Argentina Tekuk Inggris 2-1, Lo Celso Bikin Kontroversi Spanduk Politik

Skor akhir: Argentina 2-1 Inggris. Menit ke-34 Lautaro Martínez membuka catatan, disusul balasan Phil Foden di menit ke-56, sebelum gol penentu Julián Álvarez di menit ke-78 mengantongi tiket final...

Argentina Tekuk Inggris 2-1, Lo Celso Bikin Kontroversi Spanduk Politik

Skor akhir: Argentina 2-1 Inggris. Menit ke-34 Lautaro Martínez membuka catatan, disusul balasan Phil Foden di menit ke-56, sebelum gol penentu Julián Álvarez di menit ke-78 mengantongi tiket final Piala Dunia 2026. Namun, selebrasi Albiceleste terasa pahit usai gelandang Giovani Lo Celso mencuri perhatian dengan membentangkan spanduk bernuansa politik di depan lensa kamera usai laga semifinal yang digelar di Stadion AT&T, Dallas, Senin (14/7/2026) pagi WIB.

Laga panas antara dua kekuatan sepak bola dunia ini berlangsung dalam tempo tinggi sejak wasit membunyikan peluit panjang. Gareth Southgate menurunkan starting XI Inggris dalam formasi 4-2-3-1 dengan Jude Bellingham sebagai false nine, sementara Lionel Scaloni membalas dengan formasi 4-4-2 yang diubah menjadi 4-3-3 saat transisi serangan. Penguasaan bola mencatat dominasi Three Lions di angka 54%, namun Argentina lebih mematikan dengan shots on target 6 berbanding 4 dari kubu Inggris.

Dominasi Taktis Babak Pertama

Menit ke-12, Bukayo Saka melepaskan tendangan voli dari dalam kotak penalti yang masih bisa ditepak kiper Emiliano Martínez. The Gunners tersebut tampil aktif di sayap kanan, memanfaatkan ruang di belakang Nahuel Molina yang sering overlap. Namun, Argentina tak tinggal diam. Menit ke-23, Alexis Mac Allister melepaskan umpan terobosan jauh ke tiang jauh yang dieksekusi Rodrigo De Paul dengan first-time shot, namun bola masih melambung di atas mistar gawang Jordan Pickford.

Ketegangan mencapai puncak di menit ke-34. Sebuah serangan balik cepat dimulai dari Enzo Fernández yang merebut bola di lini tengah. Umpan vertikalnya diterima Lautaro Martínez yang menggiring bola melewati lini pertahanan Inggris sebelum melepaskan tendangan kaki kiri rendah ke sudut bawah gawang. Assist gemilang Fernández ini menunjukkan mengapa Scaloni mempercayakannya sebagai pivot di starting XI. Skor 1-0 untuk Argentina bertahan hingga jeda, meski Harry Kane sempat menggempur gawang lewat sundulan di menit ke-41 yang berakhir di sisi jaring.

Statistik babak pertama mencatat penguasaan bola 51% vs 49% untuk Inggris, dengan masing-masing tim mencatatkan 3 shots on target. Tidak ada kartu kuning maupun merah yang dikeluarkan wasit, meski terjadi protes keras dari pemain Inggris terkait dugaan offside Martínez yang dianulir setelah dicek VAR selama dua menit.

Drama Babak Kedua dan Gol Penentu

Southgate melakukan substitusi taktis di menit ke-52 dengan memasukkan Cole Palmer untuk memperkuat sayap kiri Inggris. Dampaknya terasa empat menit berselang. Menit ke-56, Palmer mengirimkan crossing rendah dari sisi kiri yang diteruskan Declan Rice dengan tembakan first touch. Emiliano Martínez masih mampu memblok, namun bola muntah tepat di kaki Phil Foden yang tak menyia-nyiakan kesempatan emas. Skor imbang 1-1.

