Barcelona Juara Piala Super Spanyol Usai Kalahkan Madrid 3-2

Skor akhir 3-2 menjadi milik Barcelona. Di King Abdullah Stadium, Jeddah, Arab Saudi, Minggu (11/01/2026) waktu setempat, Blaugrana menuntaskan drama final Piala Super Spanyol dan mengunci gelar back-...

Oct 13, 2026 - 19:42
0 0
Barcelona Juara Piala Super Spanyol Usai Kalahkan Madrid 3-2

Skor akhir 3-2 menjadi milik Barcelona. Di King Abdullah Stadium, Jeddah, Arab Saudi, Minggu (11/01/2026) waktu setempat, Blaugrana menuntaskan drama final Piala Super Spanyol dan mengunci gelar back-to-back. Real Madrid harus menelan pil pahit setelah tertinggal lebih dulu, sempat menyamakan kedudukan, namun tak mampu menahan laju kemenangan tim asuhan Hansi Flick di menit-menit krusial.

Laga berjalan dengan intensitas tinggi sejak menit pertama. Barcelona tampil dengan formasi 4-2-3-1, menempatkan Lamine Yamal sebagai penyerang sayap kanan, sementara Real Madrid merespons dengan 4-3-3 dan mengandalkan kecepatan di sisi kiri. Penguasaan bola pada babak pertama tercatat 58 persen untuk Barcelona, dengan 6 shots on target berbanding 3 milik Madrid. Tekanan tinggi langsung diperagakan kedua tim, membuat ruang di lini tengah nyaris tak tersisa.

Menit ke-23: Pembukaan dari Lamine Yamal

Menit ke-23, Lamine Yamal melepaskan tendangan kaki kiri dari tepi kotak penalti setelah menerima umpan terobosan dari Pedri. Bola melengkung ke sudut jauh dan tidak mampu dijangkau kiper Madrid. Skor 1-0 untuk Barcelona. Assists diberikan kepada Pedri, yang sepanjang laga menjadi penghubung antara lini tengah dan penyerangan. Empat menit berselang, Madrid hampir menyamakan kedudukan melalui sundulan Vinicius Junior, tetapi masih melebar tipis di sisi kiri gawang.

Madrid tidak tinggal diam. Pada menit ke-38, mereka menyamakan kedudukan lewat tendangan jarak dekat Jude Bellingham setelah kemelut di depan gawang. Skor berubah 1-1. Barcelona merespons cepat. Menit ke-45+2, Raphinha menuntaskan serangan balik cepat dengan tendangan mendatar ke tiang jauh. Skor 2-1 bertahan hingga turun minum. Wasit menghentikan pertandingan setelah memeriksa VAR terkait potensi offside, namun gol dinyatakan sah karena Raphinha berada dalam posisi onside.

Babak Kedua: Adu Taktik dan Kartu Kuning

Memasuki babak kedua, Real Madrid menaikkan garis pertahanan dan mengubah pressing menjadi lebih agresif. Hasilnya, penguasaan bola bergeser: Madrid mencatat 54 persen pada 15 menit pertama babak kedua. Carlo Ancelotti memasukkan pemain tambahan di lini tengah untuk merebut kendali. Namun Barcelona tetap efisien. Menit ke-67, Robert Lewandowski mencetak gol ketiga setelah memanfaatkan umpan silang dari Alejandro Balde. Skor 3-1, dan bangku cadangan Barcelona bersorak.

Madrid memperkecil kedudukan pada menit ke-78 lewat eksekusi penalti Kylian Mbappe setelah pelanggaran di dalam kotak. Skor menjadi 3-2. Sejak titik itu, tension meningkat. Kartu kuning dikeluarkan untuk dua pemain Madrid dan satu pemain Barcelona dalam rentang 10 menit. Madrid menggelar serangan bertubi-tubi, tetapi clean sheet gagal mereka raih, sementara Barcelona bertahan dengan disiplin. Total shots on target akhir pertandingan: Barcelona 8, Madrid 6. Penguasaan bola berakhir 52 persen untuk Barcelona.

Faktor Kunci: Efisiensi dan Kematangan Taktik

Kemenangan ini menegaskan kualitas skuad Barcelona dalam menghadapi tekanan di laga final. Mereka tidak hanya menang lewat penguasaan bola, tetapi lewat eksekusi di momen tepat. Lamine Yamal, yang menjadi pembuka keunggulan, tampil sebagai pemain paling kreatif dengan dua peluang kunci dan satu gol. Sementara itu, lini belakang Barcelona mencatatkan 14 clearance dan bertahan dari 6 tendangan sudut Madrid.

"Kami tahu Madrid akan menekan setelah turun minum. Pemain merespons dengan kepala dingin. Tiga gol dalam laga final bukan hal kecil, dan gelar ini adalah bukti konsistensi tim," ujar pelatih Barcelona dalam konferensi pers usai laga.

Bagi Real Madrid, kekalahan ini menjadi catatan penting. Mereka sempat menyamakan kedudukan dan menciptakan tekanan, tetapi kurang tajam di sepertiga akhir. Statistik menunjukkan Madrid melepaskan 11 tendangan, namun hanya 6 yang mengarah ke gawang. Di sisi lain, Barcelona menunjukkan efisiensi tinggi: dari 12 tendangan, 8 di antaranya tepat sasaran.

Perayaan dan Rekor Back-to-Back

Selepas peluit panjang, para pemain Barcelona merayakan gelar di tengah lapangan. Lamine Yamal terlihat mengenakan dua kacamata saat suka cita pecah di antara rekan-rekannya, sebuah momen yang menjadi ikon perayaan malam itu. Gelar ini menjadi trofi Piala Super Spanyol kedua secara beruntun bagi Barcelona, menandai dominasi mereka di kompetisi pembuka musim. Dengan tambahan trofi ini, Barcelona mengawali tahun 2026 dengan modal kepercayaan diri tinggi, sementara Madrid harus kembali menata strategi untuk pertemuan berikutnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
vina-melati

Data Journalist Hukum. Visualisasi data kejahatan dan analisis tren kriminal.

Comments (0)

User