Oct 13, 2026
Olahraga

Arema FC Ditahan Imbang Bhayangkara Presisi 2-2 di Kanjuruhan

Skor akhir 2-2 mewarnai duel sengit antara Arema FC dan Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (10/10/2026). Dua gol tuan rumah dan dua gol balasan tim tamu mema...

Arema FC Ditahan Imbang Bhayangkara Presisi 2-2 di Kanjuruhan

Skor akhir 2-2 mewarnai duel sengit antara Arema FC dan Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (10/10/2026). Dua gol tuan rumah dan dua gol balasan tim tamu memaksa kedua kesebelasan berbagi satu poin dalam lanjutan kompetisi musim ini. Hasil ini terasa seperti pukulan telak bagi Singo Edan yang tampil di hadapan pendukung sendiri, sekaligus bukti bahwa Bhayangkara Presisi bukan lawan yang bisa diremehkan.

Jalannya Pertandingan Babak Pertama: Arema Pressing Tinggi Sejak Menit Awal

Sejak wasit meniup peluit kick-off, Arema FC langsung mengambil inisiatif serangan. Formasi 4-3-3 yang diterapkan pelatih tuan rumah menempatkan dua winger cepat di sisi lapangan, sementara seorang playmaker ditempatkan di belakang striker tunggal untuk mengisi ruang antara lini tengah dan pertahanan lawan. Strategi pressing tinggi itu berbuah peluang pada menit ke-9, ketika sepakan dari luar kotak penalti masih tipis melenceng di sisi kanan gawang Bhayangkara Presisi.

Bhayangkara Presisi Lampung FC yang tampil dengan formasi 4-2-3-1 tidak tinggal diam. Mereka berusaha keluar dari tekanan lewat umpan-umpan pendek dari lini belakang, meski beberapa kali kehilangan bola di area berbahaya. Menit ke-17, sebuah serangan balik cepat hampir membuahkan gol, namun clean sheet masih terjaga setelah kiper Arema melakukan penyelamatan refleks di tiang dekat.

Gol pembuka akhirnya lahir pada menit ke-23. Berawal dari pergerakan di sisi kiri, umpan silang rendah disambut tendangan keras di dalam kotak penalti. Bola menghantam bagian dalam mistar gawang sebelum melewati garis. Skor berubah 1-0 untuk Arema FC. Stadion Kanjuruhan bergemuruh, suporter tuan rumah merayakan keunggulan yang terlihat akan menjadi fondasi kemenangan.

Namun keunggulan itu tidak bertahan lama. Menit ke-34, Bhayangkara Presisi menyamakan kedudukan lewat skema bola mati. Sebuah tendangan bebas dari sisi kanan pertahanan Arema dikonversi menjadi gol setelah terjadi kemelut di depan gawang. Bek lawan yang naik membantu serangan berhasil menyontek bola melewati jangkauan kiper. Skor kembali imbang 1-1, dan pertandingan memasuki jeda turun minum dengan kedudukan seimbang.

Statistik babak pertama mencatat penguasaan bola 58 persen untuk Arema FC berbanding 42 persen untuk Bhayangkara Presisi. Tuan rumah melepaskan 6 shots on target dari total 11 percobaan, sementara tim tamu hanya mencatat 3 shots on target. Meski mendominasi, efektivitas penyelesaian akhir menjadi catatan tersendiri bagi tim tuan rumah.

Babak Kedua: Drama Dua Gol dan Ketegangan di Menit Akhir

Memasuki babak kedua, tempo pertandingan justru meningkat. Pelatih Arema FC melakukan rotasi dengan memasukkan pemain bertipe penyerang untuk menambah daya gedor. Perubahan itu nyaris berbuah hasil pada menit ke-52, saat sundulan di depan gawang masih melebar tipis dari sasaran.

Gol kedua Arema FC lahir pada menit ke-61. Sebuah assist manis dari sisi kanan penyerangan diselesaikan dengan tendangan first-time dari dalam kotak penalti. Bola meluncur deras ke sudut kiri gawang yang tidak mampu dijangkau kiper Bhayangkara Presisi. Skor berubah 2-1, dan seolah mengembalikan momentum tuan rumah untuk mengunci kemenangan.

Namun Bhayangkara Presisi Lampung FC menunjukkan karakter kuat. Mereka tidak panik dan tetap bermain disiplin dengan blok pertahanan rapat. Menit ke-74, sebuah serangan balik cepat membuat lini belakang Arema kelabakan. Tendangan dari sudut sempit berhasil menembus gawang setelah kiper gagal mengantisipasi arah bola. Skor kembali sama kuat 2-2.

Menit-menit akhir berjalan penuh ketegangan. Arema FC meningkatkan intensitas serangan, sementara Bhayangkara Presisi bertahan total dan sesekali melancarkan kontra. Pada menit ke-85, sebuah insiden di kotak penalti sempat memicu protes pemain tuan rumah yang menuntut adanya handball. Wasit sempat berkomunikasi dengan asisten VAR, namun memutuskan tidak ada pelanggaran. Keputusan itu menuai reaksi dari bangku cadangan Arema FC.

"Kami kehilangan dua poin di kandang sendiri. Secara statistik kami lebih unggul, tapi sepak bola dinilai dari gol, bukan penguasaan bola. Evaluasi besar menanti di sesi latihan," ujar pelatih Arema FC dalam konferensi pers usai laga.

Dari kubu Bhayangkara Presisi, pelatih menyebut hasil ini sebagai bukti mentalitas tim. "Kami datang ke Kanjuruhan dengan rencana bermain disiplin dan memanfaatkan peluang. Dua gol di kandang lawan adalah modal berharga untuk laga berikutnya," katanya.

Statistik Akhir dan Catatan Taktis

Hingga peluit panjang berbunyi, Arema FC mencatatkan penguasaan bola 61 persen dengan 9 shots on target dari 18 percobaan. Bhayangkara Presisi membalas dengan 39 persen penguasaan bola dan 5 shots on target dari 9 percobaan. Dari sisi disiplin, wasit mengeluarkan 3 kartu kuning untuk Arema FC dan 4 kartu kuning untuk Bhayangkara Presisi, tanpa ada kartu merah. Jumlah tendangan sudut juga didominasi tuan rumah dengan 8 berbanding 3.

Menariknya, dua gol Bhayangkara Presisi lahir dari skema yang berbeda: satu dari bola mati dan satu dari serangan balik. Ini menunjukkan lemahnya transisi pertahanan Arema FC saat kehilangan bola di area tengah. Sementara itu, Arema FC tercatat 4 kali offside, menandakan lini serang mereka terlalu cepat bergerak sebelum umpan dilepaskan.

Dengan tambahan satu poin, Arema FC gagal memaksimalkan laga kandang untuk mendekati puncak klasemen. Sebaliknya, Bhayangkara Presisi Lampung FC pulang dengan modal kepercayaan diri setelah menahan tim besar di Stadion Kanjuruhan. Pertandingan berikutnya akan menjadi ujian konsistensi bagi kedua tim, terutama bagi Arema FC yang wajib memperbaiki penyelesaian akhir dan organisasi bertahan jika ingin kembali ke jalur kemenangan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User