Argentina Singkirkan Prancis Lewat Adu Penalti di Final Piala Dunia 2022

Lusail Stadium, Qatar menjadi saksi bisu sebuah drama futbol yang akan dikenang sepanjang masa. Skor akhir 3-3 memaksa Argentina dan Prancis melakoni adu penalti yang berakhir dengan kemenangan La Alb...

Sep 01, 2026 - 00:08
0 3
Argentina Singkirkan Prancis Lewat Adu Penalti di Final Piala Dunia 2022

Lusail Stadium, Qatar menjadi saksi bisu sebuah drama futbol yang akan dikenang sepanjang masa. Skor akhir 3-3 memaksa Argentina dan Prancis melakoni adu penalti yang berakhir dengan kemenangan La Albiceleste 4-2, memastikan Lionel Messi mengangkat trofi Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam kariernya yang legendaris.

Menit ke-23, wasit menunjuk titik putih setelah Gonzalo Montiel dijatuhkan di dalam kotak penalti. Messi dipercaya mengemas bola dan menendang ke sudut kiri bawah gawang Hugo Lloris. Gol itu membawa Argentina unggul 1-0 dan seolah membuka jalan menuju kemenangan mudah. Namun, Les Bleus yang bermain tanpa Antoine Griezmann di starting XI mereka memiliki rencana berbeda.

Argentina Dominasi Babak Pertama

Formasi 4-3-3 yang diterapkan Lionel Scaloni berjalan sempurna di 45 menit pertama. Argentina menguasai bola hingga 56% dengan 5 shots on target dari total 8 percobaan. Menit ke-36, Ángel Di María menambah satu gol lagi setelah menerima umpan terobosan dari Rodrigo De Paul. Tendangan first-time pemain sayap itu menghujam ke pojok kanan atas gawang Lloris, membuat skor berubah 2-0 untuk Argentina saat paruh waktu berakhir.

Penguasaan bola Argentina yang begitu dominan di babak pertama tidak lepas dari peran Rodrigo De Paul yang terus mendesak lini tengah Prancis. Kylian Mbappé yang beroperasi di sektor sayap kanan justru gagal menciptakan peluang berarti karena bola jarang sampai ke kakinya. Didier Deschamps harus melakukan perubahan radikal di interval istirahat untuk menghidupkan kembali permainan Les Bleus.

Comeback Mengagumkan Prancis di Babak Kedua

Deschamps memasukkan Randal Kolo Muani dan Marcus Thuram menggantikan Ousmane Dembélé serta Olivier Giroud. Keputusan itu membuahkan hasil spektakuler. Menit ke-80, Mbappé menerima bola dari Kolo Muani dan melepaskan tendangan first-time dari dalam kotak penalti yang tidak bisa dijangkau Emiliano Martínez. Hanya 97 detik kemudian, Mbappé kembali mencatatkan namanya di papan skor melalui tendangan keras dari luar kotak setelah bola muntahan dari tendangan sudut.

Skor 2-2 memaksa pertandingan berlanjut ke waktu tambahan. Penguasaan bola Prancis meningkat drastis menjadi 58% di babak kedua, mengindikasikan kelelahan yang menyerang pemain-pemain Argentina. Emiliano Martínez tampil heroic dengan mencatatkan 4 saves krusial yang mencegah Prancis menambah gol sebelum waktu normal berakhir.

Drama Extra Time dan Penalti Penentu

Menit ke-108, Messi kembali mencatatkan namanya di papan skor setelah bola muntahan dari tendangan Kolo Muani mengenai tangan Montiel dan jatuh ke kakinya. Gol itu sempat memicu perdebatan panjang antara Messi dan Mbappé, namun wasit mengesahkannya setelah konsultasi VAR. Mbappé tidak menyerah dan kembali mencetak gol melalui tendangan penalti yang dia sendiri获得的 setelah dilanggar di kotak penalti.

Menit ke-118, skor imbang 3-3 memaksa semuanya ditentukan melalui adu penalti. Emiliano Martínez menjadi pahlawan dengan menepis tendangan Kingsley Coman di ronde kedua. Colo Muani juga gagal menjalankan tugasnya di ronde ketiga setelah Martínez membaca arah tendangannya. Argentina memastikan kemenangan 4-2 melalui eksekusi Montiel, Enzo Fernández, dan Paredes yang semuanya akurat.

Statistik Pertandingan:

Argentina: Skor akhir 3-3, menang 4-2 via adu penalti. Gol dicetak Messi (23', 108') dan Di María (36'). Penguasaan bola 48%. 6 shots on target dari total 13 percobaan. 3 kartu kuning untuk Montiel, Acuña, dan Otamendi. Starting XI: Martínez; Molina, Romero, Otamendi, Acuña; De Paul, Enzo Fernández, Mac Allister; Messi, Julián Álvarez, Di María.

Prancis: Gol dicetak Mbappé (80', 81', 118'). Penguasaan bola 52%. 8 shots on target dari total 14 percobaan. 2 kartu kuning untuk Tchouaméni dan Coman. Starting XI: Lloris; Koundé, Varane, Upamecano, Hernández; Rabiot, Tchouaméni, Griezmann; Dembélé, Giroud, Mbappé.

"Messi layak mendapatkan trofi ini. Dia adalah pemain terbaik sepanjang masa, dan malam ini dia membuktikannya di panggung terbesar," tutur kapten Argentina itu dalam wawancara pasca-pertandingan.

Kemenangan ini memastikan Argentina meraih gelar juara dunia untuk ketiga kalinya setelah sebelumnya meraih trofi tersebut pada tahun 1978 dan 1986. Messi, yang memainkan laga terakhirnya di pentas Piala Dunia, menutup kariernya dengan cara paling sempurna. clean sheet yang gagal diraih Martínez di waktu normal tidak menjadi masalah karena最终 dia menjadi penentu di adu penalti. Pertandingan ini menandai akhir dari era Messi di Timnas Argentina sekaligus membuka lembaran baru bagi Kylian Mbappé yang baru berusia 23 tahun namun sudah mencatatkan 12 gol di dua edisi Piala Dunia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User