Oct 13, 2026
Olahraga

Veda Ega Pratama Tembus Enam Besar di Mandalika

Menit ke-23 menjadi momen penentu ketika Veda Ega Pratama melepaskan manuver ganda di tikungan terakhir Sirkuit Mandalika, memastikan posisi keenam pada balapan Pertamina Moto3 Mandalika 2026, Minggu ...

Veda Ega Pratama Tembus Enam Besar di Mandalika

Menit ke-23 menjadi momen penentu ketika Veda Ega Pratama melepaskan manuver ganda di tikungan terakhir Sirkuit Mandalika, memastikan posisi keenam pada balapan Pertamina Moto3 Mandalika 2026, Minggu (11/10). Hasil ini menjadi finis top 10 pertama pembalap muda Indonesia itu setelah melalui serangkaian balapan yang berakhir di luar zona poin.

Jalannya Balapan: Start dari Baris Ketiga

Mengawali lomba dari posisi kesembilan di grid, Veda tampil agresif sejak lampu hijau menyala. Dengan formasi motor yang dioptimalkan untuk sektor tikungan cepat, ia langsung menyalip dua rival di lap pembuka. Penguasaan bola tidak berlaku di dunia balap, namun leading position sempat diraihnya selama tiga lap berturut-turut sebelum disalip pembalap Spanyol pada menit ke-12.

Kompetisi berjalan ketat. Tercatat shots on target — dalam konteks balap, overtake bersih — mencapai sembilan aksi salip-menyalip di kelompok depan. Veda sendiri sukses melakukan empat overtake bersih tanpa menyentuh lawan. Memasuki lap ke-15, ia berada di posisi kedelapan dan terus menekan dua pembalap di depannya.

"Veda menunjukkan kedewasaan dalam mengelola ban. Di paruh kedua balapan, ritmenya justru meningkat," ujar kepala timnya usai lomba.

Analisis Performa: Konsistensi di Sektor Ketiga

Data resmi mencatat waktu tercepat Veda Ega Pratama adalah 1 menit 39,872 detik pada lap ke-17. Catatan ini hanya terpaut 0,4 detik dari pembalap terdepan. Sektor ketiga sirkuit — yang dikenal teknis dengan kombinasi tikungan ganda — menjadi wilayah terkuatnya. Ia mempertahankan racing line yang konsisten dan menghindari kontak fisik yang kerap terjadi di kelompok tengah.

Dari sisi strategi, tim memilih ban belakang kompon keras untuk menjaga daya cengkeram hingga lap akhir. Keputusan ini terbukti tepat. Pada lima lap terakhir, Veda mencatatkan lap time rata-rata 1 menit 40,2 detik, lebih cepat dibanding para rival yang memakai kompon lunak dan mulai kehilangan grip.

Jika dibandingkan dengan balapan sebelumnya, peningkatan signifikan terlihat dari sisi konsistensi. Tercatat hanya sekali ia keluar dari garis ideal, itupun akibat insiden offside — istilah yang dalam balap merujuk pada pelanggaran batas lintasan — yang tidak berujung penalti. Tidak ada kartu kuning maupun kartu merah dalam balapan ini, menandakan disiplin tinggi dari seluruh pembalap di kelompok depan.

Dampak pada Klasemen dan Proyeksi ke Depan

Dengan tambahan 10 poin dari finis keenam, posisi Veda di klasemen pembalap naik ke peringkat kesembilan dengan koleksi 67 poin. Jarak dengan pemuncak klasemen masih 48 poin, namun momentum ini krusial menjelang rangkaian balapan Eropa. Clean sheet — dalam artian finis tanpa insiden — menjadi pondasi kepercayaan diri.

Pelatih kepala menegaskan bahwa hasil di Mandalika menjadi titik balik. "Kami sudah menemukan setelan motor yang cocok untuk gaya balap Veda. Target berikutnya adalah podium," tegasnya.

Balapan berikutnya akan digelar di Sirkuit Phillip Island, Australia, dua pekan mendatang. Dengan performa yang terus menanjak, Veda Ega Pratama berpotensi mengulang prestasi serupa, bahkan lebih baik. Statistik menunjukkan sirkuit beraliran cepat itu sesuai dengan karakter motor yang ia tunggangi saat ini.

Yang jelas, finis enam besar di kandang sendiri menjadi bukti bahwa puasa top 10 resmi berakhir. Kini tantangannya adalah menjaga konsistensi di sirkuit-sirkuit yang belum ia kuasai sepenuhnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fajar-ramadhan

Editor Hukum. Alumni FH UI. Meliput pengadilan, MA, dan judicial review.

Comments (0)

User