Argentina Kalahkan Prancis Lewat Adu Penalti Final Piala Dunia

Lusail, Qatar – Stadion Lusail menjadi saksi salah satu partai final paling epik dalam sejarah Piala Dunia saat Argentina mengalahkan Prancis 4-2 melalui adu penalti setelah bermain imbang 3-3 selam...

Argentina Kalahkan Prancis Lewat Adu Penalti Final Piala Dunia

Lusail, Qatar – Stadion Lusail menjadi saksi salah satu partai final paling epik dalam sejarah Piala Dunia saat Argentina mengalahkan Prancis 4-2 melalui adu penalti setelah bermain imbang 3-3 selama 120 menit. La Albiceleste sukses membawa pulang trofi ketiga mereka, mengakhiri penantian 36 tahun sejak terakhir kali menjuarai turnamen ini pada 1986. Pertandingan yang mempertemukan dua filosofi berbeda ini berlangsung dengan tempo tinggi dan diwarnai drama menegangkan hingga detik terakhir.

Susunan Pemain dan Formasi Awal

Argentina di bawah asuhan Lionel Scaloni menurunkan formasi 4-3-3 dengan Lionel Messi sebagai ujung tombak bersama Julian Alvarez dan Angel Di Maria di sisi sayap. Emiliano Martinez tetap menjadi pilihan utama di bawah mistar. Sementara itu, Prancis mengandalkan skema 4-2-3-1 dengan Olivier Giroud sebagai penyerang tengah dan Kylian Mbappe menyokong dari sayap kiri. Absennya beberapa pemain kunci akibat cedera membuat Didier Deschamps sedikit merombak lini tengah.

Statistik awal memperlihatkan Argentina langsung mengambil inisiatif. Tercatat, penguasaan bola mencapai 59% pada 15 menit pertama, dengan umpan-umpan pendek rapat yang menyulitkan pressing Prancis. Di sisi lain, Prancis hanya mencatatkan satu tembakan melebar sepanjang paruh awal babak pertama.

Dominasi Argentina di Babak Pertama

Argentina membuka skor lewat titik penalti pada menit ke-23. Angel Di Maria yang menusuk dari sisi kiri dijatuhkan oleh Ousmane Dembele di kotak terlarang. Wasit menunjuk titik putih, dan Lionel Messi dengan tenang mengeksekusi bola ke sudut kanan gawang Hugo Lloris. Keunggulan ini memberi energi bagi para pemain Argentina untuk terus menekan.

Pada menit ke-36, serangan balik cepat berbuah gol kedua. Mac Allister melepaskan umpan terobosan yang diselesaikan Di Maria dengan tendangan first-time mendatar. Skor menjadi 2-0. Sepanjang paruh pertama, Argentina unggul dalam penguasaan bola (54%) dan tembakan tepat sasaran (4:0). Sementara itu, Prancis bahkan belum sekalipun mengancam gawang Emi Martinez. Dominasi ini memaksa Deschamps menarik keluar Giroud dan Dembele serta memasukkan Marcus Thuram dan Kolo Muani sebelum menit ke-45.

Kebangkitan Mbappe di Babak Kedua

Prancis bangkit dengan perbedaan karakter yang mencolok di babak kedua. Pasukan Les Bleus meningkatkan intensitas pressing dan memanfaatkan kecepatan Mbappe. Hasilnya, pada menit ke-80, Kolo Muani dilanggar di kotak penalti. Mbappe yang maju sebagai eksekutor sukses memperkecil kedudukan menjadi 1-2. Hanya berselang 97 detik, sebuah serangan dari sisi kiri menghasilkan umpan tarik yang disambut voli akrobatik Mbappe untuk menyamakan skor 2-2 pada menit ke-81. Dua gol dalam dua menit itu membalikkan momentum pertandingan.

Tekanan Prancis terus berlanjut. Sepanjang 45 menit kedua, mereka menciptakan 4 tembakan tepat sasaran dibanding 2 milik Argentina. Pertahanan Argentina yang sebelumnya kokoh terlihat goyah, sementara lini tengah mulai kehilangan kendali. Skor imbang memaksa pertandingan berlanjut ke babak perpanjangan waktu.

Drama Dua Gol di Perpanjangan Waktu

Pada menit-menit awal babak tambahan, Argentina kembali memegang kendali. Messi kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-108. Dalam kemelut di depan gawang Prancis, bola liar hasil tembakan Lautaro Martinez disambar Messi dengan insting predator. Sempat ada peninjauan VAR karena dugaan offside, namun wasit menyatakan gol sah. Argentina memimpin 3-2.

Namun, Prancis belum menyerah. Di menit ke-118, tangan Gonzalo Montiel mengenai bola dalam kotak penalti setelah blok terhadap tendangan Mbappe. Wasit kembali menunjuk titik putih. Mbappe menyelesaikan hat-trick-nya dengan tembakan keras ke pojok kanan gawang. Skor imbang 3-3 bertahan hingga peluit akhir, memaksa adu penalti.

Adu Penalti Penentu dan Heroisme Emiliano Martinez

Di babak adu tos-tosan, Emiliano Martinez tampil sebagai pahlawan. Kiper Aston Villa itu menggagalkan penalti Kingsley Coman dan Aurelien Tchouameni yang melebar. Sementara itu, penendang Argentina—Messi, Dybala, Paredes, dan Montiel—berhasil menjalankan tugas dengan sempurna. Gol kemenangan dicetak Montiel, yang menebus kesalahannya dengan sepakan tenang ke sudut gawang. Argentina menang adu penalti 4-2 dan meraih gelar juara dunia ketiga.

"Kami menunjukkan mentalitas juara. Para pemain pantas mendapatkan ini setelah pengorbanan panjang," ujar Scaloni seusai laga.

Statistik Kunci dan Performa Individu

Lionel Messi menutup Piala Dunia terakhirnya dengan kontribusi monumental: dua gol, 7 tembakan (3 tepat sasaran), 3 dribel sukses, dan 86% akurasi umpan. Ia dianugerahi Bola Emas sebagai pemain terbaik turnamen. Di kubu lawan, Kylian Mbappe menjadi bintang dengan hat-trick bersejarah—pemain kedua yang mencetak tiga gol di final Piala Dunia. Ia melepaskan 4 tembakan tepat sasaran dan memenangkan 5 duel sepanjang laga.

Secara tim, Argentina unggul dalam penguasaan bola (54%) dan total tembakan (12:8), namun Prancis lebih klinis di babak kedua dengan memaksimalkan peluang. Pertandingan berjalan dalam koridor sportivitas tinggi: hanya 2 kartu kuning dikeluarkan sepanjang 120 menit. Kemenangan ini menasbihkan Argentina sebagai tim tak terkalahkan sejak kekalahan dari Arab Saudi di laga pembuka grup, sekaligus mengukuhkan generasi emas yang sebelumnya menjuarai Copa America 2021.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fajar-ramadhan

Editor Hukum. Alumni FH UI. Meliput pengadilan, MA, dan judicial review.

Comments (0)

User