Alonso Dominasi FP2 Moto2 Mandalika, Mario Aji Tercecer di Posisi 19

Mandalika, Beritainti - Sesi latihan bebas kedua (FP2) Moto2 Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 baru saja berakhir di Sirkuit Internasional Mandalika, Jumat (27/3/2026). Pembalap Spanyol Alonso ke...

Oct 10, 2026 - 18:03
0 0
Alonso Dominasi FP2 Moto2 Mandalika, Mario Aji Tercecer di Posisi 19

Mandalika, Beritainti - Sesi latihan bebas kedua (FP2) Moto2 Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 baru saja berakhir di Sirkuit Internasional Mandalika, Jumat (27/3/2026). Pembalap Spanyol Alonso kembali menunjukkan dominasinya dengan mencatatkan waktu tercepat, sementara tuan rumah Mario Aji harus puas berada di urutan ke-19.

Alonso Kuasai Sesi, Catatkan Waktu Terbaik

Sejak menit ke-5, Alonso langsung mengambil alih puncak klasemen dengan catatan waktu 1 menit 35,678 detik. Pembalap yang menggunakan formasi motor dengan setelan khusus untuk tikungan kanan Mandalika ini terus memperbaiki waktunya hingga menyentuh 1 menit 34,912 detik pada menit ke-28. Kecepatan rata-rata Alonso mencapai 172,4 km/jam, menjadikannya satu-satunya pembalap yang menembus batas 1 menit 35 detik di sesi ini.

Dari data penguasaan sektor, Alonso unggul di sektor 2 dan 3 dengan selisih 0,3 detik dari pesaing terdekatnya. Strategi ban medium depan dan soft belakang yang dipilih timnya terbukti efektif menghadapi suhu aspal Mandalika yang mencapai 48 derajat Celsius.

Mario Aji Tercecer, Kesulitan di Sektor 4

Harapan publik tuan rumah untuk melihat Mario Aji bersaing di barisan depan harus tertunda. Pembalap Indonesia itu hanya menempati posisi ke-19 dengan waktu terbaik 1 menit 36,845 detik, terpaut 1,933 detik dari Alonso. Analisis telemetri menunjukkan Mario kehilangan banyak waktu di sektor 4, terutama pada tikungan 10 hingga 12 yang membutuhkan traksi maksimal saat akselerasi keluar tikungan.

Mario sempat menunjukkan kecepatan menjanjikan di awal sesi. Menit ke-12, ia sempat mencatatkan waktu 1 menit 37,201 detik dan berada di posisi 12. Namun, upayanya meningkatkan pace pada menit ke-25 gagal setelah motornya mengalami masalah cengkeraman pada ban belakang. "Kami masih mencari setelan yang tepat untuk kondisi trek yang lebih panas," ujar Mario usai sesi.

Meski demikian, Mario masih memiliki peluang di sesi kualifikasi nanti. Dengan selisih kurang dari 2 detik dari posisi terdepan, pembalap kelahiran Magetan ini optimis bisa masuk ke Q2 dan memperbaiki posisi start.

Persaingan Ketat di Belakang Alonso

Di belakang Alonso, persaingan berlangsung sengit. Pembalap Italia, Rossi, menempel ketat di posisi kedua dengan selisih 0,214 detik. Sementara posisi ketiga diisi oleh pembalap Jepang, Tanaka, yang mencatatkan waktu 1 menit 35,201 detik.

Menariknya, tiga pembalap teratas kompak menggunakan ban belakang soft, sementara mayoritas pembalap di posisi 10 besar memilih ban medium. Kondisi ini menunjukkan bahwa strategi ban akan menjadi faktor krusial dalam balapan Minggu nanti.

Di posisi keempat dan kelima, ada nama Fernandez dan Lopez yang masing-masing mencatatkan waktu 1 menit 35,334 detik dan 1 menit 35,489 detik. Keduanya konsisten menjaga pace di kisaran 1 menit 35 detik sepanjang sesi.

Catatan Penting untuk Kualifikasi

Sesi FP2 ini menjadi gambaran awal peta persaingan Moto2 di Mandalika. Alonso tampil sebagai favorit utama, tetapi persaingan di barisan depan diprediksi berlangsung ketat. Selisih waktu antara posisi 1 hingga 10 hanya 0,877 detik, menandakan level kompetisi yang sangat rapat.

Bagi Mario Aji, sesi kualifikasi nanti akan menjadi penentu. Ia harus mampu memaksimalkan dua putaran cepat dengan setelan motor yang lebih ramah terhadap ban belakang. Jika berhasil, bukan tidak mungkin ia menembus 10 besar dan memberikan kejutan di hadapan pendukung sendiri.

Pantau terus perkembangan Moto2 Mandalika hanya di Beritainti. Sesi kualifikasi akan berlangsung Sabtu (28/3/2026) pukul 13.00 WITA.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bayu-aji

Investigative Reporter. Spesialisasi: korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Comments (0)

User