Debut Arbeloa Berakhir Tragis, Real Madrid Tersingkir dari Copa del Rey

Skor akhir 2–1 untuk Albacete Balompié membungkam Estadio Carlos Belmonte, Kamis (15/1/2026) dini hari WIB, sekaligus menandai debut paling kelam Alvaro Arbeloa sebagai pelatih Real Madrid. Sang ma...

Debut Arbeloa Berakhir Tragis, Real Madrid Tersingkir dari Copa del Rey

Skor akhir 2–1 untuk Albacete Balompié membungkam Estadio Carlos Belmonte, Kamis (15/1/2026) dini hari WIB, sekaligus menandai debut paling kelam Alvaro Arbeloa sebagai pelatih Real Madrid. Sang mantan bek kanan yang naik takhta menggantikan Xabi Alonso harus menelan pil pahit: timnya diusir klub kasta kedua dari babak 32 besar Copa del Rey dalam laga yang penuh drama, kontroversi VAR, dan kekecewaan mendalam.

Kronologi Gol dan Momen Krusial

Albacete langsung mengejutkan tamunya saat laga baru memasuki menit ke-17. Berawal dari serangan balik cepat, umpan silang terukur dari sisi kiri diselesaikan sundulan tajam striker veteran Manuel Fuster yang tak mampu dijangkau Thibaut Courtois. Carlos Belmonte bergemuruh, Madrid terhenyak.

Los Blancos mencoba merespons lewat penguasaan bola dominan. Arbeloa menurunkan starting XI dengan formasi 4-3-3 yang mengandalkan trio Rodrygo, Vinícius Jr., dan Kylian Mbappé di lini depan. Tekanan akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-34 saat Vinícius dijatuhkan di kotak penalti. Wasit menunjuk titik putih, dan eksekusi dingin sang winger Brasil menyamakan kedudukan jadi 1–1. Madrid nyaris berbalik unggul sebelum turun minum, tetapi sundulan Antonio Rüdiger membentur tiang gawang.

Babak kedua berjalan lebih terbuka. Arbeloa memasukkan Eduardo Camavinga untuk menambah daya gedor, tetapi justru Albacete yang kembali memimpin pada menit ke-67. Skema serangan balik kembali menghukum pertahanan Madrid yang terlalu maju. Kali ini, sontekan first-time Alvaro Rodriguez dari dalam kotak penalti mengubah skor menjadi 2–1. Petaka Madrid belum selesai: gol Jude Bellingham pada menit ke-81 dianulir oleh VAR karena offside milimeter, memicu protes keras dari bangku cadangan El Real.

Analisis Taktikal: Garis Tinggi yang Mematikan

Di atas kertas, statistik berpihak mutlak pada Madrid. Penguasaan bola mencapai 68% dengan total 15 tembakan dan 6 shots on target. Albacete hanya melepaskan 5 tembakan dengan 3 mengarah ke gawang, tetapi dua di antaranya berujung gol. Efisiensi mematikan tim tuan rumah menjadi cermin rapuhnya transisi pertahanan skema Arbeloa.

Arbeloa menerapkan garis pertahanan tinggi khas filosofi yang ia warisi dari akademi La Fábrica. Namun, tanpa pressing terkoordinasi, ruang di belakang full-back Dani Carvajal dan Ferland Mendy terlalu mudah dieksploitasi. Kedua gol Albacete lahir dari wilayah yang ditinggalkan bek sayap saat naik membantu serangan. Di sisi lain, tumpulnya penyelesaian akhir Madrid menjadi antitesis dominasi: Mbappé tercatat tiga kali gagal memanfaatkan peluang emas, termasuk satu tembakan yang melambung di depan gawang kosong pada menit ke-55.

"Kami menciptakan cukup peluang untuk menang, tetapi efisiensi adalah segalanya di kompetisi knockout. Saya bertanggung jawab penuh atas hasil ini," ucap Arbeloa dalam konferensi pers pasca-laga.

Dampak dan Sejarah Kelam

Kekalahan ini bukan sekadar noda bagi debut Arbeloa, tetapi juga menggores catatan hitam dalam sejarah Madrid. Terakhir kali tim sekelas Segunda División menyingkirkan Los Merengues dari Copa del Rey terjadi lebih dari satu dekade lalu, tepatnya pada musim 2009/2010 saat Alcorcón menciptakan "Alcorconazo". Kini, "Albacetazo" lahir sebagai luka baru.

Arbeloa, yang sebelumnya sukses menukangi Real Madrid Castilla, kini langsung menghadapi ujian terberat. Kepercayaan ruang ganti dipertanyakan, terutama setelah keputusan kontroversialnya mencadangkan Luka Modrić dan menurunkan Bellingham sebagai gelandang lebih dalam. Meski demikian, dukungan dari presiden Florentino Pérez diyakini masih solid, setidaknya hingga akhir musim.

Laju Madrid di La Liga kini menjadi taruhan untuk menyelamatkan musim. Dengan jarak poin yang ketat dari rival sekota, Atletico Madrid, setiap laga adalah final. Debut pahit ini menjadi alarm bahwa era baru di bawah Arbeloa tidak akan berjalan mudah, dan tekanan dari Santiago Bernabéu hanya akan semakin membesar.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User