Mario Aji Raih Posisi Ke-10 di Kualifikasi Moto2 Sachsenring

Sirkuit Sachsenring menjadi saksi penampilan solid Mario Suryo Aji yang sukses mengamankan posisi start ke-10 pada sesi kualifikasi Moto2 Jerman 2026. Di bawah tekanan waktu yang ketat dan persaingan ...

Mario Aji Raih Posisi Ke-10 di Kualifikasi Moto2 Sachsenring

Sirkuit Sachsenring menjadi saksi penampilan solid Mario Suryo Aji yang sukses mengamankan posisi start ke-10 pada sesi kualifikasi Moto2 Jerman 2026. Di bawah tekanan waktu yang ketat dan persaingan sengit, pembalap asal Magetan itu menorehkan waktu terbaik yang cukup kompetitif, memberi sinyal bahwa ia siap bertarung di barisan depan pada balapan Minggu (12/7).

Jalannya Sesi Kualifikasi yang Penuh Kejutan

Sesi kualifikasi Moto2 diwarnai dengan cuaca yang cukup bersahabat, dengan suhu lintasan ideal sekitar 35 derajat Celsius. Mario Aji yang tergabung dalam sesi Q2 langsung menunjukkan ritme cepat sejak menit awal. Dengan kombinasi teknik pengereman yang presisi di Tikungan Omega dan akselerasi mulus keluar dari sektor terakhir, ia mampu mencatatkan 1 menit 22,856 detik di percobaan keempatnya. Catatan itu menempatkannya di posisi ke-10, hanya terpaut kurang dari 0,6 detik dari peraih pole position.

Menariknya, Aji harus melewati fase Q1 lebih dulu bersama 14 pembalap lain. Di sesi tersebut, ia tampil sebagai pembalap tercepat ketiga dengan waktu 1:22,917. Berbekal momentum itu, ia melaju ke Q2 dengan rasa percaya diri tinggi. Beberapa kali pembalap Indonesia berusia 25 tahun itu nyaris menyentuh waktu di bawah 1:22,8, namun masalah traksi di tikungan lambat sektor 3 membuatnya harus puas mengunci grid starting dari baris keempat.

Dominasi sesi justru diperlihatkan oleh pembalap Spanyol, Alvaro Diaz, yang merebut pole dengan waktu 1:22,298, diikuti oleh duo Italia, Luca Marini Jr. dan Matteo Ferrari, di posisi kedua dan ketiga. Persaingan ketat membuat jarak antara peringkat kelima hingga kelima belas hanya terpaut dalam satu detik.

Performa Mario Aji Sepanjang Akhir Pekan

Penampilan Aji di Sachsenring bukanlah hasil instan. Sejak sesi latihan bebas pertama (FP1) pada Jumat pagi, ia telah menunjukkan kecepatan menjanjikan dengan menempati posisi ke-11. Pada FP2, sempat terjadi insiden kecil saat ban depannya terkunci di Tikungan 1, namun ia segera bangkit dan menembus 10 besar catatan waktu gabungan. Tim teknis Honda Team Asia pun memberikan apresiasi tinggi atas kemampuannya membaca karakter sirkuit yang terkenal dengan layout asimetris—10 tikungan ke kiri dan hanya 3 ke kanan—yang menjadi tantangan tersendiri bagi manajemen ban.

Strategi penggunaan ban medium compound pada sesi kualifikasi terbukti tepat. “Kami memilih ban medium depan dan belakang untuk menjaga kestabilan di tikungan panjang berkecepatan tinggi seperti Waterfall. Saya merasa nyaman meskipun grip belakang mulai menurun di detik-detik akhir,” ujar Aji selepas sesi. Data telemetri mencatat kecepatan maksimalnya menyentuh 287,3 km/jam di lintasan lurus utama, angka yang cukup kompetitif di antara jajaran motor Triumph 765cc.

Pekerjaan rumah tersisa adalah memperbaiki pengereman di sektor menikung ke kanan, terutama di Tikungan 12 dan 13 yang menjadi titik overtake krusial. Sepanjang sesi, Aji kehilangan rata-rata 0,15 detik di titik tersebut dibanding rival di depannya. Namun, keunggulannya di sektor 1 dan 2 yang berliku-liku memberi kompensasi signifikan.

Peluang di Balapan Utama

Memulai balapan dari posisi ke-10, Mario Aji memiliki kans besar untuk mengulang atau bahkan melampaui pencapaian terbaiknya di musim ini. Sirkuit Sachsenring yang sempit dan berliku kerap meminimalkan keuntungan motor-motor dengan akselerasi superior di trek lebar. Artinya, peran skill pembalap dalam mengolah momentum tikungan menjadi faktor penentu. Aji yang dikenal piawai menjaga kestabilan motor di area entry corner bisa memanfaatkan start dari grid tengah untuk menghindari potensi insiden di tikungan pertama yang terkenal rawan.

Target realistis adalah finis di lima besar atau setidaknya mempertahankan posisi sepuluh besar untuk menambah poin berharga. Dengan tambahan data dari simulasi balapan pada sesi FP3 yang mencatat konsistensi waktu di kisaran 1:23,1, tim Honda optimistis Aji mampu menjaga degradasi ban belakang tanpa kehilangan banyak grip di paruh kedua balapan.

Statistik lain yang memberi harapan adalah catatan start tahun lalu, di mana pembalap yang memulai dari posisi 10 di Sachsenring berhasil naik hingga posisi kelima saat finis. Ditambah faktor cuaca yang diprediksi tetap cerah, semua elemen tampak mendukung perjuangan satu-satunya wakil Indonesia di kelas menengah ini. Sorotan publik Tanah Air tentu akan tertuju pada langkah Aji yang perlahan tapi pasti menapaki papan atas Moto2.

Balapan utama Moto2 Jerman 2026 dijadwalkan berlangsung Minggu pukul 18.15 WIB dan akan disiarkan langsung oleh jaringan televisi nasional. Dengan hasil kualifikasi ini, Mario Aji membuktikan bahwa kerja keras pengembangan motor dan adaptasi gaya balapnya semakin membuahkan hasil nyata.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User