Argentina Singkirkan Swiss, Gol Tunggal Alvarez Bawa ke Semifinal

Skor akhir 1-0 untuk Argentina atas Swiss di perempat final Piala Dunia 2026, Sabtu malam di MetLife Stadium, New Jersey. Sebuah gol tunggal Julian Alvarez pada menit ke-67 menjadi pembeda dalam laga ...

Argentina Singkirkan Swiss, Gol Tunggal Alvarez Bawa ke Semifinal

Skor akhir 1-0 untuk Argentina atas Swiss di perempat final Piala Dunia 2026, Sabtu malam di MetLife Stadium, New Jersey. Sebuah gol tunggal Julian Alvarez pada menit ke-67 menjadi pembeda dalam laga yang berlangsung ketat dan minim peluang emas. Tim asuhan Lionel Scaloni mengamankan tempat di semifinal meskipun harus bekerja ekstra keras membongkar pertahanan rapat Swiss yang tampil sangat disiplin selama 90 menit.

Sejak peluit pertama dibunyikan, Argentina langsung mengambil inisiatif serangan. Dengan formasi 4-3-3, Scaloni menurunkan starting XI terbaiknya: Emiliano Martinez di bawah mistar, barisan belakang Molina-Romero-Otamendi-Tagliafico, trio gelandang Enzo Fernandez-Mac Allister-De Paul, serta tridente Alvarez-Messi-Garnacho di lini depan. Swiss, di sisi lain, tampil dengan formasi 5-3-2 yang sangat defensif di bawah arahan Murat Yakin, mengandalkan serangan balik cepat melalui Amdouni dan Embolo.

Babak Pertama: Dominasi Tanpa Gol

Argentina mencatatkan penguasaan bola mencapai 68% sepanjang 45 menit pertama, namun hanya mencatatkan dua shots on target dari total delapan percobaan. Swiss bermain dengan blok rendah dan sangat rapat, menyulitkan Messi dan kawan-kawan menemukan celah. Menit ke-15, Messi melepaskan tendangan bebas melengkung dari jarak 22 meter yang masih bisa ditepis kiper Gregor Kobel dengan gemilang. Tiga menit berselang, giliran Garnacho yang menusuk dari sisi kiri dan melepaskan tembakan menyilang, namun bola hanya membentur tiang luar.

Swiss nyaris mencuri gol pada menit ke-31 melalui skema serangan balik (counter attack). Embolo berhasil lolos dari jebakan offside dan berhadapan satu lawan satu dengan Martinez, namun tendangan rendahnya masih bisa diblok dengan kaki oleh kiper Aston Villa tersebut. Statistik mencatat Swiss hanya menciptakan 0,18 expected goals (xG) di babak pertama, sementara Argentina mengakumulasi 0,94 xG — menunjukkan dominasi yang belum efektif.

Babak Kedua: Gol Krusial dan Kartu Merah

Memasuki babak kedua, intensitas permainan meningkat. Argentina meningkatkan tempo dan mulai mengeksploitasi sisi lebar melalui overlapping Molina dan Tagliafico. Gol yang dinantikan akhirnya tercipta pada menit ke-67. Berawal dari umpan terobosan brilian Messi yang mengoyak lini belakang Swiss, Julian Alvarez yang berlari tanpa pengawalan sukses mengontrol bola dengan dada dan melepaskan tendangan voli mendatar yang tak bisa dijangkau Kobel. Assist ke-12 Messi di Piala Dunia sepanjang kariernya, menyamai rekor legenda Diego Maradona.

Swiss terpaksa bermain dengan sepuluh orang sejak menit ke-78 setelah Manuel Akanji menerima kartu kuning kedua akibat pelanggaran keras terhadap Mac Allister. VAR sempat melakukan pengecekan, namun wasit menegaskan keputusan di lapangan. Kehilangan satu pemain membuat Swiss semakin kesulitan keluar dari tekanan, meskipun sempat menciptakan kans melalui sundulan Elvedi pada menit ke-85 yang melambung tipis di atas mistar gawang Martinez.

Argentina menutup laga dengan total penguasaan bola 64% berbanding 36%, dengan 16 tembakan (5 shots on target) dibandingkan 6 tembakan (2 on target) milik Swiss. Statistik operan sukses mencapai 587 untuk Argentina, dibanding 243 milik Swiss, menggambarkan betapa dominannya La Albiceleste dalam penguasaan bola sepanjang pertandingan.

Analisis: Pertahanan Solid dan Momen Individual

Kunci kemenangan Argentina terletak pada kesabaran membangun serangan dan ketajaman di momen krusial. Julian Alvarez membuktikan diri sebagai penyerang yang selalu hadir di saat dibutuhkan, mencetak gol kelimanya di turnamen ini. Messi, meski tidak mencetak gol, menjadi kreator utama dengan tiga key passes dan assist penentu. Di sektor pertahanan, Cristian Romero tampil luar biasa dengan lima clearance dan dua intersep vital yang mematahkan beberapa peluang berbahaya Swiss. Clean sheet ketiga berturut-turut bagi Emiliano Martinez juga menjadi fondasi penting dalam perjalanan Argentina di fase gugur.

Di kubu Swiss, performa Kobel layak mendapat apresiasi. Kiper Borussia Dortmund itu melakukan empat penyelamatan penting, termasuk dua di antaranya tergolong kategori "big save" di kotak penalti. Namun, ketidakmampuan Swiss menciptakan kreativitas dari lini tengah menjadi kelemahan fatal. Granit Xhaka yang biasanya menjadi motor serangan terlalu sibuk membantu pertahanan, sehingga transisi ofensif Swiss berjalan lambat dan mudah dipatahkan oleh pressing ketat Argentina.

"Kami tahu ini akan sulit. Swiss tim yang sangat terorganisir. Tapi para pemain menunjukkan kesabaran dan kualitas. Julian lagi-lagi membuktikan instingnya di depan gawang. Kami selangkah lagi dari final," ujar Scaloni dalam konferensi pers pasca pertandingan.

Dengan kemenangan ini, Argentina akan menghadapi pemenang antara Brasil dan Jerman di semifinal. Sementara Swiss harus pulang dengan kepala tegak setelah menorehkan pencapaian terbaik sejak era 1950-an. Statistik Opta mencatat ini pertama kalinya Argentina meraih clean sheet di tiga pertandingan fase gugur Piala Dunia sejak 1998, mempertegas reputasi mereka sebagai salah satu kandidat juara terkuat di edisi 2026.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User