Argentina Juara Piala Dunia 2026, Kalahkan Spanyol Dramatis

Skor akhir 3-2 untuk Argentina di final Piala Dunia 2026 yang digelar di Stadion Maracanã, Rio de Janeiro, Senin (20/7) dini hari WIB. Laga penuh emosi ini dimenangkan lewat gol penalti di menit ke-9...

Argentina Juara Piala Dunia 2026, Kalahkan Spanyol Dramatis

Skor akhir 3-2 untuk Argentina di final Piala Dunia 2026 yang digelar di Stadion Maracanã, Rio de Janeiro, Senin (20/7) dini hari WIB. Laga penuh emosi ini dimenangkan lewat gol penalti di menit ke-90+5 setelah VAR mengonfirmasi handsball di kotak terlarang. Lionel Messi, yang tampil sejak menit pertama, sukses mengeksekusi dan memastikan trofi kelima bagi La Albiceleste.

Babak Pertama: Dominasi Spanyol, Kejutan Argentina

Pelatih Spanyol, Luis Enrique, menurunkan formasi 4-3-3 dengan trio lini depan Pedri, Morata, dan Nico Williams. Argentina merespons dengan 4-2-3-1, menempatkan Messi sebagai false nine. Menit ke-12, Spanyol membuka keunggulan lewat tendangan bebas Pedri yang melengkung melewati pagar betul. Penguasaan bola Spanyol mencapai 62% di babak pertama, dengan 7 shots on target berbanding 2 milik Argentina.

Namun, Argentina memiliki modal penting: transisi cepat. Menit ke-28, Julian Alvarez menerima umpan terobosan Mac Allister, lolos dari offside, dan menyelesaikan dengan kaki kiri. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum. Statistik menit ke-35 menunjukkan Messi sudah melakukan 3 dribel sukses, sementara Sergio Busquets memenangi 5 duel udara untuk Spanyol.

Babak Kedua: Keputusan Kontroversial dan Pahlawan Muda

Setelah jeda, Spanyol kembali tampil mendominasi. Menit ke-55, Nico Williams melepaskan tembakan dari sudut sempit yang hanya membentur tiang. Tiga menit berselang, Argentina justru unggul: umpan silang dari Nahuel Molina disundul oleh Lautaro Martinez untuk gol kedua.

“Kami tidak kehilangan konsentrasi meski tertinggal. Para pemain tahu bagaimana keluar dari tekanan,” ujar pelatih Argentina, Lionel Scaloni, dalam jumpa pers usai laga.

Spanyol akhirnya menyamakan kedudukan di menit ke-78. Bek Aymeric Laporte memanfaatkan kemelut usai sepak pojok. Shots on target Spanyol menjadi 11, sementara Argentina hanya 4. Namun, drama terjadi di masa injury time. Bek Spanyol Pau Torres dianggap handsball setelah bola mengenai tangannya di area kotak pinalti. Wasit Marciniak meninjau VAR selama 2 menit dan memberikan penalti.

Messi, yang sudah mencetak 7 gol di turnamen ini, maju sebagai eksekutor. Tendangan ke kanan bawah mengecoh kiper Unai Simón. Skor akhir 3-2 untuk Argentina—sekaligus mengukuhkan Messi sebagai pencetak gol terbanyak turnamen (8 gol) dan pemain terbaik. Tim juara mendapatkan clean sheet hanya di satu laga (vs Kroasia), namun total 25 shots on target sepanjang final menjadi bukti efektivitas serangan.

Analisis Taktik: Transisi Lawan Penguasaan Bola

Spanyol mencatatkan 68% penguasaan bola sepanjang pertandingan, tetapi hanya mengonversi 2 dari 14 shots on target. Argentina justru memanfaatkan 5 peluang emas menjadi 3 gol. Pelatih Scaloni mengakui bahwa timnya sengaja menunggu dan menekan tinggi pada momen transisi. Formasi 4-2-3-1 Argentina membuat lini tengah Spanyol kerepotan saat kehilangan bola. Pedri, yang biasanya menjadi kreator, hanya melepaskan 2 umpan kunci setelah mendapat penjagaan ketat dari Enzo Fernandez.

Bagi Spanyol, kekalahan ini terasa pahit karena mereka unggul dari segi statistik. Jumlah operan Spanyol mencapai 612, sedangkan Argentina hanya 322. Namun seperti kata pelatih Scaloni, “Sepak bola tidak selalu dimenangkan oleh yang menguasai bola. Malam ini kami punya hati dan juga sedikit keberuntungan.”

Pertandingan final Piala Dunia 2026 ini menjadi salah satu yang paling dramatis dalam sejarah, mengingat Spanyol gagal mengulang kesuksesan 2010. Sementara Argentina, setelah meraih gelar 2022 di Qatar, kembali mengukuhkan dominasinya di Amerika Selatan. Kartu kuning tercatat 3 untuk Spanyol dan 2 untuk Argentina, tanpa kartu merah.

Dengan kemenangan ini, Argentina menyamai rekor Brasil sebagai negara dengan gelar Piala Dunia terbanyak (5). Lionel Messi, yang pada usia 39 tahun masih menjadi andalan, dipastikan akan pensiun dari tim nasional setelah turnamen ini. “Saya tidak bisa meminta apa-apa lagi. Trofi ini untuk seluruh rakyat Argentina,” ucapnya seraya memeluk trofi emas.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User