Prancis Vs Inggris: Laga Lesu Perebutan Tempat Ketiga
Skor akhir 1-1, dan setelah adu penalti yang menegangkan, Inggris keluar sebagai pemenang perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026. Namun, sesuai pernyataan pelatih Prancis Didier Deschamps, kedua tim...
Skor akhir 1-1, dan setelah adu penalti yang menegangkan, Inggris keluar sebagai pemenang perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026. Namun, sesuai pernyataan pelatih Prancis Didier Deschamps, kedua tim memang tampil ogah-ogahan. Pertandingan yang digelar di Stadion Lusail itu berlangsung tanpa gairah juara, penuh dengan kesalahan umpan dan minim tembakan tepat sasaran.
Babak Pertama: Kebuntuan Taktik dan Peluang Terbuang
Menit ke-12, Inggris yang bermain dengan formasi 4-3-3 mencoba menguasai lini tengah melalui Jude Bellingham. Namun, umpan-umpan terobosannya selalu kandas di kaki bek Prancis, Dayot Upamecano. Di sisi lain, Prancis mengandalkan serangan balik cepat lewat Kylian Mbappé yang memanfaatkan sisi kiri pertahanan Inggris. Sayang, hingga menit ke-30, tidak ada satu pun shots on target dari kedua tim. Penguasaan bola memang milik Inggris (58% vs 42%), tetapi tidak ada kreativitas di sepertiga akhir lapangan. Menit ke-37, akhirnya tembakan pertama mengarah ke gawang: tendangan jarak jauh Declan Rice masih bisa diamankan Mike Maignan. Babak pertama berakhir 0-0, dengan total hanya 2 shots on target gabungan.
Babak Kedua: Gol Kebetulan dan Drama Penalti
Babak kedua dimulai dengan peningkatan intensitas. Menit ke-52, Inggris mendapatkan hadiah penalti setelah Harry Kane dilanggar oleh Raphael Varane di kotak terlarang. Kane sendiri yang maju sebagai eksekutor, dan menuntaskan tugasnya dengan dingin ke pojok kiri gawang. Skor 1-0 untuk Inggris. Namun, Prancis tidak tinggal diam. Menit ke-68, melalui tendangan bebas Antoine Griezmann yang mengarah ke tiang jauh, bola mengenai kepala Harry Maguire dan masuk ke gawang sendiri. Skor menjadi 1-1. Setelah itu, kedua tim kembali ke permukaan yang datar. Pelatih Deschamps kemudian memasukkan Olivier Giroud untuk menambah daya gedor, sementara Gareth Southgate menarik keluar Phil Foden yang lesu. Hingga 90 menit berakhir, tidak ada tambahan gol. Statistik akhir babak kedua: 4 shots on target dari Inggris, 3 dari Prancis. Penguasaan bola tetap dikuasai Inggris (55% vs 45%).
Adu Penalti: Ketenangan Inggris di Tengah Lesunya Semangat
Adu penalti menjadi penentu. Inggris unggul mental setelah kiper Jordan Pickford mampu menahan tendangan kedua dari Eduardo Camavinga. Sementara itu, semua algojo Inggris sukses: Harry Kane, Bukayo Saka, Mason Mount, dan Jude Bellingham. Skor penalti 4-2 untuk Inggris. Dalam wawancara pasca-pertandingan, Deschamps mengakui, "Kami dan Inggris sama-sama lesu. Ini bukan laga yang kami inginkan, tetapi inilah kenyataan. Para pemain kehilangan motivasi setelah gagal di final." Southgate pun senada: "Kami tampil tanpa energi. Namun, saya bangga dengan cara kami menyelesaikan turnamen dengan kemenangan."
Statistik Kunci: Data yang Bicara
Total 90 menit: Skor akhir 1-1. Adu penalti 4-2 untuk Inggris. Penguasaan bola: Inggris 56%, Prancis 44%. Shots on target: Inggris 6, Prancis 4. Tembakan total: Inggris 14, Prancis 11. Kartu kuning: Inggris 2 (Rice, Maguire), Prancis 3 (Tchouaméni, Koundé, Camavinga). Pelanggaran: 12 vs 15. Var digunakan sekali untuk mengecek offside pada gol Kane, tetapi tetap disahkan.
Pertandingan ini menjadi bukti bahwa perebutan tempat ketiga memang kerap menjadi laga formalitas tanpa greget. Meski demikian, bagi Inggris ini menjadi modal berharga — clean sheet di babak pertama dan kemenangan penalti menunjukkan mental baja. Sementara Prancis harus mengevaluasi kembali ketajaman lini depan yang hanya menghasilkan satu gol dari kesalahan lawan. Pada akhirnya, Piala Dunia 2026 mencatatkan satu lagi drama yang tidak akan mudah dilupakan: lesu, namun tetap meninggalkan cerita.
Comments (0)