Argentina Kalahkan Swiss 2-1, Messi dan Wasit Pinheiro Terlibat Perdebatan Panas

Stadion Kansas City bergemuruh pada 12 Juli 2026 ketika Argentina memastikan tempat di semifinal Piala Dunia 2026 dengan kemenangan tipis 2-1 atas Swiss. Namun, sorotan utama justru tertuju pada kapte...

Argentina Kalahkan Swiss 2-1, Messi dan Wasit Pinheiro Terlibat Perdebatan Panas

Stadion Kansas City bergemuruh pada 12 Juli 2026 ketika Argentina memastikan tempat di semifinal Piala Dunia 2026 dengan kemenangan tipis 2-1 atas Swiss. Namun, sorotan utama justru tertuju pada kapten Argentina, Lionel Messi, yang terlibat adu argumen sengit dengan wasit asal Portugal, Joao Pinheiro, di penghujung laga. Momen itu menjadi puncak dari pertandingan yang dipenuhi tensi tinggi dan dua keputusan kontroversial.

Babak Pertama: Dominasi Argentina dan Gol Pembuka

Argentina memulai pertandingan dengan formasi 4-3-3 andalan, menempatkan Lautaro Martinez sebagai ujung tombak, didukung oleh Messi di sayap kanan dan Angel Di Maria di kiri. Swiss asuhan Murat Yakin menerapkan 4-2-3-1 dengan Breel Embolo sebagai target man. Sejak peluit awal, Argentina mendominasi penguasaan bola, mencatatkan 58% ball possession di babak pertama dan melepaskan tiga tembakan tepat sasaran.

Gol yang ditunggu-tunggu datang pada menit ke-34. Berawal dari skema serangan cepat, Messi menusuk dari sisi kanan dan mengirimkan umpan terobosan memotong garis pertahanan Swiss. Lautaro Martinez, dengan satu sentuhan cerdas, berhasil menaklukkan kiper Gregor Kobel. Assist Messi itu menambah koleksi assist-nya di Piala Dunia menjadi delapan, menyamai rekor legenda Argentina, Diego Maradona. Swiss sempat memberikan perlawanan melalui tendangan jarak jauh Denis Zakaria pada menit ke-41, namun masih bisa dimentahkan Emiliano Martinez. Hingga turun minum, skor tetap 1-0 untuk Argentina dengan statistik shots on target 3-2.

Kontroversi Penalti: VAR Intervensi, Messi Ganda Keunggulan

Memasuki babak kedua, intensitas serangan Argentina meningkat. Pada menit ke-65, insiden krusial terjadi. Messi menerima bola di dalam kotak penalti dan beradu sprint dengan bek Swiss, Fabian Schar. Kontak fisik terjadi, dan Messi terjatuh. Wasit Pinheiro awalnya menganggap insiden itu sebagai benturan wajar dan meminta permainan dilanjutkan. Namun, setelah mendapat sinyal dari ruang VAR, ia berlari ke monitor lapangan untuk meninjau ulang kejadian.

Setelah peninjauan selama hampir dua menit, Pinheiro menunjuk titik putih. Keputusan ini memicu protes keras para pemain Swiss, yang menilai Schar tidak melakukan pelanggaran. Kartu kuning dikeluarkan untuk kapten Swiss, Granit Xhaka, karena dianggap berlebihan dalam protes. Messi maju sebagai eksekutor dan dengan dingin mengarahkan bola ke sudut kiri bawah gawang, sementara Kobel bergerak ke arah berlawanan. Skor berubah menjadi 2-0 pada menit ke-68 sekaligus menandai gol ke-14 Messi di Piala Dunia, menjadikannya pencetak gol terbanyak sepanjang masa Argentina di turnamen ini.

"Kami menjalankan strategi dengan baik, tetapi keputusan wasit seperti penalti itu kadang sulit kami pahami. Namun, kami harus menghormatinya karena VAR sudah memberikan tinjauan," ujar pelatih Swiss, Murat Yakin, seusai laga.

Gol Balasan Swiss dan Debat Panas Messi dengan Pinheiro

Tertinggal dua gol tidak membuat Swiss menyerah. Pada menit ke-78, mereka berhasil memperkecil ketertinggalan lewat skema sepak pojok. Umpan silang Xherdan Shaqiri disambut sundulan Manuel Akanji yang membentur mistar gawang. Bola muntah langsung disambar Breel Embolo dan menjebol jala Martinez. Gol ini mengubah momentum—Swiss kini lebih berani menyerang dan mencatatkan penguasaan bola 48% secara keseluruhan, naik dari 42% di babak pertama.

Klimaks pertandingan terjadi pada menit ke-89. Sebuah umpan silang Messi dari sisi kiri mengenai tangan bek Swiss, Cedric Zesiger, yang terlihat aktif bergerak ke arah bola. Seluruh pemain Argentina, termasuk Messi, berteriak meminta penalti. Namun, kali ini wasit Pinheiro bergeming, menganggap tangan Zesiger dalam posisi alami saat bola mengenai lengannya. Messi langsung menghampiri sang pengadil, berdebat dengan gestur tangan yang ekspresif. Pinheiro mengeluarkan kartu kuning untuk Messi karena protes berlebihan.

"Leo adalah pemimpin di lapangan. Wajar jika ia mempertanyakan keputusan yang menurut kami merugikan. Tapi kami harus fokus pada hasil, bukan kontroversi," kata pelatih Argentina, Lionel Scaloni.

Lima menit injury time berjalan dengan tensi tinggi. Swiss mencatatkan dua tembakan akurat tambahan melalui sundulan Embolo dan tendangan bebas Shaqiri, namun Emiliano Martinez tampil gemilang. Hingga peluit panjang berbunyi, Argentina bertahan dengan keunggulan 2-1. Statistik keseluruhan menunjukkan penguasaan bola Argentina 52%-48%, total shots 14-11, shots on target 6-5, pelanggaran 17-14, serta kartu kuning 3-2.

Kemenangan ini membawa Argentina melaju ke semifinal, namun perdebatan antara Messi dan Pinheiro menjadi topik utama pasca-pertandingan. Akankah FIFA mengevaluasi performa tim wasit Portugal tersebut? Yang pasti, drama di Kansas City akan dikenang sebagai salah satu laga paling kontroversial di Piala Dunia 2026.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
vina-melati

Data Journalist Hukum. Visualisasi data kejahatan dan analisis tren kriminal.

Comments (0)

User