Oct 12, 2026
Olahraga

Argentina Juara Dunia 2022 Usai Drama Adu Penalti Melawan Prancis

Skor akhir 3-3 selama 120 menit, Argentina menutup drama Final Piala Dunia 2022 dengan kemenangan 4-2 dalam adu penalti atas Prancis di Lusail Stadium, Lusail, Qatar, Minggu (18/12/2022) malam WIB. Li...

Argentina Juara Dunia 2022 Usai Drama Adu Penalti Melawan Prancis

Skor akhir 3-3 selama 120 menit, Argentina menutup drama Final Piala Dunia 2022 dengan kemenangan 4-2 dalam adu penalti atas Prancis di Lusail Stadium, Lusail, Qatar, Minggu (18/12/2022) malam WIB. Lionel Messi mencetak dua gol, Angel Di Maria menambah satu, sementara Kylian Mbappe membalas dengan hat-trick fenomenal yang nyaris membalikkan keadaan. Empat penalti Argentina dari Messi, Paulo Dybala, Leandro Paredes, dan Gonzalo Montiel tak terbendung, sementara Emiliano Martinez menjadi pahlawan dengan penyelamatan krusial atas Kingsley Coman dan Aurelien Tchouameni.

Babak Pertama: Dominasi Tanpa Ampun Albiceleste

Sejak menit awal, formasi 4-3-3 yang diterapkan Lionel Scaloni langsung menekan lini tengah Prancis. Penguasaan bola Argentina di paruh pertama mencapai 61 persen, dengan Rodrigo De Paul dan Enzo Fernandez mengontrol ritme permainan. Menit ke-23, Messi melepaskan tendangan dari luar kotak penalti yang masih melebar tipis. Tekanan berbuah pada menit ke-23 juga ketika Di Maria dilanggar Ousmane Dembele di kotak terlarang, dan VAR mengonfirmasi titik putih. Messi mengeksekusi penalti dengan tenang, membawa Argentina unggul 1-0.

Menit ke-36, serangan balik cepat Argentina berbuah manis. Alexis Mac Allister melepaskan umpan terobosan kepada Di Maria yang berlari dari sisi kiri, dan pemain Juventus itu menuntaskan dengan tendangan kaki kiri ke sudut jauh. Skor berubah 2-0, dan Prancis tampak kehilangan arah. Starting XI Didier Deschamps tanpa Olivier Giroud yang ditarik keluar pada menit ke-41, digantikan Randal Kolo Muani, gagal menciptakan satu pun shots on target di babak pertama.

Kebangkitan Mbappe: 97 Detik yang Mengguncang Dunia

Babak kedua berjalan lebih seimbang, namun Argentina tetap memegang kendali hingga menit ke-80. Namun, sepak bola menyajikan kejutan. Menit ke-80, Nicolas Otamendi menjatuhkan Kolo Muani di kotak penalti, dan Mbappe mengeksekusi penalti dengan dingin. Skor 2-1. Hanya 97 detik berselang, tepatnya menit ke-81, Mbappe menyambut umpan silo Marcus Thuram dengan tendangan voli spektakuler yang tak mampu dijangkau Martinez. Skor 2-2, dan Lusail Stadium bergemuruh.

Statistik menunjukkan Prancis hanya memiliki penguasaan bola 39 persen sepanjang laga, tetapi efektivitas serangan mereka luar biasa. Mbappe mencatatkan tiga shots on target dari lima percobaan, semuanya berbuah gol. Sementara Argentina yang tampil dominan harus menerima kenyataan pahit kehilangan keunggulan dua gol dalam waktu kurang dari dua menit.

Perpanjangan Waktu: Messi dan Mbappe Kembali Bersinar

Menit ke-108, Messi mencetak gol ketiganya di turnamen ini setelah memanfaatkan kemelut di depan gawang Prancis. Tendangan kerasnya dari dalam kotak penalti menembus jala Hugo Lloris. Skor 3-2 untuk Argentina. Namun, Mbappe kembali menjadi penyelamat. Menit ke-118, tendangan kerasnya mengenai tangan Gonzalo Montiel di kotak penalti, dan VAR memberikan penalti. Mbappe menuntaskan hat-trick dengan tenang, menyamakan kedudukan 3-3 dan memaksa adu penalti.

Hat-trick Mbappe adalah yang pertama di final Piala Dunia sejak Geoff Hurst pada 1966. Ia juga menjadi pemain pertama yang mencetak tiga gol di final Piala Dunia namun gagal membawa timnya juara. Total, Mbappe mencetak delapan gol di turnamen ini, meraih Golden Boot.

Adu Penalti: Martinez Menjadi Tembok Terakhir

Dalam adu penalti, Messi, Dybala, Paredes, dan Montiel sukses menjalankan tugas. Martinez menyelamatkan tendangan Coman dan menahan Tchouameni yang menembak melebar. Kemenangan 4-2 ini mengakhiri penantian 36 tahun Argentina sejak Piala Dunia 1986. Messi akhirnya meraih trofi yang selama ini menghiasi kariernya, melengkapi koleksi Ballon d'Or dan gelar klub.

"Ini adalah momen paling emosional dalam karier saya. Saya tahu Tuhan akan membawa kami juara," kata Messi usai laga.

Scaloni menambahkan, "Pemain-pemain ini luar biasa. Mereka bertarung hingga tetes darah terakhir. Kylian Mbappe adalah pemain hebat, tapi malam ini milik Argentina."

Analisis Taktik dan Statistik Akhir

Argentina mencatatkan 20 tembakan dengan 10 shots on target, sementara Prancis hanya 8 tembakan dengan 5 shots on target. Penguasaan bola 58 persen untuk Argentina, 42 persen untuk Prancis. Kartu kuning diberikan kepada Marcos Acuna dan Leandro Paredes dari Argentina, serta Adrien Rabiot dan Aurelien Tchouameni dari Prancis. Tidak ada kartu merah dalam laga yang berlangsung dramatis ini.

Formasi 4-3-3 Argentina berhasil mengeksploitasi sisi kiri pertahanan Prancis yang dijaga Theo Hernandez. Di Maria menjadi man of the match versi FIFA dengan satu gol dan satu assist. Sementara Mbappe, meski mencetak hat-trick, harus puas melihat Messi mengangkat trofi. Kemenangan ini menegaskan bahwa Argentina bukan hanya tentang Messi, tetapi tentang kolektivitas dan mentalitas juara yang dibangun Scaloni sejak 2018.

Dengan hasil ini, Argentina mengoleksi tiga gelar Piala Dunia (1978, 1986, 2022), menyamai Prancis yang juga memiliki dua gelar. Final ini akan dikenang sebagai salah satu yang terbaik sepanjang sejarah, menyajikan enam gol, hat-trick, adu penalti, dan penobatan seorang legenda.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User