Volpato Gemilang, Sassuolo Hancurkan Fiorentina 3-1 di Mapei
Mapei Stadium bergemuruh pada Sabtu malam (6/12/2025) ketika Sassuolo mengunci kemenangan meyakinkan 3-1 atas Fiorentina dalam lanjutan pekan ke-14 Serie A 2025/2026. Bintang muda Cristian Volpato men...
Mapei Stadium bergemuruh pada Sabtu malam (6/12/2025) ketika Sassuolo mengunci kemenangan meyakinkan 3-1 atas Fiorentina dalam lanjutan pekan ke-14 Serie A 2025/2026. Bintang muda Cristian Volpato menjadi pusat perhatian dengan selebrasi penuh emosi setelah golnya di menit ke-23 membuka jalan bagi Neroverdi meraih tiga poin krusial. Dalam laga yang berlangsung dengan intensitas tinggi sejak peluit pertama, gol-gol tambahan dari Armand Laurienté dan Andrea Pinamonti menutup pesta tuan rumah, sementara La Viola hanya mampu membalas lewat eksekusi penalti Nico González di babak kedua. Hasil ini mempertegas posisi Sassuolo di papan tengah sekaligus memperpanjang tren negatif tim tamu yang gagal menang dalam empat laga tandang beruntun.
Jalannya Pertandingan: Dominasi dan Gol Awal Volpato
Pelatih Sassuolo, Roberto De Zerbi, menurunkan starting XI ofensif dengan formasi 4-3-3 yang mengandalkan kecepatan sayap. Volpato ditempatkan sebagai gelandang serang di sisi kanan trisula depan, didukung Domenico Berardi sebagai trequartista di belakang striker tunggal Pinamonti. Keputusan ini terbukti jitu. Sejak menit awal, Sassuolo langsung mengambil inisiatif penguasaan bola—mencatat 52% sepanjang 90 menit—dan terus menekan pertahanan Fiorentina yang dikawal Lucas Martínez Quarta. Menit ke-8, peluang pertama lahir dari umpan tarik Berardi yang masih bisa dihalau kiper Pietro Terracciano. Tekanan tanpa henti akhirnya membuahkan hasil di menit ke-23: sebuah pergerakan cerdik Volpato melepaskan diri dari kawalan Cristiano Biraghi, menerima assist matang dari Laurienté yang menusuk dari kiri, lalu melepaskan tendangan rendah ke sudut jauh gawang. Bola bersarang telak, 1-0. Ekspresi Volpato yang berlari ke arah tribune sembari membentuk gestur hati menjadi potret selebrasi paling emosional malam itu. Var sempat memeriksa potensi offside, namun keputusan di lapangan tetap sah.
Fiorentina yang bermain dengan formasi 4-2-3-1 di bawah asuhan Vincenzo Italiano mencoba merespons lewat serangan balik cepat. Sayangnya, duet gelandang bertahan Arthur dan Rolando Mandragora kerap kehilangan duel kedua bola melawan pressing tinggi Sassuolo. Menit ke-33, tendangan keras Antonín Barák dari luar kotak penalti masih melambung tipis di atas mistar gawang Andrea Consigli. Hingga turun minum, skor 1-0 bertahan dan shots on target Sassuolo unggul 4-1, menegaskan superioritas tuan rumah.
Babak Kedua: Balasan Fiorentina dan Penegasan Sassuolo
Memasuki babak kedua, Fiorentina meningkatkan intensitas. Masuknya Giacomo Bonaventura menggantikan Mandragora di menit ke-56 menambah kreativitas lini tengah. Hasilnya, menit ke-63, pelanggaran yang dilakukan bek Sassuolo, Martin Erlić, terhadap Jonathan Ikoné di kotak terlarang berujung penalti setelah tinjauan VAR selama dua menit. Nico González maju sebagai eksekutor dan sukses memperdaya Consigli di menit ke-65, mengubah papan skor menjadi 1-1. Gol ini sempat menghidupkan asa La Viola untuk mencuri poin.
Namun, Sassuolo tidak kehilangan fokus. De Zerbi merespons dengan memasukkan tenaga segar: Pedro Obiang memperkuat lini tengah dan Matheus Henrique menambah dinamika serangan. Taktik bertahan tinggi ala Fiorentina justru menjadi bumerang. Menit ke-74, serangan balik eksplosif Sassuolo berawal dari sapuan Ruan Tressoldi yang langsung mengarah ke Berardi. Dengan dua sentuhan, Berardi melepaskan umpan terobosan kepada Laurienté yang berlari sendirian dan menaklukkan Terracciano lewat chip dingin di menit ke-75. Kedudukan 2-1 bagi tuan rumah.
Fiorentina mencoba putus asa menekan, tetapi kelemahan di lini belakang kembali terekspos. Menit ke-84, umpan silang Volpato dari sisi kanan disambut tandukan tajam Pinamonti di tiang jauh, menutup kemenangan Sassuolo 3-1. Total shots on target Sassuolo bertambah menjadi 7, berbanding 4 milik Fiorentina, dengan penguasaan bola akhir 53%-47% untuk tuan rumah. Satu-satunya kartu kuning di laga ini diterima Biraghi akibat protes berlebihan usai gol ketiga.
Statistik, Sorotan Pemain, dan Dampak Klasemen
Cristian Volpato layak dinobatkan sebagai Man of the Match dengan kontribusi satu gol dan satu assist, plus tiga tembakan tepat sasaran serta dua key pass. Di lini bertahan, Erlić dan Tressoldi tampil solid meskipun sempat memberi penalti, mencatatkan masing-masing lima clearance. Sementara itu, Fiorentina bergantung pada González yang selain mencetak gol juga mencatat dua dribel sukses, namun minim dukungan dari lini kedua.
Dalam konferensi pers usai laga, pelatih Sassuolo memberikan pujian bagi timnya: "Kami menunjukkan karakter setelah gol penyeimbang. Volpato pemain spesial—masih muda tapi bermain dengan keberanian. Kemenangan ini sangat penting untuk mentalitas kami." Di sisi lain, Vincenzo Italiano mengaku kecewa: "Kami kehilangan konsentrasi di momen krusial. Sassuolo lebih efisien dan pantas menang. Kami harus segera bangkit."
Kemenangan ini membawa Sassuolo naik ke peringkat 9 klasemen sementara dengan 18 poin, memantapkan jarak dari zona degradasi. Sebaliknya, Fiorentina tertahan di posisi 7 dengan 21 poin, semakin sulit menembus zona Eropa. Dengan performa seperti ini, Cristian Volpato kian mengukuhkan diri sebagai aset masa depan Neroverdi, siap meneruskan tradisi pemain muda yang melejit dari Mapei Stadium.
Comments (0)