Volpato Hat-trick, Sassuolo Bantai Fiorentina 3-1
Mapei Stadium, Sabtu petang, menjadi panggung bagi Cristian Volpato untuk menulis cerita gemilang. Sassuolo sukses mengalahkan Fiorentina dengan skor 3-1 di pekan ke-14 Serie A 2025/2026. Volpato, pen...
Mapei Stadium, Sabtu petang, menjadi panggung bagi Cristian Volpato untuk menulis cerita gemilang. Sassuolo sukses mengalahkan Fiorentina dengan skor 3-1 di pekan ke-14 Serie A 2025/2026. Volpato, penyerang muda berusia 22 tahun, mencetak hat-trick — dua gol di babak pertama dan satu di babak kedua — memastikan kemenangan meyakinkan tim asuhan Andrea Pirlo. Selebrasi khasnya dengan tangan terentang lebar mengekspresikan kegembiraan yang terpendam sejak awal musim yang kurang produktif.
Starting XI dan Kondisi Prapertandingan
Pirlo melakukan beberapa rotasi untuk menghadapi Fiorentina yang tengah dalam performa apik. Sassuolo tampil dengan formasi 4-3-3: Alessio Cragno tetap dipercaya sebagai kiper; lini belakang diisi Jeremy Toljan, Martin Erlic, Gian Marco Ferrari, dan Matías Viña. Di lini tengah, trio Daniel Boloca, Pedro Obiang, dan Kristian Thorstvedt memberikan keseimbangan antara bertahan dan menyerang. Sementara trisula penyerang diisi Domenico Berardi di kanan, Armand Laurienté di kiri, dan Volpato sebagai penyerang tengah menggantikan Andrea Pinamonti yang cedera ringan. Fiorentina di bawah Raffaele Palladino menurunkan skuad terbaiknya dengan formasi 4-2-3-1: David de Gea di gawang; barisan belakang Dodô, Nikola Milenkovic, Lucas Martínez Quarta, dan Fabiano Parisi; dua gelandang bertahan Sofyan Amrabat dan Rolando Mandragora; tiga gelandang serang Jonathan Ikoné, Albert Gudmundsson, dan Riccardo Sottil; serta Moise Kean sebagai striker tunggal. Stadion penuh oleh 21.500 pendukung yang mayoritas mendukung Neroverdi.
Babak Pertama: Dominasi Fiorentina, Efektivitas Sassuolo
Peluit kick-off dibunyikan pukul 18.00 waktu setempat. Fiorentina langsung mengambil inisiatif serangan. Dalam 15 menit pertama, penguasaan bola mereka mencapai 58 persen, memaksa Sassuolo bermain lebih dalam. Namun kejutan terjadi pada menit ke-18. Serangan balik cepat Sassuolo dimulai dari sapuan Erlic. Bola diterima Berardi di tengah lapangan, ia lari menusuk ke kanan sebelum mengirim umpan tarik mendatar ke mulut gawang. Volpato, yang bergerak tanpa kawalan, menyambut bola dengan kaki kanan ke pojok kiri bawah gawang De Gea. Gol! Sassuolo unggul 1-0 meski statistik tidak memihak. Tuan rumah hanya mencatatkan 36 persen penguasaan bola hingga menit ke-30, namun unggul dalam shots on target: 2-1. Fiorentina merespons dengan tekanan bertubi-tubi. Sundulan Kean dari umpan silang Sottil membentur tiang gawang pada menit ke-34. Namun petaka bagi La Viola datang tepat sebelum jeda. Pada menit ke-43, tembakan Laurienté mengenai tangan Martínez Quarta di kotak penalti. Wasit memeriksa tayangan VAR dan menunjuk titik putih, plus memberi kartu kuning untuk bek Argentina itu. Volpato yang ditunjuk sebagai algojo mengeksekusi dengan tenang, mengecoh De Gea dan mencetak gol kedua. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum.
