Messi Menangis Saat Argentina Lolos Perempat Final Piala Dunia 2026
Pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Denmark berakhir dengan kemenangan dramatis La Albiceleste 2-1 di Stadion MetLife, New Jersey, Senin malam waktu setempat. Lionel Mess...
Pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Denmark berakhir dengan kemenangan dramatis La Albiceleste 2-1 di Stadion MetLife, New Jersey, Senin malam waktu setempat. Lionel Messi, sang kapten, tak kuasa menahan air mata ketika peluit akhir dibunyikan. Momen emosional itu menandai langkah Argentina menuju perempat final, sekaligus menjadi bukti betapa dalamnya arti perjuangan ini bagi megabintang berusia 38 tahun tersebut.
Messi yang tampil sebagai starter langsung menunjukkan kelasnya sejak menit awal. Dengan formasi 4-3-3 yang diusung pelatih Lionel Scaloni, Argentina mendominasi penguasaan bola sejak sepak mula. Namun Denmark yang mengandalkan serangan balik cepat beberapa kali merepotkan barisan belakang Argentina lewat aksi Andreas Skov Olsen dan Rasmus Højlund.
Jalannya Pertandingan
Gol pembuka tercipta di menit ke-31. Lewat skema serangan yang rapi, Messi mengirim umpan terobosan kepada Julian Alvarez yang menusuk ke kotak penalti. Alvarez dengan tenang menaklukkan kiper Denmark, Mads Hermansen. Gol tersebut membuat Stadion MetLife bergemuruh.
Namun Denmark tak tinggal diam. Hanya lima menit berselang, tepatnya menit ke-36, sepakan keras Christian Eriksen dari luar kotak penalti menyamakan kedudukan. Bola meluncur deras dan tak mampu dijangkau Emiliano Martinez. Skor 1-1 bertahan hingga babak pertama usai.
Di babak kedua, Argentina meningkatkan intensitas serangan. Messi hampir mencetak gol keduanya melalui tendangan bebas di menit ke-58, tetapi membentur tiang gawang. Gol kemenangan akhirnya hadir di menit ke-72. Adalah Messi yang kembali menjadi kreatornya. Setelah melewati dua pemain Denmark di sisi kanan, ia mengirim assist matang kepada Lautaro Martinez yang baru masuk sebagai pemain pengganti. Lautaro menyelesaikan peluang dengan sempurna. Skor 2-1 untuk Argentina.
Momen Emosional Sang Kapten
Begitu wasit meniup peluit panjang, Messi langsung berlutut di tengah lapangan. Rekan-rekannya menghampiri dan memeluknya. Kamera televisi menyorot jelas air mata yang mengalir di pipinya. Momen ini menjadi gambaran betapa besar tekanan yang ia pikul dan rasa cinta yang ia miliki pada tim nasional.
"Saya tidak tahu apa yang saya rasakan. Campur aduk. Ini mungkin Piala Dunia terakhir saya, dan setiap pertandingan adalah anugerah," ujar Messi dalam konferensi pers seusai laga, dengan suara yang masih bergetar.
Bagi Messi, lolos ke perempat final ini adalah kelanjutan mimpi yang sempat diragukan banyak pihak. Usianya yang tak lagi muda dan performa Argentina di fase grup yang inkonsisten sempat menimbulkan skeptisisme. Namun malam itu, ia membuktikan bahwa dirinya masih menjadi pembeda.
Statistik dan Catatan Penting
Secara statistik, Argentina menguasai 62% penguasaan bola berbanding 38% milik Denmark. Mereka melepaskan 9 tembakan tepat sasaran dari 18 percobaan, sementara Denmark hanya mencatatkan 3 shots on target. Assist Messi untuk gol pertama dan ketiga semakin mengukuhkan posisinya sebagai playmaker utama tim. Hingga saat ini, ia telah mengoleksi 4 assist di turnamen ini, terbanyak di antara semua pemain.
Kartu kuning juga menghiasi laga ini. Nicolas Otamendi dan Christian Eriksen masing-masing menerima peringatan setelah terlibat duel-duel keras. VAR sempat digunakan pada menit ke-62 untuk mengecek potensi penalti bagi Argentina, namun keputusan akhir tidak ada pelanggaran.
Kemenangan ini membuat Argentina akan berhadapan dengan pemenang laga antara Brasil dan Uruguay di perempat final. Duel sengit antar raksasa Amerika Selatan itu sudah dinanti-nanti.
Messi dan rekan-rekannya kini hanya tinggal selangkah lagi menuju semifinal. Jika mereka berhasil melangkah lebih jauh, maka mimpi mempertahankan gelar juara Piala Dunia 2022 masih sangat hidup. Dukungan fanatisme pendukung Argentina di Amerika Serikat juga menjadi energi tambahan.
Malam itu, di bawah sorot lampu Stadion MetLife, Lionel Messi sekali lagi menunjukkan bahwa emosi dan sepak bola adalah dua hal yang tak terpisahkan. Air matanya menjadi simbol perjuangan, ketulusan, dan cinta abadi pada permainan ini. Dunia pun ikut terharu.
Baca juga:
Comments (0)