Oct 14, 2026
Olahraga

Conte Murka, Chelsea Dibantai Roma di Olimpico

Skor akhir 3-0 untuk AS Roma. Chelsea pulang dari Stadion Olimpico dengan kepala tertunduk setelah dihajar tuan rumah pada matchday keempat Grup C Liga Champions, Rabu dini hari WIB. Ini kekalahan ter...

Conte Murka, Chelsea Dibantai Roma di Olimpico

Skor akhir 3-0 untuk AS Roma. Chelsea pulang dari Stadion Olimpico dengan kepala tertunduk setelah dihajar tuan rumah pada matchday keempat Grup C Liga Champions, Rabu dini hari WIB. Ini kekalahan terburuk The Blues di fase grup Eropa sejak beberapa musim terakhir, dan Antonio Conte tidak bisa menyembunyikan kemarahannya di pinggir lapangan.

Menit ke-1, Roma langsung mengambil inisiatif. Formasi 4-3-3 yang diusung Eusebio Di Francesco menekan tinggi lini belakang Chelsea yang tampil tanpa N'Golo Kante. Penguasaan bola babak pertama 58 persen milik Roma, dengan 6 shots on target berbanding hanya 1 dari Chelsea. Starting XI Conte dengan trio Cesc Fabregas, Tiemoue Bakayoko, dan Danny Drinkwater di lini tengah tidak mampu menahan transisi cepat Giallorossi.

Menit ke-11, Stephan El Shaarawy membuka keunggulan. Menerima bola di sisi kiri, ia melepaskan tendangan kaki kanan melengkung ke tiang jauh, mengecoh Thibaut Courtois. Assist dicatat untuk Edin Dzeko. Skor 1-0. Olimpico bergemuruh.

Belum reda tekanan, menit ke-37 El Shaarawy mencetak gol keduanya. Kali ini sepakan voli dari dalam kotak penalti memanfaatkan umpan silang rendah Aleksandar Kolarov. 2-0 untuk Roma, dan pertahanan Chelsea tampak kehilangan koordinasi total. David Luiz dan Gary Cahill berulang kali terjebak offside trap yang buruk.

Babak Kedua: Tidak Ada Respons

Conte melakukan perubahan di babak kedua dengan memasukkan Willian dan Pedro, mengubah formasi ke 3-5-2 untuk menambah daya gedor. Namun respons itu tidak berjalan. Menit ke-63, Diego Perotti menuntaskan serangan balik cepat menjadi gol ketiga. Umpan terobosan Dzeko diselesaikan Perotti dengan tenang melewati Courtois. 3-0, dan pertandingan praktis selesai.

Statistik akhir pertandingan memperlihatkan dominasi total Roma: penguasaan bola 61 persen, 9 shots on target berbanding 2 milik Chelsea, serta 17 total shots. Chelsea hanya menghasilkan 1 kartu kuning melalui Bakayoko, sementara Roma mencatat clean sheet keempat mereka di kandang musim ini. Alvaro Morata terisolasi sepanjang laga dengan hanya 23 sentuhan bola dan nol tembakan tepat sasaran.

Kutukan Olimpico dan Kritik Conte

Kekalahan ini memperpanjang rekor buruk Chelsea di kandang lawan Italia. Dari lima kunjungan terakhir ke Italia di kompetisi Eropa, Chelsea hanya meraih satu kemenangan. Conte pun melontarkan kritik tajam kepada anak asuhnya dalam konferensi pers usai laga.

"Kami kalah dalam duel, kalah dalam intensitas, dan kalah dalam keinginan. Ini bukan soal taktik, ini soal mentalitas. Ketika Anda memakai jersey Chelsea, Anda tidak boleh tampil seperti ini," tegas Conte.

Pelatih asal Italia itu juga menyoroti absennya keseimbangan di lini tengah. Tanpa Kante, Chelsea kehilangan 4,7 tekel per laga yang biasanya ia sumbangkan. Bakayoko tercatat hanya memenangkan 2 dari 8 duel di lini tengah, sementara Fabregas kalah kecepatan dari Nicolo Zaniolo dan Lorenzo Pellegrini.

Implikasi Klasemen Grup C

Hasil ini membuat Roma mengoleksi 8 poin dari empat laga, sementara Chelsea tertahan di 7 poin. Kekalahan ini juga memangkas selisih gol Chelsea yang sempat menjadi modal penting. Dengan dua laga tersisa melawan Qarabag dan Atletico Madrid, The Blues wajib meraih hasil maksimal untuk memastikan tiket ke babak 16 besar tanpa drama.

Yang lebih mengkhawatirkan, kekalahan ini terjadi hanya tiga hari sebelum laga besar melawan Manchester United di Premier League. Conte harus segera menemukan solusi di lini belakang yang dalam dua laga terakhir kebobolan enam gol. Tanpa perbaikan cepat, musim Chelsea berpotensi berantakan di dua kompetisi sekaligus.

Di kubu Roma, El Shaarawy layak mendapat sorotan. Dua golnya membuat ia kini mengoleksi 4 gol di Liga Champions musim ini, menjadikannya top skor sementara klub. Di Francesco menyebut penampilan anak asuhnya sebagai "pertunjukan taktis paling lengkap musim ini" — sebuah pujian yang, ironisnya, menjadi cermin betapa jauhnya Chelsea dari standar yang dituntut Conte.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fajar-ramadhan

Editor Hukum. Alumni FH UI. Meliput pengadilan, MA, dan judicial review.

Comments (0)

User