Pensiun dari sepak bola profesional ternyata bukan akhir dari karier bagi sejumlah mantan pemain top Inggris. Sejumlah nama beken memilih melanjutkan hidup di dunia sepak bola dengan duduk di kursi komentator, membedah taktik dan statistik pertandingan untuk konsumsi jutaan penonton. Salah satu yang paling ikonik adalah Gary Neville, bek kanan legendaris Manchester United yang menggantung sepatu pada Februari 2011.
Neville menghabiskan seluruh karier profesionalnya bersama Setan Merah sejak musim 1992/1993. Setelah pensiun, ia langsung bergabung dengan Sky Sports pada musim 2011/2012 sebagai komentator dan pundit. Profesi ini bukan hal baru baginya karena ia pernah menjadi pundit untuk ITV Sport di Piala Dunia 2002 dan Piala Eropa 2008.
"Transisi dari pemain ke pundit butuh pemahaman taktik yang dalam. Neville adalah contoh bagaimana pengalaman sebagai bek sayap bisa diterjemahkan menjadi analisis pertahanan yang tajam," ujar seorang pengamat sepak bola Inggris.
Neville sempat meninggalkan Sky Sports untuk menukangi Valencia pada Desember 2015. Sayang, kiprahnya di La Liga hanya bertahan empat bulan. Ia dipecat setelah mencatatkan rekor buruk, dengan penguasaan bola tinggi tetapi shots on target minim. Ia kemudian kembali ke Sky Sports dan menjadi salah satu analis paling berpengaruh di Inggris.
Michael Owen dan Perjalanan di Studio
Nama lain yang tak kalah populer adalah Michael Owen. Mantan penyerang Liverpool, Real Madrid, dan Manchester United ini pensiun pada 2013 dan langsung beralih menjadi pundit di BT Sport. Owen dikenal sebagai komentator yang fokus pada statistik finishing, sering menyoroti rasio gol per shots on target. Gaya komentarnya yang tenang namun tajam membuatnya dipercaya membedah laga-laga besar Liga Primer Inggris.
Rio Ferdinand: Analisis dari Perspektif Bek Tengah
Rio Ferdinand menyusul jejak Neville. Bek tengah yang meraih enam gelar Liga Primer bersama Manchester United ini pensiun pada 2015 dan bergabung dengan BT Sport serta BBC. Ferdinand dikenal sangat detail dalam mengurai formasi, terutama soal garis pertahanan dan peran bek sayap. Dalam sebuah analisis, ia pernah menyoroti bagaimana sebuah tim kehilangan clean sheet akibat salah membaca offside trap.
Kiprahnya di dunia pundit tak lepas dari pengalamannya menghadapi penyerang-penyerang terbaik dunia. Ia sering menggunakan data penguasaan bola dan kartu kuning untuk menilai agresivitas lini belakang. Ferdinand juga aktif mengomentari isu-isu VAR, termasuk kontroversi keputusan offside di Liga Champions.
Steven Gerrard dan Frank Lampard: Dua Legenda yang Melebar ke Kursi Analis
Steven Gerrard, kapten Liverpool yang pensiun pada 2016, sempat menjadi pundit untuk BT Sport sebelum menekuni karier kepelatihan. Ia dikenal piawai membedah transisi menyerang dan peran gelandang box-to-box. Sementara Frank Lampard, yang pensiun pada 2017, menjadi analis untuk Sky Sports dan BBC. Lampard sering menyoroti assist dan pergerakan tanpa bola, menjadikannya salah satu pundit paling dicari.
Paul Scholes: Analisis Tajam dari Gelandang Legendaris
Paul Scholes melengkapi daftar ini. Gelandang Manchester United yang pensiun pada 2013 ini menjadi pundit untuk BT Sport. Ia dikenal blak-blakan, sering mengkritik penguasaan bola yang tidak produktif dan shots on target yang minim. Meski tak sepoluler Neville, analisisnya soal formasi dan peran gelandang dianggap paling tajam di kalangan pengamat.
Fenomena ini menunjukkan bahwa karier di sepak bola tidak berhenti saat peluit akhir dibunyikan. Dengan bekal data statistik dan pengalaman lapangan, para mantan pemain top Inggris ini sukses menjadi jembatan antara pertandingan dan penonton. Skor akhir mungkin menjadi headline, tetapi bagi para pundit, cerita di baliknya jauh lebih menarik untuk dibedah.
Comments (0)