SIRKUIT SEPANG, MALAYSIA — Max Verstappen kembali menunjukkan tajinya di atas lintasan. Pebalap tim Red Bull Racing itu menorehkan waktu tercepat pada sesi latihan bebas kedua (FP2) jelang Grand Prix Bahrain 2026 yang berlangsung di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia, Jumat (2/10/2026). Catatan waktu 1 menit 31,842 detik yang dibukukan juara bertahan empat kali itu menjadi sinyal kuat bahwa ia siap mendominasi akhir pekan balapan kali ini.
Sesi FP2 yang digelar mulai pukul 15.00 waktu setempat ini berlangsung dalam kondisi trek yang mulai mengering setelah hujan ringan mengguyur kawasan Sepang pada sesi FP1. Suhu aspal tercatat 42 derajat Celsius, sementara suhu udara berada di angka 31 derajat Celsius — kombinasi ideal untuk menguji degradasi ban keras C3 yang menjadi pilihan mayoritas tim.
Menit ke-23: Verstappen Lepaskan Putaran Tercepat
Menit ke-23, Verstappen yang mengenakan ban medium C4 melepaskan tendangan putaran tercepatnya. RB20 miliknya melewati tikungan 5 dan 6 dengan kecepatan rata-rata 235 km/jam, lalu memangkas 0,3 detik di sektor tiga yang dikenal teknis. Tidak ada satu pun pebalap yang mampu mendekati catatan tersebut hingga bendera checkered dikibarkan.
Di belakangnya, pebalap Ferrari Charles Leclerc harus puas berada di posisi kedua dengan selisih +0,214 detik. Leclerc sempat memimpin klasemen sementara FP2 pada menit ke-15 dengan waktu 1 menit 32,056 detik, sebelum akhirnya tersalip oleh sang juara dunia. Lando Norris dari McLaren melengkapi tiga besar dengan jarak +0,387 detik, sementara rekan setim Verstappen, Sergio Perez, tertahan di urutan keenam dengan selisih lebih dari 0,7 detik.
Menariknya, Verstappen tidak hanya unggul dalam satu putaran cepat. Analisis telemetri menunjukkan ia konsisten di simulasi balapan dengan pengelolaan ban yang superior. Pada stint kedua yang berlangsung 12 putaran, degradasi ban belakangnya tercatat hanya 0,08 detik per putaran — angka terbaik di antara sepuluh pebalap teratas.
Formasi dan Strategi: Red Bull Pilih Setup Downforce Rendah
Red Bull tampak membawa paket aerodinamika baru ke Sepang. Verstappen menggunakan sayap belakang dengan spesifikasi downforce rendah yang dirancang khusus untuk lintasan lurus panjang Sirkuit Sepang. Sayap depan juga dimodifikasi dengan tambahan strake untuk meningkatkan aliran udara ke bagian bawah mobil. Setelan ini membuat RB20 mampu menembus kecepatan puncak 328 km/jam di trek lurus utama.
Sementara itu, Ferrari memilih jalur berbeda. Leclerc dan Carlos Sainz menggunakan setup downforce menengah untuk mengimbangi performa di tikungan cepat seperti Tikungan 12 dan 13. Strategi ini membuat SF-24 kehilangan sekitar 4 km/jam di trek lurus, tetapi mampu menutupi defisit waktu di sektor dua.
Mercedes, di sisi lain, masih berkutat dengan masalah keseimbangan mobil. Lewis Hamilton dan George Russell masing-masing finis di posisi kedelapan dan kesembilan, terpaut lebih dari satu detik dari Verstappen. Manajer tim Toto Wolff menyebut bahwa W15 masih mengalami understeer kronis pada fase masuk tikungan berkecepatan tinggi.
"Kami sudah menemukan arah yang tepat dengan paket baru ini. Max merasa nyaman, dan itu yang terpenting. Tapi kami tidak boleh lengah — Ferrari dan McLaren menunjukkan pace yang kompetitif di simulasi balapan," ujar Christian Horner, principal Red Bull Racing, dalam sesi jumpa pers usai FP2.
Data resmi penyelenggara mencatat total 28 pebalap turun di FP2 dengan rata-rata kecepatan sesi 214,6 km/jam. Penguasaan bola — dalam konteks balapan, dominasi putaran tercepat — dikuasai Red Bull Racing dengan 47 persen, disusul Ferrari (29 persen) dan McLaren (18 persen).
Kartu Kuning dan Insiden di Sektor Tiga
Sesi latihan bebas kedua ini juga diwarnai insiden. Pebalap Alpine, Pierre Gasly, mengalami spin di Tikungan 15 pada menit ke-41 setelah ban belakangnya terkunci. Ia beruntung tidak menabrak dinding pembatas, namun mobilnya sempat memicu bendera kuning selama hampir dua menit. Steward memutuskan untuk tidak memberikan penalti karena insiden tersebut murni kesalahan teknis.
Selain itu, Esteban Ocon dari Haas harus mengakhiri sesi lebih awal setelah mesin mobilnya mengalami overheating pada menit ke-52. Ia hanya mencatat tujuh putaran dan berada di posisi ke-19.
Dengan hasil ini, Verstappen jelas menjadi favorit utama untuk meraih pole position pada kualifikasi Sabtu besok. Namun, dengan karakter Sirkuit Sepang yang keras terhadap ban dan cuaca tropis yang mudah berubah, strategi ban akan menjadi faktor penentu. Red Bull harus memastikan keunggulan satu putaran mereka tidak mengorbankan performa balapan panjang.
Jika Verstappen mampu mengonversi pace luar biasa ini menjadi kemenangan, ia akan memperlebar jarak di puncak klasemen pembalap dan mengukuhkan dominasinya di musim 2026. Babak kualifikasi akan digelar Sabtu (3/10/2026) pukul 21.00 WIB, disusul balapan utama pada Minggu malam.
Comments (0)