Oct 13, 2026
Olahraga

Vinicius Junior Cetak Gol ke-100, VAR Berujung Kartu Merah di Bernabeu

Skor akhir 3-1 untuk Real Madrid atas Villarreal di Santiago Bernabeu, Minggu dini hari WIB, seharusnya menjadi malam perayaan bagi Vinicius Junior. Winger asal Brasil itu mencetak gol ke-100 dan ke-1...

Vinicius Junior Cetak Gol ke-100, VAR Berujung Kartu Merah di Bernabeu

Skor akhir 3-1 untuk Real Madrid atas Villarreal di Santiago Bernabeu, Minggu dini hari WIB, seharusnya menjadi malam perayaan bagi Vinicius Junior. Winger asal Brasil itu mencetak gol ke-100 dan ke-101 dalam kariernya bersama Los Blancos, tetapi malam gemilangnya berubah menjadi mimpi buruk setelah ia menerima kartu merah langsung pada menit ke-78 usai intervensi VAR. Sebuah gol, sebuah insiden, dan sebuah keputusan yang mengubah jalannya pertandingan sekaligus menyita perhatian publik sepak bola Spanyol.

Babak Pertama: Dominasi Penguasaan Bola dan Gol ke-100 Vinicius

Real Madrid memulai pertandingan dengan formasi 4-3-3, dengan Vinicius beroperasi di sisi kiri lini serang didampingi Kylian Mbappe sebagai penyerang tengah dan Rodrygo di kanan. Statistik penguasaan bola babak pertama mencatat angka 62 persen untuk tuan rumah berbanding 38 persen untuk Villarreal, yang mengandalkan formasi 4-4-2 dan skema serangan balik cepat.

Peluang pertama datang pada menit ke-9 melalui sepakan Mbappe yang masih melebar. Namun panggung utama baru benar-benar terbuka pada menit ke-23. Menerima umpan terobosan dari Jude Bellingham di sisi kiri, Vinicius melepaskan tendangan first-time yang menghujam sudut jauh gawang kiper Villarreal. Gol itu tercatat sebagai gol ke-100 Vinicius untuk Real Madrid di semua kompetisi, sebuah tonggak sejarah bagi pemain berusia 24 tahun tersebut.

Villarreal sempat menyamakan kedudukan pada menit ke-31 melalui sundulan setelah memanfaatkan ruang kosong di antara bek tengah dan bek sayap Madrid. Namun Real Madrid kembali memimpin pada menit ke-44 lewat gol Mbappe dari titik penalti, memastikan skor 2-1 bertahan hingga turun minum. Statistik babak pertama mencatat delapan shots on target untuk Madrid dari 11 percobaan, sementara Villarreal hanya melepaskan tiga tembakan tepat sasaran.

Babak Kedua: Gol ke-101 dan Pengecekan VAR yang Mengubah Segalanya

Memasuki babak kedua, Carlo Ancelotti menginstruksikan pasukannya untuk menurunkan tempo dan menjaga penguasaan bola. Strategi itu nyaris berjalan mulus hingga menit ke-61, ketika Vinicius kembali mencatatkan namanya di papan skor. Berawal dari skema serangan cepat tiga sentuhan, kombinasi Bellingham dan Mbappe membuka ruang di sisi kiri, dan Vinicius dengan tenang menyelesaikan peluang itu untuk gol ke-101 sekaligus mengunci skor menjadi 3-1.

Namun insiden kontroversial terjadi pada menit ke-78. Dalam sebuah duel perebutan bola di tengah lapangan, wasit awalnya memberikan kartu kuning kepada Vinicius atas pelanggaran terhadap pemain Villarreal. Setelah pengecekan VAR melalui monitor di pinggir lapangan, wasit mengubah keputusannya menjadi kartu merah langsung. Rekaman menunjukkan kontak yang dianggap melampaui batas profesional dalam perebutan bola tersebut.

Keputusan itu memicu protes keras dari para pemain Madrid. Kartu merah tersebut membuat Madrid harus bermain dengan sepuluh pemain selama 12 menit terakhir plus tambahan waktu, memaksa Ancelotti mengubah formasi menjadi 4-4-1 dengan menarik Rodrygo ke lini tengah untuk memperkuat pertahanan. Meski demikian, Madrid berhasil mempertahankan clean sheet di sisa pertandingan.

Analisis Statistik: Efisiensi Madrid Tanpa Vinicius

Mengacu pada data pertandingan, Real Madrid mencatatkan total 64 persen penguasaan bola dengan sembilan shots on target dari 17 percobaan. Villarreal hanya menorehkan 36 persen penguasaan bola dengan empat tembakan tepat sasaran. Akurasi umpan Madrid mencapai 89 persen, jauh di atas Villarreal yang hanya 78 persen.

Menariknya, kartu merah Vinicius hanya yang ketiga sepanjang kariernya di level klub. Ia sebelumnya harus menerima kartu merah pada laga melawan Valencia pada November 2022 dan mendapatkan tiga kartu kuning dalam lima laga terakhir sebelum pertandingan ini. Statistik kebugaran dan jarak tempuh Vinicius sebelum kartu merah mencatat 9,8 kilometer dengan 27 sprint, tertinggi di antara pemain Madrid pada pertandingan tersebut.

Dengan kartu merah itu, Vinicius dipastikan absen pada laga berikutnya melawan Athletic Bilbao, sebuah pukulan bagi lini serang Los Blancos yang tengah memasuki jadwal padat bulan Desember.

Reaksi Ruang Ganti dan Dampak bagi Madrid

Ancelotti mengomentari keputusan VAR dengan nada kecewa namun tetap profesional. "Saya tidak ingin berbicara terlalu banyak soal wasit, tetapi kami kehilangan pemain yang sedang dalam performa terbaik. Sepak bola selalu seperti ini, kami harus menerima keputusan apa pun," ujarnya dalam konferensi pers usai pertandingan.

Di sisi lain, pelatih Villarreal menyatakan bahwa hasil ini tetap meninggalkan catatan tersendiri bagi timnya yang mampu meredam tekanan Madrid di babak kedua, meski gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain pada menit-menit akhir pertandingan.

Bagaimana pun, malam di Bernabeu ini akan dikenang bukan sekadar karena kemenangan 3-1 Real Madrid, melainkan kisah ironis seorang Vinicius Junior yang menorehkan rekor gol ke-100 dan ke-101, tetapi harus menutup pertandingan dengan kartu merah akibat intervensi VAR. Sebuah pengingat bahwa dalam sepak bola modern, satu menit bisa mengubah segalanya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS bayu-aji

Investigative Reporter. Spesialisasi: korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Comments (0)

User