Brace Bellingham Antar Inggris ke Semifinal Piala Dunia 2026
MIAMI — Inggris memastikan tempat di semifinal Piala Dunia 2026 setelah mengandaskan perlawanan Norwegia dengan skor 2-1 di Stadion Miami, Minggu (12/7) dini hari WIB. Jude Bellingham menjadi pahlaw...
MIAMI — Inggris memastikan tempat di semifinal Piala Dunia 2026 setelah mengandaskan perlawanan Norwegia dengan skor 2-1 di Stadion Miami, Minggu (12/7) dini hari WIB. Jude Bellingham menjadi pahlawan lewat dua golnya yang membalikkan keadaan setelah sempat tertinggal lebih dulu. Kemenangan ini mengantar The Three Lions selangkah lagi menuju partai puncak.
Jalannya Pertandingan: Dominasi Dibalas Efektivitas
Sejak peluit awal dibunyikan, Inggris langsung mengambil inisiatif serangan. Formasi 4-2-3-1 racikan pelatih Inggris menempatkan Bellingham sebagai playmaker di belakang striker tunggal. Meski dominan dalam penguasaan bola—mencapai 61% di sepanjang laga—Inggris justru kecolongan lebih dulu. Menit ke-19, sebuah serangan balik cepat Norwegia yang dibangun dari tengah lapangan berhasil menembus lini pertahanan Inggris. Erling Haaland, yang sepanjang turnamen menjadi momok, melepaskan tembakan mendatar dari luar kotak penalti yang tak mampu dijangkau kiper. Skor 1-0 untuk Norwegia, sekaligus membuat Stadion Miami terdiam sejenak.
Tertinggal satu gol tak membuat Inggris panik. Mereka terus mengalirkan bola melalui sektor sayap, dengan Bukayo Saka dan Marcus Rashford bergantian menusuk pertahanan Norwegia. Upaya itu membuahkan hasil pada menit ke-34. Berawal dari sepak pojok yang dieksekusi Declan Rice, bola sempat mengalami kemelut di depan gawang. Bellingham yang berdiri bebas di tiang jauh langsung menyambar bola muntah dengan sontekan kaki kiri. Gol penyeimbang lahir, dan skor 1-1 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, tensi pertandingan meningkat. Norwegia yang tampil dengan blok rendah sesekali mengancam lewat transisi cepat. Inggris terus menggedor pertahanan lawan dengan menambah intensitas pressing. Tercatat, hingga menit ke-70, The Three Lions sudah melepaskan 14 tembakan dengan 6 di antaranya tepat sasaran, berbanding 5 tembakan dari Norwegia yang hanya 3 on target. Peluang emas datang di menit ke-68 saat sundulan Harry Kane membentur mistar gawang dari jarak enam yard.
Momen Krusial: Gol Kedua dan VAR
Gol kemenangan Inggris akhirnya tercipta pada menit ke-78. Kembali Bellingham yang menjadi aktor utama. Menerima umpan tarik dari Saka di sisi kanan, gelandang Real Madrid itu melepaskan tembakan first-time dari jarak 16 yard yang bersarang di sudut atas gawang. Gol tersebut sempat dicek oleh Video Assistant Referee (VAR) karena dugaan offside pada Kane yang terlibat dalam proses build-up. Setelah pengecekan selama hampir dua menit, wasit mengesahkan gol tersebut. Sorak sorai ribuan pendukung Inggris meledak, sementara para pemain Norwegia tampak kecewa.
Usai gol itu, Norwegia mencoba meningkatkan intensitas serangan. Martin Ødegaard yang menjadi jenderal lapangan tengah Norwegia beberapa kali mengirim umpan terobosan, namun kokohnya duet bek tengah John Stones dan Marc Guéhi mampu mematahkan setiap ancaman. Hingga peluit panjang berbunyi, kedudukan 2-1 untuk Inggris tak berubah. Sebuah comeback dramatis yang menunjukkan mental juara.
Statistik Kunci dan Analisis Performa
Secara statistik, Inggris memang layak menang. Selain penguasaan bola 61%-39%, mereka juga mencatat total 19 tembakan dengan 8 shots on target. Norwegia hanya menciptakan 6 tembakan dengan 3 tepat sasaran. Akurasi passing Inggris mencapai 87%, berbanding 78% milik Norwegia. Jude Bellingham menjadi bintang lapangan dengan torehan 2 gol dari 5 tembakan, 3 dribel sukses, dan 2 tekel kritis. Di kubu lawan, Haaland hanya mampu melepaskan 2 tembakan sepanjang laga, menunjukkan betapa disiplinnya lini belakang Inggris menjaga pergerakan striker Manchester City itu.
Formasi 4-3-3 Norwegia yang mengandalkan trio Haaland, Ødegaard, dan Alexander Sørloth sejatinya cukup merepotkan di awal laga. Namun, keputusan pelatih Inggris memasukkan Conor Gallagher di menit ke-60 untuk memperkuat lini tengah membuat transisi bertahan Norwegia mulai terpecah. Gallagher memberikan energi ekstra dengan pressing tanpa henti, yang akhirnya memaksa kesalahan-kesalahan kecil di daerah sendiri.
Kutipan Pelatih: Pujian untuk Mentalitas Tim
Dalam konferensi pers usai pertandingan, pelatih Inggris menyampaikan kepuasannya. "Saya sangat bangga dengan para pemain. Ketertinggalan satu gol di babak sebesar ini bukan situasi mudah, tapi mereka menunjukkan karakter luar biasa. Jude fantastis, tapi kemenangan ini adalah hasil kerja seluruh tim," ujarnya. Sementara itu, pelatih Norwegia mengakui keunggulan lawan. "Inggris punya kedalaman skuad yang lebih baik. Kami mencoba yang terbaik, tetapi detail kecil di kotak penalti menjadi pembeda. Selamat untuk mereka," katanya singkat.
Dengan hasil ini, Inggris akan menantang pemenang laga antara Brasil dan Argentina di semifinal yang dijadwalkan berlangsung pada 16 Juli mendatang. Perjalanan menuju trofi Jules Rimet kedua masih terbuka lebar. Sementara bagi Norwegia, pencapaian mencapai perempat final sudah merupakan sejarah terbaik mereka di Piala Dunia sejak 1998.
Baca juga:
Comments (0)