Oct 13, 2026
Olahraga

Vinicius Kartu Merah Usai Gol, Madrid Tekuk Villarreal di Santiago Bernabeu

Skor akhir 2-1 untuk Real Madrid atas Villarreal di Santiago Bernabeu, tetapi laga ini akan lebih dikenang karena momen kontroversial di menit ke-79: Vinicius Jr. mencetak gol yang seolah mengunci kem...

Vinicius Kartu Merah Usai Gol, Madrid Tekuk Villarreal di Santiago Bernabeu

Skor akhir 2-1 untuk Real Madrid atas Villarreal di Santiago Bernabeu, tetapi laga ini akan lebih dikenang karena momen kontroversial di menit ke-79: Vinicius Jr. mencetak gol yang seolah mengunci kemenangan, namun wasit justru mengangkat kartu merah setelah pengecekan VAR. Keputusan itu mengubah jalannya pertandingan dan memicu diskusi panjang soal interpretasi aturan handsball serta pelanggaran sebelum gol.

Jalannya Pertandingan Babak Pertama

Madrid tampil dengan formasi 4-3-3, menempatkan Vinicius di sayap kiri, Rodrygo di kanan, dan Jude Bellingham sebagai false nine. Villarreal merespons dengan 4-4-2 rapat yang mengandalkan serangan balik cepat. Sejak menit awal, Los Blancos mendominasi penguasaan bola hingga 63 persen, tetapi Villarreal bertahan disiplin dengan garis pertahanan rendah.

Menit ke-12, Bellingham melepaskan tembakan dari luar kotak penalti yang masih menyamping tipis. Dua menit berselang, giliran Rodrygo menusuk dari sisi kanan, namun umpan silangnya dipotong bek Villarreal. Villarreal baru mengancam pada menit ke-21 lewat counter-attack, tetapi kiper Madrid sigap menutup ruang.

Gol pembuka lahir di menit ke-34. Umpan terobosan Bellingham menemukan Vinicius yang berlari diagonal, lalu penyelesaian kaki kiri ke sudut jauh tidak mampu dijangkau kiper. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum. Statistik babak pertama: shots on target Madrid 4, Villarreal 1, kartu kuning 2 untuk tim tamu.

Villarreal Menyamakan, Madrid Merespons

Babak kedua berjalan lebih terbuka. Villarreal menaikkan garis pertahanan dan berani menekan. Hasilnya, pada menit ke-58, sepakan keras dari tepi kotak penalti menghujam gawang Madrid setelah kemelut bola mati. Skor 1-1, dan Santiago Bernabeu sempat sunyi.

Pelatih Madrid merespons dengan memasukkan pemain segar untuk memperlebar permainan. Penguasaan bola Madrid naik kembali ke 65 persen, dengan 7 shots on target sepanjang laga. Menit ke-71, sundulan dari sepak pojok hampir membawa Madrid kembali unggul, tetapi bola membentur mistar gawang.

Tekanan berbuah pada menit ke-79. Vinicius menyambut bola di dalam kotak penalti dan mengirimnya ke gawang. Selebrasi sempat pecah, namun wasit menunda pengesahan. Pengecekan VAR berlangsung beberapa menit, dan keputusan mengejutkan keluar: gol dianulir, Vinicius dinilai melakukan pelanggaran sebelum bola masuk, dan kartu merah langsung ditunjukkan.

Keputusan itu sontak mengubah komposisi Madrid menjadi 10 pemain. Villarreal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk menekan, tetapi lini belakang Madrid tampil solid dan mencatat clean sheet di sisa waktu. Madrid akhirnya mencetak gol kemenangan lewat serangan balik cepat, dan skor 2-1 bertahan hingga peluit panjang.

Analisis Statistik dan Dampak Kartu Merah

Secara angka, Madrid memang lebih unggul: penguasaan bola 64 persen, shots on target 8 berbanding 3, dan akurasi umpan 89 persen. Villarreal hanya mencatat 2 kartu kuning, sementara Madrid menerima 1 kartu merah dan 3 kartu kuning. Menariknya, kartu merah Vinicius membuat Madrid harus bertahan dengan 10 pemain selama lebih dari 10 menit, namun mereka tetap mampu mengunci kemenangan.

Keputusan VAR ini memunculkan pertanyaan soal konsistensi. Vinicius sebelumnya sempat terlibat duel fisik dengan bek Villarreal, dan rekaman menunjukkan kontak yang bisa ditafsirkan berbeda. Pelatih Madrid menyayangkan keputusan tersebut, sementara kubu Villarreal menilai prosesnya sudah sesuai aturan.

"Kami bermain dengan sepuluh pemain dan tetap menang. Itu menunjukkan karakter tim. Soal kartu merah, saya serahkan sepenuhnya kepada wasit," ujar pelatih Madrid dalam sesi pers usai laga.

Dari sisi taktik, Madrid sukses mengubah pendekatan setelah kartu merah: garis pertahanan diturunkan, dua gelandang bertahan ditempatkan untuk memutus umpan, dan serangan balik mengandalkan kecepatan pemain pengganti. Villarreal, meski unggul jumlah pemain, kesulitan menembus blok rendah Madrid dan hanya melepaskan satu tembakan tepat sasaran di 15 menit terakhir.

Kemenangan ini menjaga momentum Madrid di papan atas, sementara Vinicius dipastikan absen pada laga berikutnya akibat kartu merah. Pertanyaan besar kini: apakah sanksi tambahan akan dijatuhkan, dan bagaimana Madrid menyusun starting XI tanpa penyerang sayap utamanya? Satu hal yang pasti, laga melawan Villarreal akan lama dibicarakan bukan karena skor akhir, melainkan karena keputusan VAR yang mengubah segalanya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fajar-ramadhan

Editor Hukum. Alumni FH UI. Meliput pengadilan, MA, dan judicial review.

Comments (0)

User