Argentina Comeback Dramatis Singkirkan Mesir usai Tertinggal Dua Gol
Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, menjadi saksi salah satu laga paling dramatis di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Argentina sukses membalikkan ketertinggalan dua gol untuk mengakhiri perlawanan Mesir ...
Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, menjadi saksi salah satu laga paling dramatis di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Argentina sukses membalikkan ketertinggalan dua gol untuk mengakhiri perlawanan Mesir dengan skor akhir 3-2, Selasa (7/7) malam waktu setempat. Kemenangan ini memastikan La Albiceleste melaju ke perempat final setelah sempat berada di ambang kekalahan akibat dua gol cepat Mesir di babak pertama.
Mesir Cetak Dua Gol Kilat
Pelatih Mesir menurunkan formasi 4-2-3-1 dengan mengandalkan kecepatan Mohamed Salah sebagai ujung tombak, didukung Mohamed di lini tengah. Strategi itu langsung membuahkan hasil pada menit ke-12. Sebuah serangan balik cepat yang diinisiasi oleh Salah dari sayap kanan berakhir dengan umpan tarik ke kotak penalti. Bola sempat mengalami kemelut sebelum Mohamed, gelandang bernomor punggung 8, melepaskan tendangan first-time yang menaklukkan Emiliano Martinez. Skor 1-0 untuk Mesir.
Belum pulih dari keterkejutan, gawang Argentina kembali bergetar hanya enam menit berselang. Berawal dari pelanggaran Cristian Romero terhadap Salah di tepi kotak penalti, wasit menunjuk titik putih setelah melakukan pengecekan VAR. Menit ke-18, Salah sendiri yang mengeksekusi penalti dengan dingin ke sudut kiri bawah gawang, membuat Martinez tak berdaya. Mesir unggul 2-0 dan tampil percaya diri.
Statistik babak pertama menunjukkan Mesir mampu meredam dominasi penguasaan bola Argentina yang mencapai 64%. The Pharaohs justru lebih efisien dengan mencatatkan 3 shots on target dari 5 percobaan, berbanding 2 shots on target milik Argentina dari 7 attempts. Lionel Messi dan rekan-rekannya kesulitan menembus blok rendah Mesir yang disiplin.
Kebangkitan Argentina di Babak Kedua
Pelatih Lionel Scaloni melakukan dua perubahan krusial di awal babak kedua dengan memasukkan Angel Di Maria dan Julian Alvarez. Dampaknya langsung terasa. Menit ke-53, Di Maria yang menusuk dari sisi kiri mengirimkan crossing akurat ke tiang jauh. Alexis Mac Allister, yang tampil sebagai gelandang box-to-box, menyambut bola dengan sundulan keras yang tak mampu dihalau kiper Mesir. Argentina memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2 dan intensitas serangan meningkat tajam.
Gol penyama kedudukan lahir dari skema serangan terencana pada menit ke-68. Messi yang bergerak sebagai false nine menarik dua bek lawan, lalu melepaskan umpan terobosan kepada Alvarez. Penyerang Manchester City itu melewati kiper sebelum menceploskan bola ke gawang kosong. Skor 2-2, dan momentum sepenuhnya milik Argentina.
Puncak drama terjadi pada menit ke-85. Sebuah tendangan bebas dari jarak 25 meter dieksekusi sempurna oleh Messi. Bola melengkung melewati pagar betis dan menghunjam ke sudut kanan atas gawang tanpa bisa dijangkau kiper. Gol tersebut mengubah skor menjadi 3-2 dan memastikan comeback heroik Argentina. VAR sempat memeriksa potensi offside pada proses gol, namun akhirnya mengesahkan gol tersebut.
Statistik Kunci dan Penguasaan Pertandingan
Secara keseluruhan, Argentina mendominasi penguasaan bola dengan 62% berbanding 38% milik Mesir. Total shots on target pun berbanding jauh: 9 untuk Argentina, sementara Mesir hanya mencatatkan 4. Gol-gol Argentina hadir dari transisi menyerang yang cepat dan kemampuan individu pemain seperti Messi dan Di Maria. Di sisi lain, Mesir tampil solid di babak pertama sebelum kelelahan dan tekanan tinggi Argentina memaksa mereka melakukan kesalahan-kesalahan elementer.
Kartu kuning terlihat pada Mohamed (Mesir, menit ke-41) akibat tekel keras kepada Mac Allister, serta Rodrigo De Paul (Argentina, menit ke-79) yang mendapat peringatan setelah menghentikan serangan balik Salah. Laga ini juga menyoroti ketangguhan mental Argentina yang mampu bangkit di turnamen besar.
Reaksi Pelatih
"Kami menunjukkan karakter juara hari ini. Tertinggal dua gol bukan situasi yang mudah, tetapi para pemain tetap percaya pada rencana permainan. Kami membuat penyesuaian di babak kedua dan hasilnya luar biasa,"ujar Scaloni dalam konferensi pers pasca-pertandingan.
Sementara itu, pelatih Mesir mengakui bahwa anak asuhnya kehabisan energi setelah menjalani babak pertama yang intens.
"Kami bermain sesuai rencana di 45 menit pertama, tapi menghadapi tim sekelas Argentina dengan intensitas seperti itu membutuhkan konsistensi penuh. Satu kesalahan kecil bisa dihukum, dan itu yang terjadi,"katanya.
Dengan kemenangan ini, Argentina akan menghadapi pemenang laga antara Brasil dan Portugal di perempat final. Pertandingan yang menjanjikan duel sarat gengsi tersebut dijadwalkan berlangsung pada 11 Juli 2026 mendatang. Sementara bagi Mesir, kekalahan ini menutup perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan bangga setelah berhasil lolos ke fase gugur untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Comments (0)