Skor akhir 2-1 untuk Argentina atas Tanjung Verde setelah pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 yang berlangsung dramatis di Stadion Miami, Miami Gardens, Jumat (03/07/2026). Kemenangan ini memastikan Albiceleste melaju ke babak 16 besar, tetapi mereka harus melewati extra time untuk menundukkan perlawanan gigih tim debutan yang tampil mengejutkan sepanjang 120 menit.
Sejak peluit kick-off, Argentina tampil menekan dengan formasi 4-3-3. Starting XI asuhan Lionel Scaloni menguasai jalannya pertandingan dengan penguasaan bola mencapai 68 persen di paruh pertama. Namun, rapatnya lini belakang Tanjung Verde yang menerapkan blok rendah 5-4-1 membuat Lionel Messi dan kawan-kawan kesulitan menembus kotak penalti. Sepanjang 45 menit pertama, Argentina mencatatkan 7 shots on target, tetapi kiper Tanjung Verde, Vozinha, tampil gemilang dengan serangkaian penyelamatan krusial.
Menit ke-23, Messi melepaskan tendangan bebas dari jarak 25 meter. Bola melengkung ke arah pojok kanan gawang, namun Vozinha terbang dan menepisnya keluar lapangan. Peluang emas berikutnya datang pada menit ke-38 melalui Julian Alvarez, tetapi sepakannya masih membentur tiang gawang. Babak pertama berakhir tanpa gol, skor kacamata 0-0.
Babak Kedua: Tanjung Verde Mengejutkan
Memasuki babak kedua, Tanjung Verde tampil lebih berani. Pelatih mereka mengubah formasi menjadi 4-4-2 dan mulai melancarkan serangan balik cepat. Menit ke-52, sebuah serangan balik berbuah kartu kuning bagi Rodrigo De Paul setelah melanggar gelandang lawan di tengah lapangan. Dari situasi inilah Tanjung Verde membuka kejutan. Menit ke-64, Ryan Mendes menerima umpan terobosan di sisi kanan, melewati Nicolas Tagliafico, dan melepaskan tendangan mendatar ke tiang dekat. Bola masuk, skor 1-0 untuk Tanjung Verde. Stadion Miami sempat terhenyak.
Gol tersebut membangunkan Argentina. Scaloni langsung melakukan rotasi, memasukkan Angel Di Maria dan Lautaro Martinez untuk menambah daya gedor. Penguasaan bola Argentina naik menjadi 73 persen setelah menit ke-70. Gelombang serangan terus dilancarkan. Menit ke-78, Messi mengirim umpan silang akurat ke kotak penalti, tetapi sundulan Lautaro masih melebar tipis di sisi kiri gawang.
Menit ke-85, usaha Argentina akhirnya membuahkan hasil. Messi melakukan kombinasi satu-dua dengan Enzo Fernandez di tepi kotak penalti, lalu melepaskan tembakan kaki kiri yang tidak mampu dijangkau Vozinha. Skor menjadi 1-1, dan pertandingan berlanjut ke extra time.
Extra Time: Messi Menjadi Penentu
Di masa perpanjangan waktu, Argentina tampil lebih sabar dan terstruktur. Mereka kembali menguasai bola dengan penguasaan bola 71 persen sepanjang 30 menit tambahan. Tanjung Verde yang kelelahan mulai kesulitan menutup ruang. Menit ke-108, sebuah pelanggaran di kotak penalti terhadap Lautaro Martinez membuat wasit menunjuk titik putih setelah berkonsultasi dengan VAR. Messi maju sebagai eksekutor dan menaklukkan Vozinha dengan tenang. Skor 2-1 untuk Argentina, dan gol itu bertahan hingga peluit panjang berbunyi.
Statistik akhir pertandingan menunjukkan Argentina melepaskan 21 tembakan dengan 12 shots on target, sementara Tanjung Verde hanya mencatatkan 5 tembakan dengan 2 shots on target. Argentina juga unggul dalam akurasi umpan mencapai 89 persen berbanding 74 persen milik lawan. Meski kalah, Tanjung Verde mencatatkan 18 tekel sukses dan 9 penyelamatan dari kiper mereka, sebuah penampilan heroik yang patut diacungi jempol.
Reaksi dan Proyeksi Babak 16 Besar
"Kami tahu ini tidak akan mudah. Tanjung Verde bermain sangat disiplin dan membuat kami bekerja keras. Gol Messi di extra time adalah bukti kualitas pemain terbaik dunia," ujar Lionel Scaloni dalam konferensi pers usai pertandingan.
Kemenangan ini mengantarkan Argentina ke babak 16 besar, di mana mereka akan menghadapi pemenang antara Belanda dan Senegal. Dengan performa Messi yang kembali menonjol, plus kedalaman skuad yang mumpuni, Albiceleste masih menjadi salah satu favorit juara. Namun, catatan kebobolan dari serangan balik cepat harus menjadi perhatian serius Scaloni menjelang laga-laga eliminasi berikutnya.
Sementara itu, Tanjung Verde meninggalkan turnamen dengan kepala tegak. Perjalanan mereka hingga babak 32 besar merupakan pencapaian bersejarah bagi sepak bola negara kecil di Afrika Barat tersebut. Drama extra time di Stadion Miami akan dikenang sebagai salah satu pertandingan paling menegangkan di Piala Dunia 2026.
Comments (0)