Atlanta, Georgia — Argentina memastikan tiket ke final Piala Dunia 2026 setelah menumbangkan Inggris dengan skor akhir 2-1 pada laga semifinal yang digelar di Atlanta Stadium, Kamis (16/7/2026) dini hari WIB. Kemenangan ini menjadi momen emosional bagi skuad asuhan pelatih kepala tersebut, yang langsung merayakannya bersama para suporter di tribun stadion. Enzo Fernandez, gelandang tengah yang tampil sebagai motor permainan, terlihat berdiri berdampingan dengan kapten Lionel Messi memberikan aplaus penghormatan kepada fans yang memadati arena.
Laga berjalan dengan intensitas tinggi sejak menit awal. Argentina menerapkan formasi 4-3-3 dengan Enzo Fernandez sebagai regista di lini tengah, sementara Messi beroperasi sebagai false nine yang sering turun ke ruang antar lini. Inggris merespons dengan pendekatan 4-2-3-1 yang mengandalkan transisi cepat. Menit ke-23, Argentina membuka keunggulan lewat skema serangan balik yang diawali interception Enzo di area tengah lapangan. Bola dialirkan ke sisi kanan, lalu umpan silang rendah diselesaikan dengan tendangan first-time ke sudut kanan gawang. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.
Dominasi Statistik Babak Pertama
Data babak pertama menunjukkan Argentina unggul tipis dalam penguasaan bola dengan 54 persen berbanding 46 persen milik Inggris. Tiga shots on target diciptakan Argentina dari total tujuh percobaan, sementara Inggris hanya mencatat satu shots on target dari empat tendangan. Lini tengah Argentina yang dikomandoi Enzo Fernandez mencatatkan 89 persen akurasi umpan, dengan 42 operan sukses dari 47 percobaan. Bek Inggris harus bekerja ekstra keras menghadapi pergerakan Messi yang menarik keluar satu bek tengah, menciptakan ruang bagi penyerang sayap Argentina.
Memasuki babak kedua, Inggris meningkatkan tekanan. Menit ke-58, mereka menyamakan kedudukan lewat sundulan memanfaatkan sepak pojok. VAR sempat mengecek potensi offside, namun wasit mengesahkan gol tersebut setelah tinjauan singkat. Skor berubah menjadi 1-1 dan tempo pertandingan semakin panas. Dua kartu kuning dikeluarkan wasit dalam rentang sepuluh menit, masing-masing untuk gelandang bertahan Inggris dan bek sayap Argentina yang melanggar taktis.
Momen Kunci dan Assist Messi
Menit ke-74, momen penentu datang. Messi menerima bola di ruang sempit sekitar 25 meter dari gawang, menarik dua pemain bertahan Inggris, lalu melepaskan through ball terukur ke celah pertahanan. Penyerang Argentina yang berlari dari lini kedua menuntaskan peluang dengan tenang, mencatatkan assist kelima Messi sepanjang turnamen ini. Skor kembali berubah menjadi 2-1 untuk Argentina. Statistik akhir mencatat Argentina menutup laga dengan 51 persen penguasaan bola, enam shots on target, dan 12 peluang tercipta. Inggris mencatat empat shots on target dengan sembilan percobaan total.
Enzo Fernandez menjadi pemain dengan jarak tempuh tertinggi di laga ini, mencatat 11,8 kilometer dengan sembilan duel darat dimenangkan. Ia juga menyumbang tiga intersepsi krusial dan dua tekel bersih di area pertahanan. Kapten Argentina tersebut tampil penuh selama 90 menit, melepaskan empat umpan kunci dan menciptakan dua peluang besar. Messi sendiri mencatatkan 88 sentuhan bola, tertinggi di antara pemain lapangan kedua tim, meski bermain di usia yang tak lagi muda.
Reaksi Pelatih dan Jalur ke Final
"Kami tahu laga ini akan sulit. Inggris adalah tim dengan organisasi pertahanan yang rapat. Tapi para pemain menunjukkan mentalitas juara. Enzo memberikan keseimbangan luar biasa di lini tengah, dan Messi adalah pembeda ketika pertandingan berjalan ketat," ujar pelatih Argentina dalam sesi konferensi pers usai pertandingan.
Dengan hasil ini, Argentina melaju ke partai puncak dan akan menghadapi pemenang laga semifinal lainnya. Kemenangan atas Inggris sekaligus memperpanjang rekor tak terkalahkan Argentina dalam laga knockout Piala Dunia edisi ini. Inggris harus mengakhiri perjalanan mereka dengan catatan empat kemenangan dan satu kekalahan sepanjang turnamen. Statistik menunjukkan Inggris mencatat clean sheet sebanyak tiga kali sebelum laga semifinal ini, namun pertahanan mereka akhirnya bocor dua kali di Atlanta Stadium.
Perayaan di atas lapangan menjadi sorotan tersendiri. Enzo Fernandez dan Lionel Messi berdiri berdampingan, memberikan aplaus kepada ribuan suporter Argentina yang tidak berhenti bernyanyi sepanjang pertandingan. Momen tersebut menegaskan harmoni generasi dalam skuad Argentina, di mana pemain muda seperti Enzo menjadi tulang punggung, sementara Messi tetap menjadi ikon dan pemimpin di lapangan. Menjelang final, Argentina dipastikan kembali mengandalkan keseimbangan antara pengalaman dan energi muda yang telah membawa mereka sejauh ini.
Comments (0)