Skor akhir 4-1 menjadi milik Barcelona. Di hadapan pendukung sendiri, Blaugrana tak memberi celah bagi lawannya untuk bangkit, sementara dua raksasa Eropa lainnya, Inter Milan dan Manchester United, harus pulang dengan kepala tertunduk setelah menelan kekalahan di matchday Liga Champions kali ini.
Barcelona 4-1: Pesta Gol dan Dominasi Total
Sejak menit awal, Barcelona tampil agresif dengan formasi 4-3-3. Penguasaan bola langsung dikuasai hingga menyentuh angka 63 persen. Menit ke-12, serangan pertama lahir dari sisi kanan. Umpan silang mendatar disambut striker utama dan bola bersarang di gawang lawan. Skor 1-0.
Menit ke-27, giliran lini tengah menunjukkan kelasnya. Sebuah umpan terobosan cerdas membelah pertahanan lawan, dan penyerang Barcelona menuntaskan peluang dengan dingin. Skor berubah 2-0. Statistik mencatat Barcelona sudah melepaskan 5 shots on target dari 8 percobaan di babak pertama.
Babak kedua, lawan sempat memperkecil keadaan lewat gol pada menit ke-58 memanfaatkan kelengahan lini belakang. Namun Barcelona tak butuh waktu lama untuk merespons. Menit ke-67, sebuah assist manis dari winger menghasilkan gol ketiga. Lalu menit ke-84, tendangan kaki kiri dari luar kotak penalti menutup pesta gol menjadi 4-1. Tak ada kartu merah, hanya dua kartu kuning yang dikeluarkan wasit. Clean sheet gagal diraih, tapi tiga poin sempurna sudah di tangan.
Inter Milan Harus Mengakui Keunggulan Lawan
Di laga terpisah, Inter Milan harus menerima kenyataan pahit. Formasi 3-5-2 yang diandalkan tak berjalan mulus. Penguasaan bola memang 55 persen, tetapi shots on target hanya 3 dari total 11 percobaan. Efektivitas menjadi masalah utama.
Menit ke-34, gawang Inter bobol lewat serangan balik cepat. Skor 1-0 untuk lawan. Inter berusaha bangkit di babak kedua, tetapi penyelesaian akhir yang buruk membuat peluang demi peluang terbuang. Menit ke-71, kartu kuning dikenakan kepada bek tengah Inter karena pelanggaran taktis. Hingga peluit panjang, Inter tak mampu menyamakan kedudukan. Kekalahan ini menjadi catatan buruk dalam perjalanan mereka di fase grup.
Manchester United Keok, Kritik Mulai Mengarah ke Kursi Pelatih
Manchester United juga menelan hasil mengecewakan. Starting XI yang diturunkan tampak kesulitan membangun serangan. Penguasaan bola hanya 48 persen, kalah jauh dari lawan. Menit ke-19, gawang MU sudah kebobolan melalui sundulan setelah sepak pojok. Menit ke-52, VAR sempat meninjau potensi offside, namun gol tetap disahkan. Skor 2-0.
MU sempat memperoleh peluang emas menit ke-76, tetapi tendangan penalti gagal dikonversi menjadi gol. Hingga akhir, tak ada gol balasan. Kekalahan ini memperpanjang tren negatif dan memunculkan tekanan besar terhadap staf pelatih.
Dari ketiga laga, pelajaran jelas: efektivitas di depan gawang dan disiplin taktik menjadi penentu. Barcelona menunjukkan kelasnya dengan 4 gol dan 9 shots on target. Inter dan MU harus segera berbenah jika ingin menjaga asa lolos ke babak berikutnya. Liga Champions tak memberi ruang bagi tim yang ragu-ragu.
Comments (0)