Oct 22, 2026
Olahraga

Argentina Tundukkan Tanjung Verde via Drama Extra Time di Miami

Skor akhir 2-1 menjadi penutup drama babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Tanjung Verde di Stadion Miami, Miami Gardens, Jumat (03/07/2026). Laga yang berjalan hingga menit ke-120 ters...

Argentina Tundukkan Tanjung Verde via Drama Extra Time di Miami

Skor akhir 2-1 menjadi penutup drama babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Tanjung Verde di Stadion Miami, Miami Gardens, Jumat (03/07/2026). Laga yang berjalan hingga menit ke-120 tersebut memaksa para pemain menguras tenaga ekstra, dengan Albiceleste akhirnya memastikan tiket ke 16 besar setelah melalui perpanjangan waktu yang menegangkan.

Sejak peluit kick-off, Argentina langsung mengambil inisiatif menyerang. Formasi 4-3-3 yang diterapkan pelatih terlihat mendominasi lini tengah, dengan penguasaan bola mencapai 68 persen berbanding 32 persen milik Tanjung Verde. Namun, rapatnya pertahanan lawan membuat peluang pertama baru tercipta pada menit ke-14 melalui tendangan jarak jauh yang masih melambung di atas mistar gawang.

Menit ke-23, umpan terobosan matang dari lini tengah nyaris membuka ruang bagi penyerang Argentina, tetapi bek Tanjung Verde Sidney Lopes Cabral sigap melakukan intersep di kotak penalti. Cabral tampil disiplin sepanjang babak pertama, tercatat melakukan 4 clearance dan 2 blok penting yang menggagalkan peluang emas.

Gol pembuka finally hadir pada menit ke-37. Memanfaatkan umpan silang dari sisi kanan, striker Argentina menyundul bola ke sudut kiri gawang yang tidak mampu dijangkau kiper. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum, dengan catatan 5 shots on target untuk Argentina dan baru 1 milik Tanjung Verde.

Babak Kedua: Tanjung Verde Bangkit

Memasuki babak kedua, Tanjung Verde mengubah pendekatan. Formasi bertahan 5-4-1 diubah menjadi 4-4-2 yang lebih agresif, menekan lini belakang Argentina. Perubahan itu membuahkan hasil pada menit ke-61. Sebuah serangan balik cepat berakhir dengan tendangan mendatar ke tiang jauh, menyeimbangkan skor menjadi 1-1 dan membungkam sebagian besar penonton di Stadion Miami.

Sejak saat itu, tensi pertandingan meningkat. Argentina menguasai bola hingga 72 persen pada 15 menit setelah gol penyama, tetapi rapatnya blok pertahanan lawan membuat upaya mereka selalu kandas. Tercatat 3 kartu kuning dikeluarkan wasit pada babak kedua, dua di antaranya untuk pemain Tanjung Verde akibat pelanggaran taktis menghentikan serangan.

Menit ke-78, VAR sempat menjadi sorotan. Sebuah gol Argentina dianulir karena offside setelah pengecekan video selama hampir dua menit. Keputusan itu memicu protes dari bangku cadangan, tetapi wasit tetap pada keputusannya. Hingga menit ke-90, tidak ada gol tambahan, dan laga berlanjut ke extra time.

Extra Time: Ketegangan dan Keputusan Akhir

Pada masa perpanjangan waktu, kelelahan mulai terlihat dari kedua tim. Argentina memasukkan pemain segar untuk menambah daya gedor, sementara Tanjung Verde bermain lebih dalam dan mengandalkan serangan balik. Penguasaan bola Argentina di extra time bahkan menyentuh angka 75 persen, dengan total 9 shots on target sepanjang laga.

Menit ke-112, peluang emas tercipta. Sebuah umpan lambung dari sisi kiri disambut sundulan keras yang masih membentur mistar gawang. Bola muntah kemudian gagal dimaksimalkan oleh pemain Argentina yang berada dalam posisi bebas. Tanjung Verde bertahan mati-matian, sesekali melancarkan serangan balik yang membuat lini belakang Argentina waspada.

Akhirnya, pada menit ke-118, gol kemenangan tercipta. Menerima umpan pendek di tepi kotak penalti, gelandang Argentina melepaskan tendangan melengkung yang bersarang di sudut kanan gawang. Skor 2-1 bertahan hingga wasit meniup peluit panjang. Kiper Argentina mencatatkan clean sheet di paruh extra time, meski total harus kebobolan satu gol sepanjang pertandingan.

“Kami tahu pertandingan ini tidak akan mudah. Tanjung Verde bermain sangat disiplin, dan kami harus bekerja ekstra untuk menembus pertahanan mereka. Anak-anak menunjukkan mentalitas juara hingga menit terakhir,” ujar pelatih Argentina dalam konferensi pers usai laga.

Statistik Pertandingan dan Catatan Penting

Secara keseluruhan, Argentina mencatatkan 18 shots dengan 9 di antaranya tepat sasaran, sementara Tanjung Verde hanya melepaskan 6 shots dan 3 on target. Akurasi umpan Argentina mencapai 88 persen, jauh di atas lawan yang berada di angka 71 persen. Namun, ketangguhan Tanjung Verde membuat laga berjalan hingga 120 menit, sebuah pencapaian tersendiri bagi tim debutan di babak gugur.

Bek Sidney Lopes Cabral menjadi salah satu pemain terbaik di lapangan dengan 7 clearance, 3 intersep, dan 4 duel dimenangkan. Momen menarik terjadi setelah pertandingan ketika Lionel Messi mengangkat Cabral, sebuah gestur sportivitas yang menunjukkan penghormatan antar pemain. Kemenangan ini membawa Argentina melaju ke 16 besar, di mana mereka akan menghadapi lawan yang lebih berat. Sementara bagi Tanjung Verde, perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 harus berakhir meski telah memberikan perlawanan sengit.

Dengan hasil ini, Argentina memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka di fase gugur, sekaligus mencatatkan laga ke-5 berturut-turut tanpa kekalahan dalam 90 menit penuh. Drama extra time di Miami akan dikenang sebagai salah satu pertandingan paling menegangkan di babak 32 besar, di mana statistik tidak selalu menceritakan seluruh kisah di atas lapangan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS vina-melati

Data Journalist Hukum. Visualisasi data kejahatan dan analisis tren kriminal.

Comments (0)

User