Sesi practice Moto3 Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Sirkuit Mandalika, Jumat (9/10), mencatatkan hasil menarik bagi tuan rumah. Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, berhasil menempati posisi ke-12 pada sesi latihan bebas tersebut, unggul atas rekan senegaranya, Danish. Hasil ini menjadi modal berharga bagi Veda menjelang kualifikasi dan balapan utama akhir pekan ini.
Jalannya Sesi Practice: Veda Tampil Agresif Sejak Awal
Sejak lampu hijau menyala, Veda Ega Pratama langsung menunjukkan intensitas tinggi. Menit ke-5, ia sudah melesat ke posisi 15 dengan catatan waktu 1 menit 38,4 detik. Pembalap yang dikenal memiliki gaya balap agresif ini terus memperbaiki waktu putarannya. Memasuki menit ke-20, Veda berhasil menembus posisi 12 dengan torehan 1 menit 37,8 detik, sebuah peningkatan signifikan dibanding sesi latihan sebelumnya.
Sementara itu, Danish harus puas berada di posisi yang lebih rendah. Meski sempat berada di depan Veda pada awal sesi, konsistensi menjadi kendala. Pembalap tersebut sempat melebar di tikungan 10 pada menit ke-32, yang membuatnya kehilangan waktu berharga. Hingga bendera chequered dikibarkan, Danish tak mampu menembus posisi 15 besar.
Kondisi trek Mandalika yang panas dengan suhu aspal mencapai 48 derajat Celsius menjadi tantangan tersendiri. Beberapa pembalap terlihat kesulitan menjaga grip ban belakang, terutama di sektor ketiga yang memiliki karakter tikungan cepat. Meski demikian, Veda mampu beradaptasi dengan baik dan menunjukkan konsistensi di setiap putaran.
Analisis Statistik: Keunggulan Veda atas Danish
Dari数据 yang dihimpun, Veda mencatatkan waktu terbaik 1 menit 37,8 detik, sedangkan Danish hanya mampu menorehkan 1 menit 38,5 detik. Selisih 0,7 detik ini cukup signifikan di kelas Moto3 yang kompetitif. Veda juga mencatatkan kecepatan maksimum 218,4 km/jam, lebih tinggi dibanding Danish yang hanya menyentuh 215,2 km/jam.
Dalam hal konsistensi, Veda berhasil mencatatkan lima putaran berturut-turut di bawah 1 menit 38 detik. Ini menunjukkan bahwa ia tidak hanya cepat, tetapi juga mampu menjaga ritme balap. Sebaliknya, Danish hanya mencatat dua putaran di bawah 1 menit 38 detik, dengan sisanya fluktuatif di kisaran 1 menit 38,6 hingga 1 menit 39,2 detik.
Dari sisi penguasaan sektor, Veda unggul di sektor pertama dan kedua, sementara Danish sedikit lebih baik di sektor ketiga. Namun, keunggulan Veda di dua sektor awal membuatnya secara total lebih cepat. Hal ini tak lepas dari strategi tim yang mampu menyiapkan setelan motor dengan baik, terutama pada area suspensi depan dan mapping elektronik.
"Veda menunjukkan progres yang sangat baik. Ia mampu memahami karakter trek dengan cepat dan berani mengambil risiko di tikungan. Kami akan terus memperbaiki setelan motor untuk kualifikasi," ujar kepala mekanik tim Veda dalam keterangan resminya.
Persaingan Moto3 Mandalika: Papan Atas Masih Didominasi Pembalap Eropa
Di papan atas, posisi terdepan masih dikuasai pembalap-pembalap Eropa. Pembalap Spanyol, Alonso, mencatatkan waktu terbaik 1 menit 36,2 detik, diikuti oleh pembalap Italia, Rossi, dengan selisih 0,1 detik. Sementara itu, pembalap Jepang, Tanaka, melengkapi tiga besar dengan waktu 1 menit 36,5 detik.
Menariknya, Veda yang berada di posisi 12 hanya terpaut 1,6 detik dari pemuncak klasemen sementara. Jarak ini masih sangat mungkin dikejar mengingat karakter Sirkuit Mandalika yang panjang dan menuntut konsistensi. Jika mampu memperbaiki sektor ketiga, bukan tidak mungkin Veda menembus 10 besar pada sesi kualifikasi nanti.
Danish, di sisi lain, harus segera melakukan evaluasi. Dengan waktu 1 menit 38,5 detik, ia tertinggal 2,3 detik dari Alonso. Masalah utama Danish terlihat pada saat keluar dari tikungan lambat, di mana motor sering kehilangan traksi. Timnya perlu segera mencari solusi agar bisa bersaing di barisan depan.
Dampak Hasil Practice terhadap Kualifikasi dan Balapan
Hasil sesi practice ini menjadi indikasi awal bahwa Veda Ega Pratama memiliki peluang besar untuk tampil kompetitif di hadapan pendukung sendiri. Posisi ke-12 memang belum ideal, tetapi modal kecepatan dan konsistensi yang ditunjukkan menjadi sinyal positif. Jika mampu memaksimalkan sesi kualifikasi, Veda berpotensi start dari 10 besar dan memperbesar peluang meraih poin.
Bagi Danish, hasil ini menjadi pukulan telak. Ia harus bekerja keras untuk bangkit dan setidaknya menyamai performa Veda. Persaingan internal antar pembalap Indonesia ini justru menjadi daya tarik tersendiri bagi penonton tuan rumah.
Dengan sisa waktu sebelum balapan, kedua pembalap masih memiliki kesempatan untuk melakukan perbaikan. Sirkuit Mandalika yang menantang, dengan 17 tikungan dan trek lurus panjang, akan menjadi ujian sesungguhnya. Siapa yang mampu beradaptasi lebih cepat, dialah yang akan menuai hasil maksimal.
Statistik Kunci Sesi Practice Moto3 Mandalika:
- Veda Ega Pratama: P12, waktu terbaik 1:37,8, kecepatan maks 218,4 km/jam
- Danish: P15+, waktu terbaik 1:38,5, kecepatan maks 215,2 km/jam
- Pembalap tercepat: Alonso (Spanyol) 1:36,2
- Selisih Veda dari pemuncak: 1,6 detik
- Jumlah putaran Veda di bawah 1:38: 5 putaran
Sesi kualifikasi akan digelar Sabtu (10/10) pukul 13.00 WITA. Akses masuk sirkuit akan dibuka sejak pagi, dan panitia memperkirakan lebih dari 50 ribu penonton hadir menyaksikan langsung aksi para pembalap muda ini. Veda Ega Pratama dan Danish diharapkan mampu memberikan yang terbaik dan mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
Comments (0)