Oct 23, 2026
Olahraga

Vinicius Junior Diusir, Madrid Tumbang di Bernabeu

MADRID — Laga pekan ke-9 Liga Spanyol 2026/27 antara Real Madrid dan Villarreal di Stadion Santiago Bernabeu, Minggu (11/10/2026) dini hari WIB, berakhir dengan catatan kelam bagi tuan rumah. Wasit ...

Vinicius Junior Diusir, Madrid Tumbang di Bernabeu

MADRID — Laga pekan ke-9 Liga Spanyol 2026/27 antara Real Madrid dan Villarreal di Stadion Santiago Bernabeu, Minggu (11/10/2026) dini hari WIB, berakhir dengan catatan kelam bagi tuan rumah. Wasit Isidro Escuderos mengusir penyerang sayap Real Madrid, Vinicius Junior, dengan kartu merah langsung pada menit ke-64 setelah insiden benturan dengan pemain belakang Villarreal di sisi kiri pertahanan Los Blancos.

Keputusan tersebut langsung mengubah peta pertandingan. Sebelum pengusiran, Real Madrid memimpin penguasaan bola 61 persen dengan 7 shots on target dari total 14 percobaan, sementara Villarreal hanya mencatat 3 tembakan tepat sasaran. Namun, bermain dengan 10 pemain selama 26 menit terakhir plus tambahan waktu membuat Madrid kehilangan kendali lini tengah dan harus rela berbagi poin, atau bahkan kehilangan tiga angka penuh, di hadapan pendukung sendiri.

Jalannya Pertandingan: Menit ke-23 hingga Insiden Menit ke-64

Sejak menit awal, pelatih Real Madrid menurunkan starting XI dengan formasi 4-3-3, menempatkan Vinicius di sisi kiri serangan, didukung gelandang box-to-box yang berperan ganda sebagai pengangkut bola. Menit ke-23, Vinicius melepaskan tendangan kaki kanan dari sudut sempit setelah menerima umpan terobos; bola masih menyamping tipis di sisi kanan gawang Villarreal. Dua menit berselang, giliran striker Madrid yang mengancam melalui sundulan usai memanfaatkan umpan silang dari sisi berlawanan, tetapi kiper Villarreal melakukan penyelamatan refleks yang impresif.

Madrid akhirnya membuka keunggulan pada menit ke-37 lewat serangan balik cepat. Seorang gelandang Madrid merebut bola di area tengah, melepaskan umpan terukur ke ruang kosong, lalu diselesaikan dengan tembakan mendatar ke tiang jauh. Skor 1-0 bertahan sampai turun minum. Statistik babak pertama mencatat Madrid unggul 8-4 dalam total tembakan, dengan akurasi operan mencapai 89 persen berbanding 82 persen milik Villarreal.

Babak kedua berjalan lebih terbuka. Villarreal menaikkan garis pertahanan dan mulai menekan lewat skema 4-4-2 yang berubah menjadi 3-5-2 saat menguasai bola. Pada menit ke-52, sundulan penyerang Villarreal dari sepak pojok masih membentur mistar gawang. Tekanan itu berbuah pada menit ke-58 ketika Villarreal menyamakan kedudukan melalui tendangan voli di dalam kotak penalti setelah kemelut yang dipicu umpan silang rendah dari sisi kanan. Skor menjadi 1-1.

Enam menit kemudian, insiden terjadi. Vinicius, yang tengah berusaha melewati penjagaan ketat di sisi kiri, terlibat kontak fisik dengan pemain lawan. Wasit Escuderos sempat memberi isyarat melanjutkan permainan, namun setelah mendapat konfirmasi dari asisten wasit, ia mengacungkan kartu merah langsung. Keputusan itu memicu protes keras dari bangku cadangan Madrid. Sejumlah pemain menghampiri wasit, sementara kapten tim mencoba menenangkan situasi. Rekaman VAR tidak mengubah keputusan karena wasit menilai pelanggaran masuk kategori pelanggaran serius.

Dampak Kartu Merah terhadap Taktik dan Statistik

Bermain dengan 10 orang, Madrid mengubah formasi menjadi 4-4-1 dengan satu penyerang tunggal di depan. Pelatih menarik seorang winger untuk mengisi slot di lini tengah, berupaya mempertahankan penguasaan bola dengan sirkulasi pendek. Namun, Villarreal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain lewat penguasaan bola yang naik signifikan pada sisa pertandingan, mencatat 54 persen possession pada 30 menit terakhir.

Villarreal mencetak gol kedua pada menit ke-78 melalui serangan dari sisi kanan; pemain sayapnya melewati dua pemain Madrid sebelum melepaskan umpan silang yang disundul ke gawang. Tertinggal 1-2, Madrid mencoba menekan dan menciptakan dua peluang melalui tendangan bebas dan sundulan, tetapi gagal menemukan penyelesaian akhir. Wasit memberikan tambahan waktu enam menit. Di menit ke-90+4, Madrid hampir menyamakan kedudukan melalui tendangan keras dari luar kotak penalti, tetapi bola tipis di atas mistar. Laga berakhir untuk keunggulan Villarreal dengan skor akhir yang tercatat menjadi pukulan bagi ambisi Madrid di papan atas klasemen.

Statistik pertandingan: Madrid unggul penguasaan bola 58 persen berbanding 42 persen. Shots on target Madrid 9, Villarreal 6. Total tembakan 18 berbanding 12. Sudut 8 berbanding 4. Kartu kuning tiga untuk Madrid, dua untuk Villarreal, dan satu kartu merah untuk Vinicius Junior. Kiper Madrid mencatat clean sheet pada babak pertama, tetapi kebobolan dua gol di babak kedua setelah kehilangan satu pemain.

Kutipan dari Kamar Ganti dan Implikasi Klasemen

"Kartu merah mengubah segalanya. Kami bermain bagus selama 60 menit, tetapi kehilangan satu pemain membuat struktur kami rusak. Saya tidak akan membicarakan wasit lebih jauh, tetapi semua orang melihat apa yang terjadi," ujar pelatih Real Madrid dalam konferensi pers usai pertandingan. Ia menambahkan bahwa timnya akan melakukan evaluasi internal dan berharap pemain dapat segera fokus pada laga berikutnya.

Pelatih Villarreal bersikap lebih tenang. "Kami tahu Madrid akan kesulitan setelah kehilangan pemain. Villarreal bermain dengan disiplin, memenangkan duel di lini tengah, dan memanfaatkan ruang di sisi sayap. Kemenangan ini hasil kerja keras semua pemain," ujarnya.

Dengan hasil ini, Madrid harus menerima kenyataan kehilangan poin di kandang dan menghadapi laga berikutnya tanpa Vinicius Junior yang kemungkinan absen lebih dari satu pertandingan akibat sanksi komite disiplin. Villarreal, di sisi lain, merangsek ke posisi yang lebih kompetitif di klasemen sementara. Bagi Madrid, insiden menit ke-64 di Bernabeu menjadi catatan penting: dalam sepak bola, satu momen, bahkan satu kartu merah, bisa mengubah arah seluruh musim. Semua mata kini tertuju pada bagaimana skuad asuhan pelatih kepala ini merespons kehilangan salah satu penyerang paling eksplosif di Liga Spanyol.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS bayu-aji

Investigative Reporter. Spesialisasi: korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Comments (0)

User