Insiden memalukan mewarnai perjalanan pulang tim EPA Persib U-18 dari laga away di Batang, Jawa Tengah. Bus yang membawa para pemain muda Maung Bandung menjadi sasaran pelemparan oleh sekelompok oknum yang mengaku sebagai suporter. Peristiwa ini langsung menuai kecaman keras dari Viking Persib Club, kelompok suporter resmi Persib Bandung.
Ketua Viking Persib Club, dalam pernyataan resminya, mengutuk aksi anarkis tersebut. Ia menegaskan bahwa tindakan penyerangan terhadap bus tim usia muda sama sekali tidak mencerminkan budaya suporter Persib yang menjunjung tinggi sportivitas. Menurutnya, para pemain U-18 adalah aset masa depan klub yang seharusnya mendapat dukungan, bukan tindakan kekerasan.
Kronologi Insiden di Batang
Berdasarkan informasi yang dihimpun, rombongan EPA Persib U-18 tengah dalam perjalanan pulang setelah menjalani pertandingan kompetisi elit usia muda. Sekitar pukul 22.00 WIB, bus yang mengangkut skuad asuhan pelatih tersebut melintas di kawasan Batang. Tiba-tiba, sejumlah oknum tidak dikenal melempari bus dengan batu dan benda keras lainnya.
Akibatnya, kaca bus mengalami keretakan. Beberapa pemain yang sedang beristirahat sempat panik, namun tidak ada laporan korban luka serius. Tim medis langsung memeriksa kondisi para pemain begitu rombongan tiba di Bandung. Manajemen Persib memastikan seluruh pemain dalam kondisi aman dan hanya mengalami trauma ringan.
Kecaman dan Sikap Tegas Viking
Viking Persib Club melalui ketuanya menyampaikan permintaan maaf dan penyesalan mendalam atas aksi oknum yang mengatasnamakan suporter. Ia menegaskan bahwa Viking tidak pernah mentolerir kekerasan dalam bentuk apa pun. "Kami kutuk keras aksi ini. Pelaku bukan bagian dari kami, dan kami mendukung penuh proses hukum," tegasnya.
Ia juga mengimbau seluruh suporter Persib untuk menahan diri dan tidak terprovokasi. Menurutnya, dukungan sejati diwujudkan dengan hadir di stadion, menyanyikan chant, dan menjaga nama baik klub. Bukan dengan melakukan tindakan yang merugikan tim, terutama tim usia muda yang sedang meniti karier.
Respons Manajemen dan Imbauan Keamanan
Manajemen PT Persib Bandung Bermartabat menyatakan akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengusut tuntas insiden ini. Mereka juga akan meningkatkan pengawalan terhadap tim-tim usia muda yang sedang bertanding di luar kota. Langkah preventif dinilai penting agar kejadian serupa tidak terulang.
Pelatih kepala EPA Persib U-18 mengaku kecewa dengan insiden tersebut. Namun, ia bersyukur para pemainnya tetap fokus dan tidak mengalami cedera berarti. Ia berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua pihak tentang pentingnya keamanan dan sportivitas dalam sepak bola usia dini.
Dampak bagi Sepak Bola Usia Muda
Insiden di Batang menambah daftar panjang masalah keamanan dalam kompetisi sepak bola nasional, khususnya di level usia muda. Padahal, EPA (Elite Pro Academy) merupakan program pembinaan yang krusial untuk melahirkan pemain berkualitas bagi timnas dan klub. Gangguan keamanan tentu berdampak pada psikologis pemain muda.
Viking berharap federasi dan operator kompetisi turut memperhatikan aspek keamanan, terutama saat tim bertandang. Koordinasi antara kepolisian, panitia pelaksana, dan klub harus diperkuat. Dengan begitu, para pemain muda bisa fokus mengembangkan kemampuan tanpa rasa takut.
"Kami berharap pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku. Jangan sampai ulah segelintir orang merusak nama besar Persib dan sepak bola Indonesia," ujar Ketua Viking.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi pelaku. Beberapa saksi telah dimintai keterangan. Viking Persib Club pun mengajak seluruh Bobotoh untuk bersama-sama menjaga kondusifitas dan mendukung tim dengan cara yang positif.
Yang jelas, insiden ini menjadi tamparan bagi dunia suporter Indonesia. Dukungan sejati tidak diukur dari keberanian melakukan kekerasan, melainkan dari kesetiaan dan sikap sportif. Semoga ke depan, sepak bola Indonesia semakin dewasa, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Comments (0)