Oct 19, 2026
Olahraga

David Raya Penyelamat Arsenal di Bergamo

Skor akhir 0-0. Stadion Atleti Azzurri d'Italia, Bergamo, menyaksikan Arsenal pulang dengan satu poin dari markas Atalanta pada laga pembuka Liga Europa 2023/2024, Jumat (20/09/2024) WIB. Namun angka ...

David Raya Penyelamat Arsenal di Bergamo

Skor akhir 0-0. Stadion Atleti Azzurri d'Italia, Bergamo, menyaksikan Arsenal pulang dengan satu poin dari markas Atalanta pada laga pembuka Liga Europa 2023/2024, Jumat (20/09/2024) WIB. Namun angka nol di papan skor bukan gambaran utuh pertandingan. Di balik hasil imbang itu, David Raya tampil sebagai tembok terakhir yang menjaga gawang The Gunners tetap perawan sepanjang 90 menit.

Raya dan Dua Penyelamatan Krusial di Paruh Pertama

Sejak menit awal, Arsenal tampil tidak seperti biasanya. Formasi 4-3-3 yang diusung Mikel Arteta kesulitan menembus pressing tinggi Atalanta. Penguasaan bola memang dikuasai Arsenal dengan 58%, tetapi dominasi itu tidak berbanding lurus dengan ancaman nyata. Sebaliknya, Atalanta justru lebih tajam dengan 6 shots on target berbanding hanya 4 milik Arsenal.

Menit ke-12, Raya sudah dipaksa bekerja keras. Tendangan keras Ademola Lookman dari sisi kanan kotak penalti mengarah ke sudut bawah gawang, tetapi kiper asal Spanyol itu menepis bola dengan refleks cepat. Bola kemudian membentur mistar sebelum akhirnya keluar lapangan. Sorak tuan rumah langsung meredup, sementara bek Arsenal hanya bisa menghela napas lega.

Menit ke-34, giliran Teun Koopmeiners mengancam. Gelandang Belanda itu melepaskan tendangan voli dari luar kotak penalti setelah menerima umpan silang matang. Lagi-lagi Raya berada di posisi yang tepat, menepis bola ke atas mistar. Hingga turun minum, Raya mencatat 4 penyelamatan, jumlah tertinggi di antara semua kiper di matchday pertama Liga Europa musim ini.

Atalanta Gagal Manfaatkan Momentum, Arsenal Kehilangan Ketajaman

Babak kedua berjalan lebih seimbang soal penguasaan bola, tetapi Atalanta tetap lebih berbahaya. Menit ke-58, peluang emas lahir dari skema sepak pojok. Berat Djimsiti menyundul bola di tiang dekat, namun Raya menutup ruang dengan cepat dan menangkap bola tanpa kesulitan berarti. Kiper berusia 29 tahun itu juga mencatat 1 sapuan dan 2 tangkapan bola atas yang meredam gempuran tuan rumah.

Di kubu Arsenal, lini serang tampil tumpul. Gabriel Jesus dan Kai Havertz bergantian turun ke lini tengah untuk mencari bola, tetapi tidak ada satu pun tembakan tepat sasaran dari kedua pemain itu sepanjang laga. Bukayo Saka, yang biasanya menjadi motor serangan, hanya melepaskan 2 tembakan dan tidak satu pun mengarah ke gawang. Starting XI Arsenal malam itu benar-benar kehilangan kreativitas di sepertiga akhir lapangan.

Menit ke-71, Arteta mencoba mengubah ritme dengan memasukkan Leandro Trossard. Namun perubahan itu tidak berdampak signifikan. Arsenal hanya mencatat 1 tembakan tepat sasaran sepanjang babak kedua, sebuah statistik yang jauh dari standar tim yang menargetkan gelar.

"Kami tidak bermain dengan level yang seharusnya. Tekanan Atalanta membuat kami kehilangan bola terlalu cepat. David menyelamatkan kami malam ini, tidak ada yang bisa menyangkal itu," ujar Arteta dalam konferensi pers usai laga.

Raya di Bawah Bayang-Bayang Kompetisi Kiper

Penampilan gemilang ini menjadi jawaban bagi Raya yang masih berjuang memenangkan posisi utama di bawah mistar Arsenal. Sebelumnya, ia hanya tampil di ajang Liga Europa dan Piala Liga, sementara Aaron Ramsdale menjadi pilihan utama di Premier League. Dengan 6 penyelamatan, 1 clean sheet, dan rating pertandingan 8,4 dari platform statistik, Raya mengirim pesan jelas kepada Arteta.

Di sisi lain, Atalanta patut menyalahkan ketidakmampuan mereka menyelesaikan peluang. Dengan 15 total tembakan namun hanya 6 yang mengarah ke gawang, efisiensi menjadi masalah klasik. Meski demikian, satu poin di kandang melawan tim sebesar Arsenal tetap modal berharga bagi Gian Piero Gasperini untuk menjalani sisa fase grup.

Arsenal sendiri harus segera berbenah. Tanpa ketajaman di lini depan dan dengan ketergantungan berlebihan pada kiper, langkah mereka di Liga Europa musim ini bisa menjadi jalan terjal. Menit ke-90, peluit panjang berbunyi. Raya bertepuk tangan ke arah tribun, sementara rekan-rekannya menunduk. Tiga poin hilang, tetapi satu hal yang pasti: tanpa Raya, Arsenal mungkin pulang dengan kekalahan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS vina-melati

Data Journalist Hukum. Visualisasi data kejahatan dan analisis tren kriminal.

Comments (0)

User