Viking Persib Kutuk Keras Penyerangan Bus EPA U-18 di Batang
BANDUNG — Insiden hitam kembali mencoreng sepak bola nasional. Bus yang membawa rombongan tim Elite Pro Academy (EPA) Persib U-18 diserang sekelompok oknum suporter saat melintas di wilayah Batang, ...
BANDUNG — Insiden hitam kembali mencoreng sepak bola nasional. Bus yang membawa rombongan tim Elite Pro Academy (EPA) Persib U-18 diserang sekelompok oknum suporter saat melintas di wilayah Batang, Jawa Tengah. Peristiwa tersebut memicu reaksi keras dari Viking Persib Club, kelompok suporter fanatik Maung Bandung, yang langsung mengutuk aksi anarkis itu melalui pernyataan resmi.
Menurut keterangan yang dihimpun, penyerangan terjadi ketika bus tim muda Persib tengah dalam perjalanan pulang setelah menjalani laga kompetisi EPA. Sekelompok oknum tak dikenal melempari kendaraan dengan benda keras, menyebabkan kerusakan pada bagian kaca dan bodi bus. Meski demikian, tidak dilaporkan adanya korban jiwa dalam insiden tersebut, namun sejumlah pemain dan ofisial dilaporkan mengalami trauma psikologis akibat kejadian mendadak itu.
Reaksi Keras Viking Persib Club
Ketua Viking Persib Club, yang mewakili seluruh anggota, menegaskan bahwa aksi penyerangan terhadap tim U-18 sama sekali tidak bisa dibenarkan. Dalam pernyataan resminya, ia menyebut oknum pelaku sebagai pihak yang telah menodai nama besar suporter Persib yang selama ini dikenal menjunjung tinggi sportivitas dan nilai-nilai Bobotoh.
"Kami mengutuk keras aksi penyerangan terhadap bus EPA Persib U-18. Ini bukan aksi suporter sejati. Siapapun pelakunya, mereka telah merusak citra sepak bola Indonesia dan nama baik Bobotoh," tegas Ketua Viking Persib Club.
Ia juga menekankan bahwa Viking Persib Club selama ini konsisten mengampanyekan suporter yang damai, tidak melakukan kekerasan, dan mendukung tim dengan cara-cara positif. Aksi segelintir oknum, menurutnya, tidak boleh dijadikan pembenaran untuk menstigma seluruh basis suporter Persib yang jumlahnya mencapai ratusan ribu orang di berbagai daerah.
Kronologi dan Dampak Insiden
Berdasarkan informasi yang beredar, rombongan tim EPA Persib U-18 berangkat menuju lokasi pertandingan dengan formasi starting XI yang telah disiapkan pelatih. Perjalanan panjang lintas provinsi menjadi rutinitas tim akademi yang berlaga di kompetisi pembinaan usia muda. Namun, di tengah perjalanan, bus mereka dihadang dan diserang oleh sekelompok massa.
Insiden tersebut otomatis mengganggu persiapan dan pemulihan pemain. Padahal, dalam laga sebelumnya, tim asuhan pelatih akademi Persib ini mencatatkan penguasaan bola yang cukup dominan dan beberapa shots on target yang membahayakan pertahanan lawan. Kondisi mental para pemain muda berusia di bawah 18 tahun tentu menjadi perhatian utama, mengingat mereka masih dalam tahap perkembangan karier.
Viking Persib Club pun mendesak pihak berwenang untuk segera mengusut tuntas pelaku penyerangan. Mereka meminta aparat kepolisian menindak tegas siapapun yang terbukti melakukan aksi anarkis, tanpa memandang afiliasi atau latar belakang kelompok. Selain itu, Viking juga mengajak seluruh elemen suporter di Indonesia untuk bersama-sama menjaga iklim sepak bola yang kondusif.
Seruan Persatuan dan Sportivitas
Dalam pernyataannya, Ketua Viking Persib Club juga mengimbau agar seluruh Bobotoh tetap tenang dan tidak terprovokasi untuk melakukan aksi balasan. Pendekatan kekeluargaan dan komunikasi antar-suporter dinilai jauh lebih penting dibandingkan tindakan reaktif yang berpotensi memicu konflik lebih besar.
"Fokus kami adalah mendukung Persib, termasuk tim EPA U-18, dengan cara yang bermartabat. Jangan sampai emosi sesaat merusak perjuangan pemain di lapangan," lanjutnya.
Insiden ini menambah daftar panjang persoalan keamanan dalam perjalanan tim sepak bola di Indonesia. Berbagai pihak menyoroti perlunya standar keamanan transportasi bagi tim-tim akademi, termasuk pengawalan dan koordinasi dengan kepolisian daerah yang dilintasi. Tim EPA sendiri merupakan program pembinaan jangka panjang yang menjadi tulang punggung regenerasi pemain nasional, sehingga keselamatan mereka harus dijamin.
Viking Persib Club berharap insiden di Batang menjadi pelajaran bagi semua pihak. Mereka menegaskan komitmen untuk terus mengawal sepak bola Indonesia yang bersih, aman, dan bebas dari kekerasan, baik di dalam maupun di luar lapangan. Dukungan kepada Maung Bandung, kata mereka, tidak perlu dibuktikan dengan cara-cara yang merugikan orang lain.
Hingga berita ini diturunkan, proses penyelidikan masih berlangsung dan pihak kepolisian setempat belum merilis pernyataan resmi terkait identitas pelaku maupun motif penyerangan. Viking Persib Club menyatakan siap berkoordinasi dengan pihak berwenang dan manajemen Persib untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali di kemudian hari.
Comments (0)