Oct 15, 2026
Olahraga

Messi Cs Rebut Piala Dunia 2026, Spanyol Tumbang di New Jersey

Skor akhir 2-1 untuk Argentina atas Spanyol dalam partai puncak Piala Dunia 2026 yang digelar di Stadion New York/New Jersey, East Rutherford, Senin 20 Juli 2026. Duel berjalan panas sejak menit awal,...

Messi Cs Rebut Piala Dunia 2026, Spanyol Tumbang di New Jersey

Skor akhir 2-1 untuk Argentina atas Spanyol dalam partai puncak Piala Dunia 2026 yang digelar di Stadion New York/New Jersey, East Rutherford, Senin 20 Juli 2026. Duel berjalan panas sejak menit awal, dengan tensi emosional yang meledak di babak kedua ketika Lionel Messi terlibat adu mulut dengan bek Spanyol Marc Cucurella sebelum wasit Slavko Vincic dari Slovenia menenangkan situasi bersama Enzo Fernandez.

Jalannya Pertandingan Babak Pertama

Argentina tampil dengan formasi 4-3-3, menempatkan Messi sebagai false nine yang bergerak bebas antara lini tengah dan pertahanan Spanyol. Spanyol merespons dengan 4-2-3-1, mengandalkan penguasaan bola mencapai 58 persen di paruh pertama. Menit ke-12, Cucurella harus bekerja keras menghalau penetrasi Messi di sisi kiri. Tiga menit berselang, La Roja membalas lewat tendangan jarak jauh yang masih melebar.

Gol pembuka lahir pada menit ke-23. Umpan terobosan Enzo Fernandez dari lini tengah membelah dua bek Spanyol, disambut sepakan kaki kiri Messi dari dalam kotak penalti. Kiper Spanyol tak berkutik. Skor 1-0 untuk Argentina, assist tercatat atas nama Enzo Fernandez.

Spanyol tak tinggal diam. Menit ke-31, penguasaan bola mereka berbuah peluang emas lewat skema sepak pojok. Namun, penyelesaian akhir masih lemah. Babak pertama ditutup dengan keunggulan tipis Argentina, meski shots on target Spanyol unggul 4-2.

Ketegangan Babak Kedua dan Momen Kunci

Memasuki babak kedua, Spanyol menaikkan garis pertahanan. Menit ke-52, serangan balik cepat Argentina hampir berbuah gol kedua, tetapi sepakan Messi membentur tiang gawang. Dua menit berselang, wasit Vincic mengeluarkan kartu kuning pertama untuk gelandang Spanyol setelah pelanggaran taktis menghentikan laju Enzo Fernandez.

Puncak ketegangan terjadi pada menit ke-67. Messi terlihat menunjuk ke arah Cucurella setelah terjadi adu fisik di sisi kanan pertahanan Spanyol. Wasit Vincic langsung menghampiri keduanya, sementara Enzo Fernandez ikut berdebat terkait keputusan sebelumnya. VAR sempat meninjau potensi pelanggaran, namun tidak ada perubahan keputusan.

Menit ke-74, Spanyol akhirnya menyamakan kedudukan. Gol penyama lahir dari skema serangan terorganisir, memanfaatkan celah di antara bek tengah dan full-back Argentina. Skor menjadi 1-1, penguasaan bola Spanyol menyentuh 61 persen, dan tekanan beralih ke kubu juara bertahan Copa America itu.

Gol Penentu dan Analisis Taktik

Argentina merespons dengan memasukkan penyerang tambahan pada menit ke-80, mengubah formasi menjadi 4-4-2 yang lebih agresif. Perubahan itu berbuah manis pada menit ke-86. Berawal dari serangan balik cepat, bola jatuh ke kaki Messi yang melepaskan assist terukurnya. Penyerang pengganti menyelesaikan peluang dengan sepakan first-time ke sudut jauh gawang. Skor 2-1 untuk Argentina, dan assist kedua Messi di laga ini menegaskan peran vitalnya.

Data akhir pertandingan: penguasaan bola Spanyol 59 persen, Argentina 41 persen. Shots on target Spanyol 7, Argentina 5. Jumlah kartu kuning tiga untuk Spanyol dan dua untuk Argentina, tanpa kartu merah. Clean sheet gagal diraih kedua tim, tetapi efektivitas serangan Argentina jauh lebih tinggi dengan konversi dua gol dari lima peluang tepat sasaran.

Reaksi dan Dampak Kemenangan

Pelatih Argentina menyebut kemenangan ini sebagai buah kedisiplinan taktik. "Kami tahu Spanyol akan menguasai bola. Yang kami siapkan adalah sabar menunggu ruang dan memaksimalkan transisi. Messi dan Enzo membaca pertandingan dengan sempurna," ujarnya dalam konferensi pers usai laga.

Di kubu Spanyol, pelatih menyoroti ketidakmampuan timnya memanfaatkan dominasi penguasaan bola. "Kami menciptakan lebih banyak peluang, tetapi sepak bola dinilai dari gol. Dua momen kelengahan kami harus dibayar mahal," katanya.

Dengan hasil ini, Argentina menutup turnamen dengan rekor tak terkalahkan di fase gugur, sementara Spanyol harus puas sebagai runner-up meski mencatat penguasaan bola rata-rata tertinggi sepanjang Piala Dunia 2026. Laga di East Rutherford ini akan dikenang sebagai final penuh drama, di mana Messi kembali membuktikan diri sebagai penentu di momen paling krusial.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS bayu-aji

Investigative Reporter. Spesialisasi: korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Comments (0)

User