Argentina Ciptakan Sejumlah Rekor Usai Singkirkan Swiss

Skor akhir 4-1 untuk kemenangan Argentina atas Swiss di perempatfinal Piala Dunia 2026 bukan sekadar tiket ke semifinal — duel yang berlangsung di MetLife Stadium, New Jersey, itu melahirkan serangk...

Argentina Ciptakan Sejumlah Rekor Usai Singkirkan Swiss

Skor akhir 4-1 untuk kemenangan Argentina atas Swiss di perempatfinal Piala Dunia 2026 bukan sekadar tiket ke semifinal — duel yang berlangsung di MetLife Stadium, New Jersey, itu melahirkan serangkaian catatan statistik baru yang akan menghiasi buku sejarah La Albiceleste. Sejak peluit babak pertama dibunyikan, dominasi tim asuhan Lionel Scaloni sudah terlihat melalui penguasaan bola 65 persen, sementara Swiss yang mengandalkan formasi 5-3-2 bertahan hanya mampu melepaskan dua tembakan tepat sasaran sepanjang 90 menit.

Babak Pertama: Awal Mula Hujan Gol

Menit ke-12, sepak pojok Lionel Messi disambut sundulan Nicolás Otamendi yang membentur mistar gawang, namun bola muntah langsung disambar Julián Álvarez menjadi gol pertama. Skor 1-0 membuat Swiss keluar dari cangkang pertahanan, dan celah itu dimanfaatkan oleh para penyerang Argentina. Menit ke-29, Álvarez kembali mencatatkan namanya di papan skor lewat assist brilian Enzo Fernández yang memotong umpan di sepertiga tengah. Memasuki menit ke-41, Messi mencetak gol ketiganya di turnamen ini melalui tendangan bebas melengkung dari jarak 22 meter yang menghujam sudut kanan gawang tanpa bisa dijangkau kiper Jonas Omlin — sebuah eksekusi yang membuat MetLife bergemuruh. Skor 3-0 bertahan hingga jeda, dan statistik shots on target menunjukkan Argentina unggul 6-1 di paruh pertama.

Rekor-rekor Anyar

Kemenangan ini langsung melahirkan tiga rekor penting. Pertama, Messi yang kini berusia 38 tahun 7 bulan menjadi pencetak gol tertua di babak perempatfinal sepanjang sejarah Piala Dunia, melampaui catatan Roger Milla dari Kamerun di 1990. Kedua, Argentina untuk pertama kalinya mencetak empat gol atau lebih dalam tiga pertandingan berturut-turut di satu edisi Piala Dunia — setelah melumat Kanada 4-0 di penyisihan dan menekuk Denmark 4-2 di 16 besar — menjadikan total 16 gol sebagai yang tertinggi bagi Argentina dalam enam pertandingan fase gugur sejak 1930. Ketiga, pasukan Scaloni kini mencatatkan 16 kemenangan beruntun di semua kompetisi sepanjang 2025–2026, memecahkan rekor invincibility terpanjang yang sebelumnya dipegang Brasil periode 1993–1994 dengan 14 kemenangan.

Di sisi individual, Julián Álvarez menjadi pemain Argentina kedua yang mencetak dua gol di laga perempatfinal Piala Dunia setelah Gabriel Batistuta di 1998, sekaligus mengukuhkan diri sebagai top skor sementara dengan delapan gol. Sedangkan kiper Emiliano Martínez mencatatkan clean sheet ke-25 selama membela tim nasional, menjadikannya penjaga gawang dengan nirbobol terbanyak dalam sejarah Argentina.

Swiss sendiri sebenarnya sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 3-1 pada menit ke-69 melalui sundulan Breel Embolo yang lolos dari jebakan offside berkat kemajuan teknologi semi-otomatis, namun gol penutup dari Leandro Trossard pada menit ke-84 — hasil kerja sama umpan satu-dua dengan Messi — memastikan kemenangan Argentina dengan margin tiga gol.

Komentar Pelatih dan Statistik Tambahan

Lionel Scaloni dalam konferensi pers usai laga menyampaikan,

“Kami belum mencapai puncak permainan. Statistik menunjukkan efisiensi, tetapi yang terpenting adalah konsistensi 90 menit. Hari ini para pemain menjalankan rencana taktikal dengan sempurna.”
Dari sisi data, Argentina mencatatkan 953 umpan sukses dengan akurasi 91 persen, penguasaan bola mencapai 65 persen, dan total expected goals (xG) 2,87 berbanding 0,42 milik Swiss — indikator dominasi yang nyaris sempurna.

Kartu kuning yang diterima Rodrigo De Paul pada menit ke-57 membuatnya harus ekstra waspada di semifinal, sementara Swiss kehilangan dua pemain kunci akibat akumulasi kartu dan cedera. Dengan semua catatan ini, Argentina bukan hanya melaju ke semifinal, tetapi juga membangun fondasi mental dan statistik yang sulit ditandingi oleh calon lawan berikutnya.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bayu-aji

Investigative Reporter. Spesialisasi: korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Comments (0)

User