Skor akhir 1-1. Stadion Emirates bergemuruh ketika Riccardo Calafiori, bek kiri asal Italia bernomor punggung 33, melepaskan tendangan kaki kiri dari tepi kotak penalti pada menit ke-89. Bola melengkung melewati jangkauan kiper Leeds United dan menghantam jaring sisi jauh. Gol penyama kedudukan itu menyelamatkan Arsenal dari kekalahan memalukan di hadapan pendukung sendiri dalam lanjutan Liga Inggris, Sabtu malam.
Leeds United sebenarnya sempat unggul lebih dulu lewat serangan balik cepat di menit ke-34. Sebuah umpan terobosoan menusuk celah antara William Saliba dan Gabriel Magalhaes, lalu diselesaikan dengan dingin oleh penyerang tamu. Arsenal tertinggal 0-1 hingga turun minum, meski mencatatkan penguasaan bola 68 persen dan 7 shots on target sepanjang babak pertama.
Babak Pertama: Dominasi Tanpa Penyelesaian
Mikel Arteta menurunkan formasi 4-3-3 dengan Calafiori di posisi bek kiri, mendukung Bukayo Saka di sayap kanan. Sejak menit awal, Arsenal mendikte tempo. Declan Rice dan Martin Odegaard bergantian mengalirkan bola ke lini depan, namun rapatnya blok pertahanan Leeds yang bermain dengan formasi 5-4-1 membuat peluang sulit tercipta.
Menit ke-23, Odegaard melepaskan tendangan spekulasi dari luar kotak penalti. Bola masih melebar tipis di sisi kanan gawang. Statistik mencatat Arsenal melepaskan 14 tembakan di babak pertama, tetapi hanya tiga yang benar-benar mengarah ke gawang. Leeds, dengan hanya 32 persen penguasaan bola, justru lebih efektif. Satu serangan, satu gol.
Calafiori sendiri tampil agresif. Bek berusia 24 tahun itu beberapa kali naik membantu serangan, mencatatkan 3 dribel sukses dan 2 umpan kunci sepanjang 90 menit. Namun, ia juga menerima kartu kuning di menit ke-41 setelah melanggar pemain Leeds di area tengah lapangan.
Babak Kedua: Tekanan Tanpa Henti dan Drama VAR
Memasuki babak kedua, Arteta mengubah pendekatan. Ia memasukkan Gabriel Jesus dan Leandro Trossard untuk menambah daya gedor. Arsenal meningkatkan intensitas pressing. Menit ke-58, Saka nyaris menyamakan kedudukan, tetapi tendangannya masih bisa ditepis kiper Leeds. Bola rebound disambar Kai Havertz, namun mengenai tiang gawang.
Menit ke-72, drama terjadi. Arsenal mengklaim penalti setelah bola dianggap mengenai tangan bek Leeds di kotak terlarang. Wasit meninjau monitor VAR selama hampir tiga menit, namun memutuskan tidak ada pelanggaran. Keputusan itu memicu protes keras dari para pemain Arsenal, termasuk Calafiori yang berlari menghampiri asisten wasit.
Leeds nyaris menggandakan keunggulan lewat serangan balik di menit ke-81. Beruntung bagi Arsenal, David Raya tampil sigap dengan penyelamatan kaki yang krusial. Statistik akhir menunjukkan Leeds hanya melepaskan 4 shots on target dari total 6 tembakan, namun mereka hampir membawa pulang tiga poin.
Momen Kunci: Calafiori dan Gol Penyelamat
Ketika waktu normal tersisa satu menit, Arsenal mendapat sepak pojok. Bola disapu keluar oleh bek Leeds, tetapi jatuh tepat di kaki Calafiori yang berdiri di tepi kotak penalti. Tanpa ragu, ia melepaskan tembakan first-time. Bola bersarang di sudut kiri bawah gawang. Skor berubah 1-1. Emirates meledak.
Gol itu menjadi gol pertama Calafiori di Liga Inggris musim ini dan sekaligus menyelamatkan rekor tak terkalahkan Arsenal di kandang. Hingga peluit panjang berbunyi, tidak ada gol tambahan tercipta. Arsenal mencatatkan total 24 tembakan berbanding 6 milik Leeds, dengan 9 shots on target berbanding 4. Penguasaan bola akhir: 71 persen untuk Arsenal, 29 persen untuk Leeds.
"Kami kehilangan dua poin, tetapi cara kami bangkit menunjukkan karakter tim ini. Calafiori punya insting luar biasa di momen krusial," ujar Mikel Arteta dalam konferensi pers usai laga.
Di sisi lain, pelatih Leeds mengaku bangga dengan performa anak asuhnya. "Kami bertahan dengan disiplin selama 89 menit. Satu momen lepas fokus, dan Arsenal menghukum kami. Inilah Liga Inggris," katanya.
Dengan hasil ini, Arsenal tetap tertahan di posisi kedua klasemen sementara, terpaut dua poin dari pemuncak. Calafiori, yang didatangkan dari Bologna musim lalu, semakin membuktikan diri sebagai bek modern dengan kontribusi ofensif signifikan. Clean sheet memang gagal diraih, tetapi gol penyama kedudukan di menit ke-89 akan dikenang sebagai salah satu momen penting musim ini.
Arsenal selanjutnya akan menghadapi laga tandang berat pekan depan. Jika ingin menjaga tekanan di puncak klasemen, penyelesaian akhir menjadi pekerjaan rumah utama Arteta. Sebab, mendominasi pertandingan tanpa kemenangan adalah cerita yang mulai berulang bagi The Gunners musim ini.
Comments (0)