Oct 10, 2026
Olahraga

Argentina Tumbang di Final Piala Dunia 2026, Spanyol Kuasai New Jersey

Skor akhir 2-1 untuk Spanyol. Peluit panjang wasit menandai berakhirnya drama 120 menit lebih di Stadion New York New Jersey, East Rutherford, Senin 20 Juli 2026, dan para pemain Timnas Argentina berj...

Argentina Tumbang di Final Piala Dunia 2026, Spanyol Kuasai New Jersey

Skor akhir 2-1 untuk Spanyol. Peluit panjang wasit menandai berakhirnya drama 120 menit lebih di Stadion New York New Jersey, East Rutherford, Senin 20 Juli 2026, dan para pemain Timnas Argentina berjalan keluar lapangan dengan kepala tertunduk. Kekalahan ini menjadi luka mendalam bagi Albiceleste yang datang ke final dengan status juara bertahan, namun harus mengakui ketangguhan La Roja dalam partai puncak yang berlangsung panas sejak menit pertama.

Stadion berkapasitas lebih dari 82 ribu penonton itu nyaris dipenuhi lautan biru-putih. Namun sorak sorai pendukung Argentina berangsur tenggelam ketika Spanyol mulai menguasai jalannya pertandingan. Penguasaan bola Spanyol menyentuh angka 58 persen sepanjang 90 menit, dengan 7 shots on target dari total 15 percobaan. Argentina sendiri mencatatkan 5 shots on target dari 11 tendangan, tetapi efektivitas di sepertiga akhir lapangan menjadi pembeda hasil akhir.

Babak Pertama: Spanyol Menekan Sejak Menit Awal

Formasi 4-3-3 yang diusung pelatih Spanyol langsung memperlihatkan intensitas tinggi. Menit ke-14, gelandang tengah Spanyol melepaskan umpan terobosan ke ruang antara bek tengah dan bek sayap Argentina. Skema offside trap yang diterapkan lini belakang Argentina nyaris patah, dan hanya ketenangan kiper yang menggagalkan peluang emas pertama.

Argentina merespons lewat serangan balik cepat dari sisi kanan. Menit ke-23, winger Argentina melepaskan tendangan mendatar dari luar kotak penalti, tetapi bola masih bisa diblok bek Spanyol. Statistik menunjukkan Argentina unggul dalam duel udara 61 persen, sayangnya keunggulan fisik itu tidak dikonversi menjadi gol.

Gol pembuka lahir di menit ke-38. Umpan silang matang dari sisi kiri disambut sundulan tajam yang tak mampu dijangkau kiper Argentina. Skor 1-0 untuk Spanyol bertahan hingga turun minum, sekaligus mencatatkan clean sheet sementara di babak pertama bagi La Roja.

Babak Kedua: VAR dan Kartu Kuning Mewarnai Jalannya Laga

Pelatih Argentina melakukan perubahan taktik di awal babak kedua, beralih ke 4-2-3-1 dengan menambah kreativitas di lini tengah. Hasilnya terlihat pada menit ke-57, ketika Argentina menyamakan kedudukan lewat tendangan first-time dari dalam kotak penalti setelah assist terukur dari sisi kanan. Skor 1-1 membuat stadion bergemuruh.

Namun momentum itu tidak bertahan lama. Menit ke-68, wasit menunjuk titik putih setelah meninjau ulang insiden pelanggaran lewat VAR. Spanyol tak menyia-nyiakan kesempatan dan kembali unggul 2-1. Sejak titik itu, tempo pertandingan meningkat tajam, diwarnai 4 kartu kuning untuk kedua tim dan beberapa pelanggaran keras di lini tengah.

Argentina berusaha menekan tinggi di 15 menit terakhir. Pelatih memasukkan dua penyerang tambahan untuk menambah daya gedor. Menit ke-84, sebuah tendangan keras dari luar kotak penalti masih membentur mistar gawang Spanyol. Peluang terakhir datang di menit ke-90+3 melalui situasi bola mati, tetapi sundulan pemain Argentina melebar tipis di sisi kanan gawang.

Statistik Kunci dan Catatan Akhir Pertandingan

Secara keseluruhan, Argentina mencatatkan akurasi umpan 84 persen, sedikit di bawah Spanyol yang menyentuh 89 persen. Jumlah pelanggaran Argentina lebih banyak, yakni 14 kali berbanding 9 milik Spanyol. Dalam hal expected goals, Argentina hanya menghasilkan 1,3 xG, sementara Spanyol mencatatkan 2,1 xG dari seluruh peluang yang diciptakan.

Perbedaan paling mencolok ada pada efisiensi penyelesaian akhir. Spanyol mampu mengonversi dua dari tujuh shots on target, sedangkan Argentina hanya mencetak satu dari lima. Kiper Spanyol tampil gemilang dengan 4 penyelamatan penting, termasuk satu penyelamatan refleks di menit ke-84 yang menjadi titik balik pertahanan mereka.

"Kami kehilangan konsentrasi di dua momen krusial. Sepak bola kadang sekeras ini. Para pemain sudah memberikan segalanya, tetapi Spanyol lebih klinis hari ini," ujar pelatih Argentina dalam sesi konferensi pers usai laga.

Dengan hasil ini, Spanyol keluar sebagai juara Piala Dunia 2026, sementara Argentina harus mengubur ambisi mempertahankan gelar. Para pemain Argentina berjalan meninggalkan lapangan tanpa banyak bicara, menyaksikan trofi yang dua tahun lalu mereka angkat kini berpindah tangan. Bagi publik sepak bola Tanah Air, pertandingan ini menjadi pelajaran pahit tentang pentingnya ketenangan di sepertiga akhir lapangan dan disiplin taktik selama 120 menit penuh. Turnamen telah usai, tetapi evaluasi bagi Argentina baru saja dimulai, terutama menjelang siklus kualifikasi dan regenerasi skuad untuk empat tahun ke depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User