Skor akhir 2-1 untuk Argentina atas Swiss setelah pertandingan perempat final Piala Dunia 2026 di Kansas City berlangsung hingga babak extra time. Drama kartu merah, gol penyeimbang di menit akhir, dan gol kemenangan di masa perpanjangan waktu mewarnai laga yang berlangsung selama 120 menit ini.
Sejak menit awal, Argentina tampil dominan dengan penguasaan bola mencapai 63 persen sepanjang waktu normal. Formasi 4-3-3 yang diterapkan pelatih Argentina membuat lini tengah Swiss kewalahan menghadapi kombinasi umpan pendek dan penetrasi dari sisi sayap. Namun, Swiss yang menggunakan formasi 4-2-3-1 bertahan disiplin dengan compact defense, menutup ruang di antara lini belakang dan gelandang bertahan.
Menit ke-23, Argentina membuka keunggulan lewat tendangan keras dari luar kotak penalti. Bola hasil umpan pendek dari sisi kiri pertahanan Swiss diselesaikan dengan sepakan first-time yang menghujam sudut kanan gawang. Kiper Swiss sebenarnya sempat memperkirakan arah bola, tetapi kecepatan tembakan tidak memberinya kesempatan untuk melakukan penyelamatan.
Kartu Merah Embolo, Titik Balik Kontroversial
Memasuki menit ke-58, pertandingan berubah arah ketika wasit Joao Pinheiro dari Portugal mengeluarkan kartu merah langsung kepada penyerang Swiss, Breel Embolo. Insiden bermula dari duel udara di tengah lapangan yang berujung pada pelanggaran keras terhadap pemain Argentina. Wasit awalnya memberikan kartu kuning, tetapi setelah berkonsultasi dengan VAR, keputusan diubah menjadi kartu merah karena dinilai melakukan pelanggaran serius yang membahayakan keselamatan lawan.
"Keputusan itu sangat menentukan jalannya pertandingan. Kami kehilangan ujung tombak dan harus bermain dengan sepuluh pemain selama lebih dari 60 menit," ujar pelatih Swiss dalam konferensi pers setelah laga.
Bermain dengan sepuluh pemain justru membuat Swiss tampil lebih berani. Pelatih Swiss mengubah formasi menjadi 4-4-1, mengandalkan serangan balik cepat melalui sisi sayap. Perubahan ini membuahkan hasil di menit ke-82. Sebuah serangan balik cepat berbuah tendangan sudut. Bola sepak pojok disundul oleh bek tengah Swiss yang tidak terkawal di tiang jauh. Bola masuk ke gawang Argentina, menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Gol tersebut menjadi pukulan telak bagi Argentina yang sepanjang laga mendominasi jalannya pertandingan.
Statistik Pertandingan: Dominasi Tanpa Penyelesaian
Data statistik menunjukkan Argentina mencatatkan 21 shots dengan 8 shots on target, sementara Swiss hanya memiliki 5 shots dengan 2 shots on target. Penguasaan bola Argentina mencapai 67 persen hingga akhir extra time. Argentina juga menciptakan 11 peluang emas dibandingkan Swiss yang hanya menciptakan 3 peluang emas. Akurasi umpan Argentina tercatat 88 persen76 persen.
Namun, efisiensi penyelesaian akhir menjadi masalah bagi Argentina sepanjang waktu normal. Kiper Swiss mencatatkan 7 penyelamatan penting, beberapa di antaranya merupakan penyelamatan krusial di menit-menit akhir yang memaksa laga berlanjut ke extra time.
Extra Time dan Gol Kemenangan di Menit 112
Memasuki babak perpanjangan waktu, Argentina meningkatkan intensitas serangan. Pelatih Argentina memasukkan dua pemain segar untuk menambah daya gedor di sepertiga akhir lapangan. Menit ke-112, gol kemenangan akhirnya tercipta. Berawal dari pergerakan individu di sisi kanan, pemain Argentina melepaskan umpan silang rendah yang disambut oleh penyerang di depan gawang. Bola meluncur deras ke dalam gawang dan membawa Argentina unggul 2-1.
Swiss nyaris menyamakan kedudukan di menit ke-118 melalui sundulan yang membentur tiang gawang. Hingga peluit panjang berbunyi, Argentina berhasil mempertahankan keunggulan dan memastikan tiket ke babak semifinal. Kemenangan ini menjadi clean sheet kedua bagi Argentina di fase gugur, meski harus melewati drama 120 menit yang menguras energi.
Argentina selanjutnya akan menghadapi pemenang antara dua tim unggulan di babak semifinal. Dengan performa penguasaan bola yang superior namun penyelesaian akhir yang masih perlu dievaluasi, pelatih Argentina memiliki pekerjaan rumah menjelang laga krusial berikutnya. Swiss harus menerima kenyataan pahit tersingkir di perempat final setelah bermain heroik dengan sepuluh pemain.
Comments (0)