MANDALIKA - Veda Ega Pratama menutup balapan Moto3 Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 dengan finis di posisi keenam. Hasil tersebut langsung mendapat apresiasi dari Manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, yang menilai pembalap muda Indonesia itu telah memberikan performa maksimal sepanjang akhir pekan di Sirkuit Mandalika.
Balapan yang berlangsung ketat sejak lap pertama memperlihatkan Veda Ega tampil agresif namun tetap terkendali. Dari posisi start di baris ketiga, pembalap berusia muda itu langsung merangsek ke posisi delapan pada lap kedua. Statistik mencatat dirinya menembus top speed 218,4 km/jam di trek lurus utama, salah satu yang tertinggi di antara pembalap Honda di kelas Moto3.
Memasuki pertengahan balapan, Veda Ega sempat terlibat duel sengit dengan dua pembalap dari tim pabrikan KTM. Ia beberapa kali melakukan late braking di Tikungan 1 dan 2, meski sempat melebar dan harus rela kehilangan satu posisi. Namun, konsistensi catatan waktu per lap-nya tetap terjaga di kisaran 1 menit 38 detik, kompetitif untuk bersaing di kelompok depan.
Analisis Babak Pertama: Start Cepat dan Manajemen Ban
Pada sepuluh lap pertama, Veda Ega tercatat melakukan lima overtake sukses tanpa kehilangan posisi lebih dari sekali. Penguasaan ban belakang menjadi kunci, di mana ia memilih kompon medium yang terbukti mampu menjaga grip hingga lap-lap akhir. Tim Honda Team Asia tampak menyiapkan strategi dua fase, dengan Veda Ega menahan ritme di awal sebelum meningkatkan tempo pada sepuluh lap terakhir.
Hiroshi Aoyama menyebut pendekatan tersebut sebagai bagian dari instruksi tim. Menurutnya, balapan di Mandalika menuntut pembalap cerdas membaca kondisi aspal yang panas dan berubah-ubah. "Veda mengikuti rencana dengan disiplin. Ia tidak memaksakan diri terlalu dini dan itu membuatnya tetap kuat di akhir," ujar Aoyama dalam keterangan resminya.
Analisis Babak Kedua: Konsistensi di Tengah Tekanan
Memasuki lap ke-12 hingga finis, Veda Ega konsisten berada di rombongan kedua yang memperebutkan posisi lima sampai delapan. Ia sempat mencatat fastest lap pribadi 1 menit 37,8 detik pada lap ke-15, menjadi salah satu lap tercepat di sektor ketiga. Meski gagal menembus podium, kemampuannya bertahan di bawah tekanan menjadi poin positif yang disorot Aoyama.
Posisi keenam ini juga membuat Veda Ega mengumpulkan poin penting untuk klasemen pembalap. Dari sisi statistik, ia mencatatkan 10 poin tambahan, memperkuat posisinya di jajaran sepuluh besar klasemen sementara musim 2026. Clean sheet dari insiden besar juga menjadi catatan tersendiri, karena ia menyelesaikan balapan tanpa penalti maupun kontak keras yang merugikan.
Reaksi Manajemen dan Proyeksi ke Depan
Aoyama menegaskan bahwa hasil di Mandalika bukan sekadar soal posisi finis. Ia melihat perkembangan mental dan teknis Veda Ega yang semakin matang, terutama dalam membaca situasi balapan yang sering berubah akibat perubahan suhu lintasan. "Dari sisi usaha dan eksekusi, ini sudah maksimal. Kami melihat progres nyata dibandingkan seri-seri sebelumnya," jelasnya.
"Veda sudah maksimal. Ia tampil cerdas, menjaga ban, dan tidak melakukan kesalahan besar. Fondasi ini penting untuk seri-seri berikutnya," kata Hiroshi Aoyama.
Dengan hasil ini, Honda Team Asia mengisyaratkan akan terus memberikan dukungan penuh, termasuk evaluasi data telemetri untuk meningkatkan kecepatan di sektor pertama. Balapan berikutnya menjadi ujian bagi Veda Ega untuk mempertahankan konsistensi dan mulai menantang posisi podium secara rutin.
Bagi publik tuan rumah, penampilan Veda Ega di Mandalika menjadi modal berharga. Finis keenam di hadapan pendukung sendiri membuktikan bahwa pembalap muda Indonesia mampu bersaing di level dunia, setidaknya di kelompok penantang terdepan. Kini tinggal soal bagaimana ia mengubah modal tersebut menjadi podium di seri mendatang.
Comments (0)