Tchouameni Buka Jalan, Madrid Singkirkan Benfica

Real Madrid melenggang mulus ke babak 16 besar Liga Champions setelah menumbangkan Benfica 3-1 (agregat 5-2) dalam leg kedua play-off di Santiago Bernabeu, Kamis (26/2/2026) dini hari WIB. Kemenangan ...

Tchouameni Buka Jalan, Madrid Singkirkan Benfica

Real Madrid melenggang mulus ke babak 16 besar Liga Champions setelah menumbangkan Benfica 3-1 (agregat 5-2) dalam leg kedua play-off di Santiago Bernabeu, Kamis (26/2/2026) dini hari WIB. Kemenangan ini ditegaskan oleh performa dominan Los Blancos sejak menit awal dan dikunci oleh gol pembuka yang dicetak oleh gelandang bertahan yang sedang naik daun, Aurelien Tchouameni.

Babak Pertama: Gol Cepat Tchouameni Ubah Momentum

Menit ke-23, publik Bernabeu meledak. Bermula dari skema bola mati yang dirancang apik, Federico Valverde mengirimkan umpan tendangan bebas melengkung dari sisi kiri ke jantung kotak penalti. Tchouameni, yang bergerak tanpa kawalan ketat, melompat lebih tinggi dari bek Nicolas Otamendi dan menyundul bola dengan keras ke sudut kiri bawah gawang yang tak mampu dijangkau kiper Anatoliy Trubin. Gol ini memecah kebuntuan dan mengubah total alur psikologis laga. Sebelum gol itu, Benfica mencoba menerapkan pressing tinggi dengan formasi 4-2-3-1 yang membuat aliran bola Madrid sedikit tersendat. Dalam 20 menit awal, penguasaan bola sempat terbagi nyaris imbang: 52% untuk tuan rumah, 48% untuk tim tamu. Namun setelah gol, Madrid seperti menemukan ritme sejatinya. Penempatan posisi pemain yang rapi—dengan formasi 4-3-3 fleksibel ala Ancelotti—membuat Benfica kesulitan membangun serangan dari lini kedua.

Menjelang turun minum, Madrid menggandakan keunggulan. Serangan balik cepat pada menit 45+1 yang dimotori oleh Vinicius Jr di sayap kiri berakhir dengan umpan tarik terukur ke mulut gawang. Kylian Mbappe yang menanti di tiang dekat dengan tenang menyontek bola ke gawang kosong. Skor 2-0 di babak pertama benar-benar menghukum ketidakefektifan Benfica yang hanya mencatatkan 1 shot on target dari 4 percobaan, berbanding 5 tembakan tepat sasaran dari 9 peluang milik Madrid.

Dominasi Los Blancos di Babak Kedua dan Gol Hiburan Benfica

Usai jeda, Madrid tetap mengontrol permainan tanpa perlu tampil dalam tempo tinggi. Pelatih Carlo Ancelotti bahkan sempat menarik Eduardo Camavinga untuk memberi menit bermain kepada pemain muda Nico Paz. Di menit 67, keunggulan agregat semakin tak terkejar setelah Vinicius Jr mencatatkan namanya di papan skor. Memanfaatkan kemelut di kotak penalti hasil sepak pojok Luka Modric, bola liar disambar oleh sang winger Brasil dengan tendangan voli kaki kiri dari jarak 12 meter. Gol ketiga ini menegaskan betapa rapuhnya pertahanan Benfica malam itu.

Benfica baru bisa memperkecil ketertinggalan pada menit 78 lewat titik putih. Setelah pengecekan VAR selama dua menit, wasit menunjuk titik penalti karena handball yang dilakukan Antonio Rudiger saat mencoba menghalau umpan silang. Arthur Cabral yang menjadi eksekutor sukses mengecoh kiper Thibaut Courtois. Namun, gol ini tak lebih dari sekadar hiburan. Statistik akhir menunjukkan dominasi mutlak: penguasaan bola 62% untuk Madrid, dengan total 8 shots on target berbanding 3 milik Benfica. Para pemain asuhan Roger Schmidt hanya mampu melepaskan satu tembakan berbahaya dari permainan terbuka sepanjang 90 menit.

Analisis Taktik dan Performa Individu

Pilihan Ancelotti untuk memainkan Tchouameni sebagai pivot tunggal dengan instruksi naik membantu serangan saat bola mati terbukti jenius. Pemain asal Prancis itu tidak hanya mencetak gol, tetapi juga mencatatkan 4 sapuan, 3 intersep, dan akurasi umpan 93%. Duetnya dengan Valverde dan Modric di lini tengah membuat Madrid unggul dalam duel kedua bola, memenangi 58% ground duel sepanjang laga. Di sisi lain, Benfica tampak kehilangan kreativitas tanpa kehadiran gelandang serang andalan mereka yang absen karena akumulasi kartu. Otamendi dan Antonio Silva terlalu sering terpancing keluar dari posisinya, menciptakan ruang lebar yang dieksploitasi oleh kecepatan Vinicius dan Mbappe.

Komentar Pelatih dan Langkah Selanjutnya

“Kami tampil sangat disiplin dan efisien. Gol pertama dari Tchouameni membuka segalanya. Malam ini, kami menunjukkan karakter tim yang siap bertarung di fase selanjutnya,” ujar Carlo Ancelotti dalam konferensi pers usai laga.

Kemenangan ini memastikan langkah Real Madrid ke undian babak 16 besar, sembari menjaga catatan clean sheet tidak sempurna tetapi solid dalam dua laga kandang fase gugur. Benfica harus mengakui keunggulan pengalaman dan kualitas individu sang lawan. Kini, perhatian Madrid tertuju pada undian hari Jumat, sementara Benfica kembali fokus ke kompetisi domestik dengan pekerjaan rumah besar di lini pertahanan.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User