Argentina Singkirkan Swiss 2-1 di Babak 8 Besar

Skor akhir 2-1 untuk Argentina atas Swiss menutup laga perempat final Piala Dunia 2026 yang berlangsung sengit di MetLife Stadium, New Jersey. Dua gol La Albiceleste lahir dari kaki Lionel Messi pada ...

Argentina Singkirkan Swiss 2-1 di Babak 8 Besar

Skor akhir 2-1 untuk Argentina atas Swiss menutup laga perempat final Piala Dunia 2026 yang berlangsung sengit di MetLife Stadium, New Jersey. Dua gol La Albiceleste lahir dari kaki Lionel Messi pada menit ke-31 dan Julián Álvarez di menit ke-67, sementara Swiss sempat memperkecil kedudukan lewat sundulan Breel Embolo pada menit ke-58.

Argentina menguasai bola hingga 62 persen dengan 8 tembakan tepat sasaran dari total 17 percobaan. Swiss, yang tampil dengan formasi 4-2-3-1 defensif, hanya mencatatkan 3 shots on target dari 11 percobaan, namun efektivitas serangan balik sempat merepotkan lini belakang Argentina. Kartu kuning diberikan kepada Manuel Akanji (menit ke-44) dan Rodrigo De Paul (menit ke-73) dalam duel yang penuh intensitas fisik.

Dominasi Awal Argentina dan Gol Pembuka Messi

Sejak peluit pertama dibunyikan, Argentina langsung mengambil inisiatif dengan penguasaan bola tinggi. Starting XI Lionel Scaloni menurunkan formasi 4-3-3 fleksibel: Emiliano Martínez di bawah mistar, empat bek sejajar Nahuel Molina, Cristian Romero, Lisandro Martínez, dan Nicolás Tagliafico. Trio gelandang Enzo Fernández, Rodrigo De Paul, dan Alexis Mac Allister aktif merotasi posisi, sementara trisula serang diisi Lionel Messi, Julián Álvarez, dan Nicolás González.

Menit ke-12, peluang emas pertama lahir dari kerja sama Messi dan Álvarez. Umpan terobosan Messi berhasil diterima Álvarez yang sudah berdiri bebas di kotak penalti, tetapi tendangan mendatarnya masih bisa ditepis kiper Swiss Yann Sommer. Argentina terus menekan melalui penguasaan bola yang sabar. Statistik menit ke-25 menunjukkan Argentina mencatatkan 4 tembakan tepat sasaran berbanding 0 dari Swiss.

Gol akhirnya datang di menit ke-31. Bermula dari tusukan Messi dari sisi kanan yang melewati Ricardo Rodríguez, Messi kemudian menyodorkan bola kepada Mac Allister yang mengembalikan dengan tumit. Tanpa berpikir panjang, Messi melepaskan tendangan melengkung kaki kiri dari luar kotak penalti yang bersarang di pojok kiri atas gawang Sommer. Gol itu merupakan gol ke-8 Messi di turnamen ini, menyamai rekor pribadinya di satu edisi Piala Dunia.

Kejutan Swiss dan Gol Balasan Embolo

Di babak kedua, Swiss keluar dengan intensitas berbeda. Pelatih Murat Yakin menginstruksikan anak asuhnya untuk menaikkan garis pertahanan dan lebih berani menekan. Hasilnya, pada menit ke-58, Swiss sukses menyamakan skor. Berawal dari sepak pojok Xherdan Shaqiri yang dieksekusi dengan presisi tinggi, bola meluncur ke tiang jauh. Embolo, yang lepas dari kawalan Romero, melompat lebih tinggi dan menyundul bola ke tanah yang memantul melewati Emiliano Martínez. Gol ini adalah gol ketiga Embolo di Piala Dunia 2026, menjadikannya pemain Swiss tersubur di turnamen.

Setelah gol tersebut, Swiss semakin percaya diri. Menit ke-63, Shaqiri hampir membawa Swiss berbalik unggul lewat tendangan bebas yang membentur mistar gawang. Argentina sempat gugup dan kehilangan ritme penguasaan bola. Penguasaan bola yang semula di atas 65 persen turun ke 58 persen pada menit ke-65. Namun, tim asuhan Scaloni tetap berusaha keluar dari tekanan dengan mengandalkan kejeniusan Messi.

Gol Penentu Álvarez dan Pertahanan Mati-matian

Argentina kembali memimpin pada menit ke-67 melalui serangan yang dibangun dari sektor kiri. Nicolás González menusuk hingga garis dalam dan mengirim umpan silang mendatar. Bola sempat ditepis Sommer, tetapi bola muntah jatuh tepat di kaki Julián Álvarez yang tanpa kesulitan menceploskan bola ke gawang kosong. Álvarez mencatatkan gol ke-6-nya di Piala Dunia 2026, menjadikannya runner-up sementara dalam perebutan Sepatu Emas.

Setelah unggul, Scaloni memasukkan Leandro Paredes untuk memperkuat lini tengah dan Gonzalo Montiel sebagai bek kanan tambahan, mengubah formasi menjadi 5-3-2. Swiss menggempur habis-habisan di 15 menit terakhir. Statistik menunjukkan Swiss melepaskan 4 tembakan dalam periode tersebut, namun hanya satu yang tepat sasaran. Emiliano Martínez tampil tenang dengan dua penyelamatan krusial, termasuk menepis sundulan Fabian Schär di menit ke-89.

Bahkan pada menit ke-90+3, VAR sempat mengecek potensi penalti untuk Swiss setelah bola mengenai tangan Romero di kotak terlarang, namun wasit memutuskan tidak ada pelanggaran karena tangan dalam posisi natural. Argentina pun mengakhiri laga dengan kemenangan 2-1 dan berhak melangkah ke semifinal.

Analisis Taktik dan Statistik Kunci

Argentina mendominasi jalannya pertandingan dengan penguasaan bola 62% dan akurasi operan mencapai 89%. Swiss, meskipun kalah dalam penguasaan, unggul dalam duel udara dengan 15 duel udara dimenangkan berbanding 9 milik Argentina. Faktor pembeda adalah kreativitas Messi. Dengan 4 dribel sukses, 3 umpan kunci, dan 1 gol, Messi menjadi motor serangan yang sulit dihentikan. Di sisi lain, Swiss patut mengapresiasi performa Yann Sommer yang melakukan 6 penyelamatan.

Kemenangan ini mengantarkan Argentina ke semifinal untuk menghadapi pemenang antara Brasil dan Belanda. Swiss harus pulang dengan kepala tegak setelah mencapai perempat final untuk kedua kalinya dalam sejarah. Lionel Scaloni dalam konferensi pers usai laga mengungkapkan,

"Kami tahu Swiss tim yang sangat terorganisir. Gol balasan mereka sempat mengubah momentum, tetapi karakter pemain saya luar biasa. Sekarang fokus ke semifinal."

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User