Albianca Raula Gemilang, Cipta Cendikia Rebut Trofi HYDROPLUS All-Stars U-15
Kudus, 12 Juli 2026 – Cipta Cendikia Football Academy berhasil mengangkat trofi HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026 setelah menumbangkan Goal Aksis dengan skor tipis 2-1 dalam laga final yan...
Kudus, 12 Juli 2026 – Cipta Cendikia Football Academy berhasil mengangkat trofi HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026 setelah menumbangkan Goal Aksis dengan skor tipis 2-1 dalam laga final yang berlangsung di Supersoccer Arena, Minggu (12/7). Albianca Raula tampil sebagai bintang lapangan dengan satu gol dan pergerakan ofensif yang tak kenal lelah sepanjang 80 menit.
Jalannya Pertandingan: Dominasi Sejak Menit Awal
Sejak peluit kick-off dibunyikan, Cipta Cendikia langsung mengambil inisiatif serangan. Formasi 4-3-3 yang diusung pelatih M. Ridwan terbukti efektif membongkar pertahanan berlapis Goal Aksis. Statistik mencatat, dalam 15 menit pertama, penguasaan bola Cipta Cendikia mencapai 67 persen dan sudah melepaskan tiga tembakan tepat sasaran. Albianca Raula yang ditempatkan di posisi left winger menjadi mimpi buruk bagi bek kanan lawan. Kecepatan dan dribelnya kerap merepotkan lini belakang Goal Aksis.
Menit ke-23, Albianca nyaris membuka keunggulan. Menerima through pass dari gelandang jangkar Dafa Al-Ghifari, ia sukses melewati dua pemain bertahan sebelum melepaskan tendangan menyusur tanah yang masih membentur tiang luar. Supersoccer Arena bergemuruh. Enam menit berselang, tepatnya menit ke-29, kebuntuan pecah. Berawal dari skema serangan balik cepat, Albianca menusuk dari sisi kiri, melakukan cut inside ciamik, lalu mengirim umpan tarik matang ke mulut gawang. Striker Rizky Febrian tanpa kesulitan menceploskan bola ke gawang yang sudah kosong. Skor 1-0 untuk Cipta Cendikia.
Babak Kedua: Gol Cepat dan Kartu Merah Penentu
Memasuki babak kedua, Goal Aksis mencoba bangkit dengan mengubah formasi menjadi 3-5-2. Pelatih mereka, Hendra Susilo, memasukkan gelandang serang Naufal Rizqi untuk menambah daya gedor. Upaya itu sempat membuahkan hasil pada menit ke-52. Melalui eksekusi tendangan bebas yang melengkung indah, kapten Goal Aksis, Andika Pratama, sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Gol tersebut sempat membakar semangat para pemain Goal Aksis yang mulai lebih berani keluar menyerang.
Namun, momentum itu tidak bertahan lama. Hanya dua menit kemudian, Albianca Raula kembali menjadi pembeda. Di menit ke-54, ia menerima bola di area tengah, menusuk sendirian melewati dua pemain, dan melepaskan tendangan roket dari luar kotak penalti yang bersarang deras di pojok kiri atas gawang tanpa mampu dihalau kiper Alif Maulana. Skor kembali berubah, 2-1 untuk Cipta Cendikia. Selebrasi gol Albianca yang merayakan dengan gesture hormat ke arah tribun mendapat sambutan riuh penonton.
Situasi semakin panas di menit ke-78. Bek tengah Goal Aksis, Fajar Ramadhan, harus menerima kartu kuning kedua akibat tekel keras terhadap Albianca yang sedang menggiring bola di sisi kiri lapangan. Wasit Abdul Aziz tanpa ragu mengeluarkan kartu merah. Unggul jumlah pemain membuat Cipta Cendikia leluasa menguasai bola dan mengamankan kemenangan hingga peluit panjang berbunyi. Penguasaan bola akhir tercatat 62 berbanding 38 persen untuk Cipta Cendikia, dengan total 8 shots on target berbanding 3 milik Goal Aksis.
Albianca Raula: Kunci Kemenangan dan Mimpi Besar
Penampilan Albianca Raula di final ini menuai pujian luas. Sepanjang turnamen, pemain kelahiran Kudus, 2011 itu sudah mencetak 11 gol dan 7 assist dari 13 pertandingan. Statistik individu di partai puncak pun sangat impresif: 4 tembakan tepat sasaran, 5 dribel sukses, dan 3 umpan kunci. Ia dinobatkan sebagai Most Valuable Player (MVP) HYDROPLUS All-Stars 2025/2026. “Saya hanya menjalankan instruksi pelatih untuk selalu bergerak dan mencari ruang kosong. Gol ini untuk orang tua dan teman-teman yang mendukung saya,” ujar Albianca singkat seusai laga.
Pelatih Cipta Cendikia, M. Ridwan, menyebut Albianca sebagai pemain spesial. “Dia punya visi dan teknik di atas rata-rata anak seusianya. Tapi yang lebih penting, dia mau bekerja keras dan disiplin dalam bertahan. Hari ini dia tampil sempurna.” Sementara itu, pelatih Goal Aksis Hendra Susilo mengakui keunggulan lawan. “Kami sudah berusaha menahan pergerakan Albianca, tapi dia pemain yang sangat lincah dan pintar membaca situasi. Selamat untuk Cipta Cendikia.”
Turnamen HYDROPLUS Soccer League All-Stars U-15 sendiri merupakan ajang bergengsi yang mempertemukan akademi-akademi terbaik dari Jawa Tengah dan sekitarnya. Tahun ini, sebanyak 16 tim berpartisipasi sejak babak grup pada awal Juni lalu. Cipta Cendikia keluar sebagai juara dengan torehan sempurna: 11 kemenangan, 2 hasil imbang, dan tanpa kekalahan sepanjang turnamen. Mereka juga menjadi tim paling produktif dengan total 46 gol, dan hanya kebobolan 11 gol. Clean sheet terbanyak dipegang kiper utama mereka, Bayu Setiawan, dengan 7 catatan tanpa kebobolan.
Dari sisi pembinaan, keberhasilan Cipta Cendikia U-15 ini menjadi sinyal menjanjikan bagi masa depan sepak bola Indonesia. Akademi yang baru berdiri lima tahun itu terus konsisten melahirkan pemain muda berbakat melalui pendekatan teknis berbasis data dan pembinaan karakter. Gelar HYDROPLUS All-Stars ini menjadi bukti bahwa proses panjang mereka mulai membuahkan hasil. Bagi Albianca Raula, piala ini mungkin hanya langkah awal menuju panggung yang lebih besar. Dengan bakat dan determinasi yang ia tunjukkan, bukan mustahil nama itu akan bersinar di level yang lebih tinggi di masa mendatang.
Baca juga:
Comments (0)