Babak Kedua: Kejutan Fiorentina dan Jawaban Es Krim Volpato
Memasuki babak kedua, Palladino melakukan dua pergantian: Nico González masuk menggantikan Ikoné, dan Lucas Beltrán menggantikan Sottil. Perubahan ini menghidupkan sayap kiri Fiorentina. Menit ke-55, González melewati Toljan di sisi kiri, mengirim umpan silang akurat ke tiang jauh. Moise Kean melakukan lompatan sempurna, menyundul bola ke tanah yang memantul melewati Cragno. Fiorentina memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2. Gol ini membuat tempo pertandingan semakin tinggi. Fiorentina terus menggempur pertahanan Sassuolo. Menit ke-61, sepakan Amrabat dari luar kotak masih bisa diblok oleh Ferrari. Namun lagi-lagi Volpato menjadi penentu. Menit ke-67, serangan balik Sassuolo kembali menghukum Fiorentina. Volpato menerima bola dari Obiang di tengah, menggiring melewati Milenkovic, lalu melepaskan tendangan melengkung dari jarak 23 meter yang menghujam pojok kanan atas gawang De Gea tanpa bisa dijangkau. Gol ketiga, hat-trick! Selebrasi liar Volpato di hadapan Curva Sud menjadi momen emosional bagi pemain yang sempat dipinjamkan ke klub Serie B musim lalu. Skor menjadi 3-1, dan Fiorentina tampak kehilangan momentum. Meski terus menekan, upaya mereka tidak membuahkan gol tambahan. Statistik akhir menunjukkan Fiorentina unggul penguasaan bola 53%-47% dan total tembakan 15-11, namun Sassuolo lebih tajam dengan 6 shots on target berbanding 5 milik La Viola.
Analisis dan Statistik Kunci
Volpato mencatatkan statistik individu luar biasa: 5 tembakan, 3 tepat sasaran, semuanya berbuah gol. Rasio konversi 100% menunjukkan ketajaman yang sudah lama dinantikan. Sementara Berardi menjadi kreator utama dengan 3 peluang kunci dan 1 assist. Di kubu Fiorentina, Kean tampil sebagai pemain paling berbahaya dengan 4 tembakan, 1 gol, dan 2 duel udara dimenangkan. Namun kelemahan transisi pertahanan mereka menjadi titik lemah yang dieksploitasi Sassuolo. Pelatih Andrea Pirlo mengubah pendekatan menjadi lebih pragmatis — menunggu dan menyerang balik — yang terbukti ampuh melawan tim penguasaan bola.
Saya sangat senang untuk Cristian. Dia bekerja keras setiap hari. Hat-trick ini akan membantunya berkembang. Kami tahu Fiorentina akan mendominasi bola, jadi kami siapkan serangan balik. Para pemain menjalankannya dengan disiplin,
ujar Pirlo.
Sementara itu, Palladino mengakui keunggulan Sassuolo dalam efisiensi. Kami memiliki lebih banyak peluang, tapi mereka mencetak tiga gol dari sedikit kesempatan. Itulah sepak bola. Kami harus belajar lebih klinis, katanya.
Dampak di Klasemen Serie A
Dengan tiga poin ini, Sassuolo naik ke peringkat kedelapan dengan 19 poin dari 14 laga, hanya terpaut empat poin dari zona Eropa. Sementara Fiorentina yang memiliki 23 poin tetap di posisi keenam, namun selisih dari peringkat kelima semakin tipis. Bagi Volpato, hat-trick ini menjadi sinyal kebangkitan setelah hanya mencetak 2 gol dalam 12 pekan sebelumnya. Namanya kini kembali diperbincangkan sebagai salah satu talenta muda Italia paling menjanjikan, apalagi dengan spekulasi panggilan ke tim nasional senior untuk kualifikasi Piala Dunia 2026. Selebrasinya yang penuh semangat malam itu — berlari ke arah kamera televisi sambil membentuk hati dengan jari — menjadi headline di seluruh media olahraga Italia. Sebuah pertandingan yang tak hanya bersejarah bagi Volpato, tapi juga menunjukkan identitas baru Sassuolo di bawah Pirlo: tim efisien, berbahaya, dan tak kenal takut.
Comments (0)