper. Nunez melepaskan tendangan rendah ke arah kanan, tetapi Donnarumma membaca arah bola lebih cepat, menjatuhkan badan, dan menahan bola dengan kedua tangan. Clean sheet keenam musim ini mulai terlihat nyata.

Guardiola merespons dengan memasukkan Jack Grealish dan Julian Alvarez untuk menambah kreativitas. Namun, Liverpool tetap menguasai jalannya pertandingan. Menit ke-81, sundulan Virgil van Dijk dari sepak pojok hampir memecah kebuntuan. Lagi-lagi Donnarumma berada di posisi tepat, menepis bola tepat di garis gawang. Total 7 penyelamatan dicatatkan kiper yang bergabung dari Paris Saint-Germain itu, menjadikannya penampilan terbaiknya sejak merumput di Premier League.

Analisis Taktik: Duel Dua Kiper Kelas Dunia

Meski Donnarumma menjadi sorotan, Alisson Becker juga tampil solid dengan 3 penyelamatan. Duel dua kiper terbaik dunia ini berakhir imbang, tetapi statistik expected goals atau xG mencatat Liverpool unggul dengan 2,4 berbanding 1,1. Artinya, tanpa performa luar biasa Donnarumma, City hampir pasti pulang dengan tangan hampa.

Formasi 4-1-4-1 yang diubah Guardiola di babak kedua membuat lini belakang lebih rapat. Rodri bermain lebih dalam, membantu Akanji dan Dias meredam pergerakan Salah serta Nunez. Namun, kreativitas City menurun. Kevin De Bruyne yang masuk sebagai pengganti di menit ke-70 hanya mencatatkan 21 sentuhan, jauh di bawah rata-ratanya. Kartu kuning untuk Bernardo Silva di menit ke-88 akibat protes kepada wasit menegaskan frustrasi tim tamu.

Di kubu Liverpool, Arne Slot tampak puas dengan performa anak asuhnya. "Kami menciptakan cukup peluang untuk menang. Kiper mereka luar biasa malam ini. Kadang kamu harus mengakui kehebatan lawan," ujar Slot dalam konferensi pers usai laga.

"Gigi menunjukkan mengapa dia kiper terbaik di dunia saat ini. Tujuh penyelamatan di Anfield bukan hal biasa. Kami membawa pulang satu poin berkat dia," kata Guardiola.

Dengan hasil ini, Manchester City tetap di puncak klasemen sementara dengan 19 poin dari 8 laga, sementara Liverpool berada di posisi ketiga dengan 16 poin. Liga masih panjang, tetapi satu hal yang pasti: pada malam di Anfield, Gianluigi Donnarumma membuktikan bahwa harga mahal yang dibayar City untuknya terbayar sudah. Kiper bisa menjadi pembeda antara satu poin dan nol poin, dan Donnarumma melakukannya dengan sangat baik.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fajar-ramadhan

Editor Hukum. Alumni FH UI. Meliput pengadilan, MA, dan judicial review.

Comments (0)

User