Oct 10, 2026
Olahraga

Campus League UniGames 2026 Digelar di UPH, Tujuh Cabang Olahraga Berlaga

JAKARTA — Panggung olahraga mahasiswa nasional kembali bergulir. Campus League UniGames resmi dijadwalkan berlangsung di Universitas Pelita Harapan (UPH), 6-11 Desember 2026, dengan tujuh cabang ola...

Campus League UniGames 2026 Digelar di UPH, Tujuh Cabang Olahraga Berlaga

JAKARTA — Panggung olahraga mahasiswa nasional kembali bergulir. Campus League UniGames resmi dijadwalkan berlangsung di Universitas Pelita Harapan (UPH), 6-11 Desember 2026, dengan tujuh cabang olahraga yang akan dipertandingkan dalam satu gelaran multi-event. Pengumuman ini disampaikan dalam konferensi pers yang menghadirkan perwakilan dari tujuh federasi cabang olahraga, menandai babak baru kompetisi antarkampus di Indonesia.

Ketua Umum PB Shorinji Kempo Indonesia (PERKEMI), Laksdya TNI (Purn) Agus Setiadji, tampil dalam jajaran pembicara bersama sejumlah nama penting lain. Turut hadir Sekjen PB Wushu Indonesia, Iwan Kwok; Ketua Umum PB Jujitsu Indonesia, Dedy Triharjanto; Kabid Binpres PB Taekwondo Indonesia, Pino Indra; perwakilan Kickboxing Indonesia, Adriyani Mandey; perwakilan Sepakbola Wanita Indonesia, Ramadhana Wulandhani; CEO Campus League, Ryan Gozali; Associate Vice President of Student Development Alumni & Corporate Relations UPH, Dr. Andry M. Panjaitan; serta Chairman LUGU Group, Hendri Lukito.

Kehadiran sembilan tokoh dalam satu meja menegaskan bahwa UniGames bukan sekadar turnamen kampus biasa. Ini adalah kolaborasi lintas federasi yang menempatkan mahasiswa sebagai atlet utama, dengan struktur kompetisi yang dirancang mengikuti standar nasional.

Tujuh Cabang Olahraga, Satu Panggung Kompetisi

Dari daftar perwakilan yang hadir, setidaknya tujuh disiplin olahraga bakal meramaikan Campus League UniGames: sepakbola wanita, wushu, shorinji kempo, jujitsu, taekwondo, kickboxing, dan satu cabang lain yang masih menunggu konfirmasi teknis federasi terkait. Komposisi ini menunjukkan keseimbangan antara olahraga tim dan olahraga bela diri individu.

Perwakilan Sepakbola Wanita Indonesia, Ramadhana Wulandhani, menjadi sinyal kuat bahwa sepakbola putri mendapat porsi serius. Selama ini, kompetisi sepakbola kampus lebih sering didominasi tim putra. Kehadiran sepakbola wanita di UniGames 2026 berpotensi memperluas basis pemain dan membuka jalur pembinaan lebih dini bagi atlet putri.

Di sektor bela diri, empat federasi sekaligus terlibat: wushu, shorinji kempo, jujitsu, dan taekwondo. Masing-masing memiliki karakter penilaian berbeda — mulai dari teknik serang-bela, kuda-kuda, hingga poin tendangan. Kickboxing Indonesia melengkapi daftar, membawa nuansa pertarungan penuh kontak yang biasanya menyedot perhatian penonton.

UPH Tuan Rumah, Venue Jadi Kunci

Penunjukan UPH sebagai tuan rumah menempatkan aspek fasilitas sebagai variabel penting. Dr. Andry M. Panjaitan dari UPH menegaskan kesiapan kampusnya menyambut ratusan atlet mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Gagasan ini sejalan dengan posisi UPH sebagai institusi yang aktif menggelar aktivitas pengembangan mahasiswa di luar ruang kelas.

Dari sisi penyelenggaraan, format multi-cabang menuntut manajemen jadwal yang rapi. Dengan rentang 6-11 Desember 2026, panitia hanya punya enam hari efektif untuk merampungkan babak penyisihan hingga final di tujuh disiplin berbeda. Artinya, rotasi venue, jadwal wasit, dan sistem gugur harus disusun presisi sejak awal agar tidak terjadi tumpang tindih pertandingan.

CEO Campus League, Ryan Gozali, menyebut UniGames sebagai kelanjutan dari ekosistem kompetisi kampus yang sedang dibangun persisten. Campus League sendiri telah dikenal sebagai penggerak liga antarkampus, dan UniGames menjadi perluasan konsep itu ke ranah multi-event.

Makna Strategis bagi Pembinaan Atlet Mahasiswa

Kehadiran para ketua umum federasi memberi bobot tersendiri. PB PERKEMI, PBJI, PBTI, dan PB WI adalah otoritas resmi cabang olahraga di level nasional. Ketika mereka duduk bersama dalam satu forum kampus, ada pesan bahwa jalur prestasi mahasiswa diakui sebagai bagian dari piramida pembinaan nasional — bukan sekadar kegiatan rekreasi antarhimpunan.

Bagi mahasiswa-atlet, UniGames 2026 bisa menjadi batu loncatan menuju kompetisi yang lebih tinggi, termasuk kejuaraan nasional dan seleksi tim pelatnas di cabang bela diri. Sebaliknya, bagi federasi, ajang ini adalah kanal pemanduan bakat (talent scouting) yang murah dan masif, karena pesertanya tersebar dari banyak kampus.

Yang masih menjadi pekerjaan rumah adalah regulasi keikutsertaan: apakah setiap kampus mengirim tim terbaik, atau ada kuota per wilayah? Hingga pengumuman ini, detail teknis seperti jumlah peserta, sistem grup, dan peraturan pertandingan per cabang belum dipaparkan menyeluruh.

Kesimpulan: UniGames 2026 Panggung Baru Kampus

Dengan tujuh cabang olahraga, sembilan tokoh lintas federasi, dan UPH sebagai tuan rumah, Campus League UniGames 2026 menyimpan potensi besar untuk menaikkan standar kompetisi mahasiswa Indonesia. Rentang waktu 6-11 Desember 2026 bakal menjadi momen padat: dari kickboxing hingga sepakbola wanita, dari wushu hingga jujitsu — semuanya bertarung di satu panggung. Kini bola ada di tangan panitia dan kampus peserta: menyiapkan atlet, menyusun strategi, dan mengubah enam hari kompetisi menjadi warisan prestasi jangka panjang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS citra-maharani

Reporter HAM. Fokus pada isu hak asasi, kebebasan sipil, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User