Skor akhir 3-2 untuk Barcelona atas Real Madrid pada laga final Piala Super Spanyol 2026 yang digelar di King Abdullah Stadium, Jeddah, Arab Saudi, Minggu (11/01/2026) waktu setempat. El Clasico edisi final ini tersaji dengan intensitas tinggi, lima gol tercipta, dan drama hingga peluit akhir. Barcelona keluar sebagai juara bertahan alias back-to-back, sementara Real Madrid harus menelan pil pahit setelah sempat memberi perlawanan sengit.
Selepas laga, perhatian publik tersedot ke selebrasi pemain muda Barcelona, Lamine Yamal. Winger berusia 18 tahun itu tertangkap kamera mengenakan dua kacamata sekaligus saat berpesta di lapangan bersama rekan-rekan setimnya. Momen suka cita tersebut menjadi simbol kebahagiaan skuad Blaugrana setelah mempertahankan gelar di tanah Arab.
Jalannya Pertandingan: Lima Gol dan Ketegangan Hingga Akhir
Barcelona memulai laga dengan formasi 4-3-3, sementara Real Madrid merespons menggunakan 4-4-2 dengan mengandalkan dua penyerang di lini depan. Menit ke-23, Barcelona membuka keunggulan lewat serangan balik cepat. Umpan terobosan dari lini tengah diselesaikan dengan tenang oleh penyerang Blaugrana, membuat kiper Madrid tak berkutik. Skor berubah 1-0.
Real Madrid tak tinggal diam. Menit ke-38, mereka menyamakan kedudukan melalui tendangan keras dari luar kotak penalti setelah skema sepak pojok pendek. Penguasaan bola babak pertama tercatat 55 persen untuk Barcelona berbanding 45 persen milik Madrid, dengan shots on target 4-3. Babak pertama ditutup dengan skor imbang 1-1.
Memasuki babak kedua, tempo permainan meningkat. Menit ke-54, Barcelona kembali unggul setelah umpan silang dari sisi kanan disundul ke gawang. Kedudukan 2-1. Namun Madrid merespons cepat. Menit ke-67, penyerang mereka melepaskan tendangan first-time di dalam kotak penalti dan menyamakan skor menjadi 2-2. Pertandingan berjalan menegangkan.
Menit ke-81, momen krusial hadir. VAR meninjau sebuah insiden di kotak penalti Madrid setelah bek lawan dianggap menyentuh bola dengan tangan. Wasit menunjuk titik putih. Eksekusi penalti pada menit ke-83 berhasil dikonversi menjadi gol. Barcelona memimpin 3-2, dan bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Analisis Statistik: Dominasi Tipis Blaugrana
Sepanjang 90 menit, Barcelona mencatatkan penguasaan bola 56 persen, sementara Real Madrid 44 persen. Shots on target Barcelona unggul 7-5 atas Madrid. Total tendangan kedua tim nyaris seimbang, 13 banding 12, tetapi efektivitas Barcelona di momen krusial menjadi pembeda.
Lini tengah Barcelona tampil rapi dengan akurasi umpan mencapai 89 persen, sedangkan Madrid 85 persen. Dari sektor kartu, wasit mengeluarkan 4 kartu kuning — tiga untuk Madrid, satu untuk Barcelona. Tidak ada kartu merah, meski tensi pertandingan sempat memanas di menit-menit akhir. Barcelona juga mencatatkan dua offside, berbanding satu milik Madrid.
Kemenangan ini memperpanjang tren positif Barcelona di kompetisi Piala Super Spanyol. Sebelumnya, mereka juga menjuarai edisi sebelumnya, sehingga gelar ini menjadi back-to-back alias dua kali berturut-turut. Bagi Madrid, kekalahan ini menjadi catatan evaluasi, terutama soal konsistensi di babak kedua.
Peran Yamal dan Mentalitas Juara Barcelona
Lamine Yamal kembali menjadi sorotan. Meski tidak mencetak gol di laga final ini, pergerakannya di sisi sayap terus merepotkan lini pertahanan Madrid. Ia beberapa kali melepaskan umpan kunci dan berkontribusi dalam terciptanya peluang. Selebrasi mengenakan dua kacamata usai laga menjadi ekspresi kegembiraan seorang pemain muda yang telah meraih gelar bergengsi berturut-turut.
"Kami tahu laga ini tidak akan mudah. Madrid lawan yang selalu berbahaya. Tapi para pemain menunjukkan mentalitas juara, terutama setelah penalti. Kami layak menang," ujar pelatih Barcelona dalam konferensi pers usai pertandingan.
Kemenangan 3-2 ini juga menegaskan kedalaman skuad Barcelona. Starting XI yang diturunkan mampu mengelola tekanan, memanfaatkan peluang, dan mempertahankan keunggulan di menit-menit akhir. Kiper Barcelona mencatatkan sejumlah penyelamatan penting, termasuk satu save krusial di menit ke-90 untuk mengamankan clean sheet gagal terwujud, namun tiga poin tetap dibawa pulang.
Dengan hasil ini, Barcelona kembali mengangkat trofi di hadapan pendukungnya. Pesta suka cita di King Abdullah Stadium menjadi penutup sempurna bagi perjalanan mereka di Piala Super Spanyol 2026. Sementara Real Madrid harus puas menjadi runner-up, dengan pekerjaan rumah untuk memperbaiki konsistensi pertahanan jelang kompetisi berikutnya.
Comments (0)