West Ham Kalahkan Leeds 2-1, Summerville Jadi Bintang di London

London, 24 Mei 2026 – Skor akhir 2-1 untuk kemenangan West Ham United atas Leeds United tersaji di London Stadium dalam laga pamungkas Liga Inggris musim 2025/2026. Crysencio Summerville, mantan pem...

West Ham Kalahkan Leeds 2-1, Summerville Jadi Bintang di London

London, 24 Mei 2026 – Skor akhir 2-1 untuk kemenangan West Ham United atas Leeds United tersaji di London Stadium dalam laga pamungkas Liga Inggris musim 2025/2026. Crysencio Summerville, mantan pemain Leeds, menjadi pusat perhatian setelah membawa The Hammers mengamankan tiga poin di hadapan pendukungnya sendiri, sekaligus menutup musim dengan penuh elegansi.

Duel yang sarat gengsi ini langsung menyajikan tensi tinggi sejak menit awal. Pelatih West Ham, Graham Potter, menurunkan starting XI dengan formasi 4-2-3-1 andalannya. Summerville dipasang sebagai penyerang sayap kiri, didukung trio gelandang kreatif Mohammed Kudus, Lucas Paquetá, dan James Ward-Prowse yang mengatur ritme dari lini kedua. Sementara Leeds di bawah asuhan Daniel Farke tak gentar dengan pakem 4-4-2 klasik, mengandalkan kecepatan Wilfried Gnonto dan Georginio Rutter di lini depan.

Babak Pertama: Dominasi dan Gol Cepat Summerville

Penguasaan bola langsung dikuasai tuan rumah dengan 58% berbanding 42% milik Leeds pada babak pertama. Tekanan tinggi West Ham membuahkan hasil di menit ke-23. Berawal dari umpan terobosan Paquetá yang memotong dua bek lawan, Summerville menusuk dari sisi kiri, melewati kiper Illan Meslier dengan kontrol sempurna sebelum menceploskan bola ke gawang kosong. Gol pembuka yang menggetarkan stadion dan menjadi gol ke-12 Summerville di liga musim ini. Statistik shots on target West Ham pada babak pertama tercatat 4, sementara Leeds hanya mampu melepaskan satu tembakan tepat sasaran melalui tendangan bebas Rutter di menit 31 yang mudah diamankan Alphonse Areola.

The Hammers nyaris menggandakan keunggulan di menit 39. Kudus melepas tembakan kaki kiri dari luar kotak penalti, namun tiang gawang menyelamatkan Leeds. Tekanan terus berlanjut hingga peluit istirahat berbunyi, meninggalkan Leeds yang frustasi dan gagal mengembangkan permainan dari lini tengah.

Babak Kedua: Serangan Balik dan Drama VAR

Leeds kembali dari ruang ganti dengan intensitas berbeda. Farke mengganti satu gelandangnya dengan Archie Gray untuk menambah daya jelajah. Hasilnya, penguasaan bola Leeds meningkat menjadi 47% dan permainan lebih terbuka. Mereka menciptakan dua peluang emas di awal babak kedua yang masih bisa dimentahkan oleh bek tengah Maximilian Kilman.

Ketangguhan tuan rumah akhirnya berbuah gol kedua di menit ke-67. Sepak pojok Ward-Prowse melengkung sempurna ke tiang jauh, disambut sundulan keras Dinos Mavropanos tanpa mampu dihalau kiper. Skor menjadi 2-0 dan ribuan pendukung West Ham berpesta, termasuk Summerville yang berlari ke sudut lapangan untuk merayakan bersama rekan-rekannya.

Namun Leeds tak menyerah. Hanya berselang 11 menit, tepatnya menit ke-78, sebuah serangan balik cepat yang diawali Gnonto di sisi kanan berakhir dengan umpan tarik mendatar ke kotak penalti. Georginio Rutter dengan tenang menyontek bola ke sudut bawah gawang, memperkecil kedudukan menjadi 2-1. Sempat terjadi ketegangan ketika VAR memeriksa kemungkinan offside dalam proses gol, namun setelah pengecekan selama 72 detik, wasit mengesahkan gol tersebut.

Sepuluh menit terakhir berlangsung dramatis. Leeds menggempur habis-habisan, mencatat tiga tembakan on target tambahan, namun solidnya lini belakang West Ham dan dua penyelamatan krusial Areola menjaga keunggulan hingga peluit panjang berbunyi di menit 90+5.

Statistik Kunci dan Pujian Pelatih

Secara keseluruhan, West Ham mengakhiri laga dengan 54% penguasaan bola, total 15 tembakan, dan 6 shots on target. Leeds mencatat 11 tembakan dengan 4 tepat sasaran. Disiplin tuan rumah terbilang baik, hanya menerima satu kartu kuning untuk Tomáš Souček di menit 54. Clean sheet sayangnya melayang di babak kedua, namun kemenangan ini mempermanis posisi West Ham di papan tengah klasemen.

“Saya sangat puas dengan karakter tim malam ini. Summerville luar biasa, bukan hanya golnya, tapi etos kerjanya sepanjang 90 menit. Dia pantas mendapatkan tepuk tangan dari para penggemar. Kami menutup musim dengan performa yang layak dikenang,” ujar Potter dalam konferensi pers pasca-pertandingan.

Summerville sendiri, yang namanya dielu-elukan suporter selepas peluit akhir, menjadi simbol perjuangan West Ham. Ia melepas tiga tembakan, dua di antaranya on target, menciptakan satu assist kunci, dan mencatat akurasi umpan 84%. Momen ia bersama rekan-rekan setim berjalan ke arah tribun untuk memberikan apresiasi kepada para pendukung menjadi pemandangan yang mengakhiri musim dengan penuh kehangatan. Bagi Leeds, kekalahan ini bukan akhir yang diinginkan, namun perjuangan di babak kedua membuktikan bahwa mereka punya fondasi untuk bangkit musim depan.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User