Argentina kemudian kehilangan kendali. Penguasaan bola Inggris melonjak ke 58% di periode menit ke-60 hingga 75. Scaloni memilih menarik Lo Celso yang sejak menit ke-68 menggantikan De Paul untuk menambah tenaga di lini tengah. Keputusan ini terbukti krusial. Menit ke-78, sebuah serangan kombinatif dimulai dari Lionel Messi yang turun ke lini tengah. Umpan satu-dua dengan Ángel Di María berakhir dengan through ball manis yang diterima Julián Álvarez di sisi kanan kotak penalti. Striker Manchester City itu melepaskan tembakan keras ke gawang atas Pickford. Gol! Argentina unggul 2-1.

Inggris panik. Menit ke-84, Bellingham menerima kartu kuning setelah melakukan tackle keras ke Mac Allister. Tendangan bebas dari Messi di menit ke-87 masih bisa ditinju Pickford. Tiga menit tambahan waktu diberikan wasit, namun clean sheet Emiliano Martínez bertahan kokoh. Wasit meniup peluit panjang. Argentina melaju ke final!

Kontroversi Spanduk Lo Celso Usai Laga

Sementara rekan-rekan setimnya merayakan kemenangan emosional di depan ribuan fans Albiceleste yang memenuhi tribune, Giovani Lo Celso justru menjadi sorotan utama. Gelandang asal Villarreal itu terlihat membentangkan spanduk berwarna putih dengan tulisan bernuansa politik saat melakukan lapangan. Aksinya terjadi tepat di depan tunnel pemain, tidak jauh dari bangku cadangan timnas Inggris, dan langsung tertangkap kamera broadcast utama.

Petugas keamanan stadion segera mendekat dan meminta Lo Celso untuk menurunkan spanduk tersebut. Namun, dampak visual sudah terlanjur viral di media sosial dalam hitungan detik. Beberapa pemain Argentina tampak terkejut, termasuk kapten Messi yang langsung memalingkan wajah dan memilih memacu langkah ke ruang ganti. Tidak ada insiden fisik yang terjadi, namun suasana pasca-pertandingan yang seharusnya penuh euforia berubah menjadi tegang.

"Saya belum melihat detailnya. Kami fokus pada kemenangan tim dan final yang menanti. Itu adalah momen untuk merayakan, bukan untuk hal lain," ujar Scaloni saat ditanya perihal aksi Lo Celso dalam sesi wawancara singkat di mixed zone.

FIFA kini berpotensi membuka investigasi terkait pelanggaran atribut politik dalam ajang resmi. Regulasi mereka tegas melarang setiap bentuk pernyataan politik, agama, atau diskriminasi selama turnamen. Jika terbukti melanggar, Lo Celso bisa menghadapi sanksi berupa skorsing untuk laga final atau denda nominal besar. Hal ini tentu menjadi mimpi buruk bagi Argentina yang baru saja kehilangan satu gelandang andalan mereka.

Dari sisi statistik pertandingan, Argentina menutup laga dengan penguasaan bola 46% namun superioritas di depan gawang. Total shots on target Albiceleste mencapai 6 kali, dua di antaranya berbuah gol. Inggris mencatatkan 4 shots on target dari total 9 tembakan. Tidak ada kartu merah dalam laga ini, namun kartu kuning yang diterima Bellingham di menit ke-84 menambah daftar warning bagi timnas Inggris sepanjang turnamen. VAR hanya terpanggil satu kali di babak pertama untuk memastikan posisi offside Martínez.

Kemenangan ini memastikan Argentina akan berlaga di final Piala Dunia 2026 untuk memperebutkan trofi ketiga dalam sejarah mereka. Namun, bayang-bayang sanksi atas aksi spanduk politik Lo Celso kini mengaburkan persiapan tim. Apakah FIFA akan bertindak tegas atau cukup memberikan peringatan? Satu yang pasti, malam yang seharusnya milik Álvarez dan Martínez kini beralih menjadi milik Lo Celso—meski untuk alasan yang salah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bayu-aji

Investigative Reporter. Spesialisasi: korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Comments (0)

User