Oct 22, 2026
Olahraga

Veda Ega Pratama Curi Perhatian di Tes Pramusim Moto3 Jerez 2026

Sirkuit Jerez menjadi saksi bisu aksi pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, yang tampil mengejutkan pada sesi tes pramusim Moto3 2026. Mengenakan kostum Honda Team Asia, pembalap kelahiran 2007 i...

Veda Ega Pratama Curi Perhatian di Tes Pramusim Moto3 Jerez 2026

Sirkuit Jerez menjadi saksi bisu aksi pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, yang tampil mengejutkan pada sesi tes pramusim Moto3 2026. Mengenakan kostum Honda Team Asia, pembalap kelahiran 2007 ini langsung menunjukkan adaptasi cepat dengan motor baru dan persaingan ketat kelas ringan. Meski hasil akhir sesi tes bukan patokan mutlak, catatan waktu yang ia torehkan menjadi sinyal serius bahwa kehadirannya di peta balap dunia tidak bisa diremehkan.

Statistik Sesi Tes: Konsistensi di Atas Rata-Rata

Dalam tiga hari pengujian di Jerez, Veda mencatatkan total 187 lap dengan waktu terbaik 1 menit 46,2 detik. Angka tersebut menempatkannya hanya berselisih 0,8 detik dari pembalap terdepan di sesi hari kedua. Yang lebih menarik, Veda konsisten berada di posisi 10 besar pada setiap sesi, dengan penguasaan trek yang makin matang di tikungan Angel Nieto dan tikungan Dry Sac. Dari data tim, ia menorehkan 68 persen lap dalam kategori 'green' alias lebih cepat dari catatan pribadinya di sesi sebelumnya. Kecepatan puncaknya di sektor kedua bahkan menyaingi dua pembalap favorit juara musim ini.

Pada hari pertama, Veda sempat kesulitan dengan pengaturan front-end motor, terutama saat pengereman keras di tikungan 6. Namun, tim teknis Honda Team Asia melakukan perubahan pada suspensi depan dan geometri setang yang langsung berdampak positif. Menit ke-23 sesi kedua, ia melesat dengan selisih 0,3 detik lebih cepat dari catatan sebelumnya. "Kami fokus pada stabilitas saat masuk tikungan. Veda menunjukkan progres luar biasa," ujar seorang engineer tim yang enggan disebut namanya.

Adaptasi Cepat di Kelas Moto3

Naik ke Moto3 berarti Veda harus berhadapan dengan motor 250cc empat tak yang jauh lebih ringan dan agresif dibandingkan kelas sebelumnya. Formasi starting XI tidak berlaku di balap motor, tetapi strategi tim dalam memilih rasio gear dan pemetaan elektronik menjadi kunci. Veda tercatat menggunakan tiga kombinasi rasio berbeda selama tes, dan hasilnya ia mampu mempertahankan kecepatan rata-rata 158 km/jam di lintasan sepanjang 4,4 km tersebut. Tidak ada kartu kuning atau insiden offside dalam sesi ini, tetapi ia sempat keluar dari garis lintasan dua kali saat mencari batas pengereman.

"Veda punya insting balap yang jarang dimiliki pembalap muda. Tes ini bukan tentang hasil, tapi tentang membangun kepercayaan diri," kata pelatih kepala Honda Team Asia dalam sesi jumpa pers.

Kemampuannya membaca kondisi trek juga mencuri perhatian. Saat suhu aspal naik ke 42 derajat Celsius pada sesi siang, Veda justru mencatatkan laju terbaiknya. Ia mengaku belajar banyak dari para pembalap senior, terutama soal manajemen ban belakang yang menjadi faktor krusial di Moto3. Data menunjukkan degradasi ban belakangnya hanya 12 persen setelah 15 lap beruntun, angka yang tergolong efisien untuk pembalap debutan.

Persaingan Moto3 2026 Semakin Panas

Dengan masuknya Veda ke Honda Team Asia, komposisi peta kekuatan Moto3 musim depan diprediksi berubah. Ia akan bersaing dengan pembalap-pembalap muda lain yang juga menjalani tes pramusim di Jerez. Meski belum ada balapan resmi, sinyal dari tes ini cukup jelas: Veda bukan sekadar pelengkap. Ia datang dengan modal kecepatan, konsistensi, dan mental yang teruji.

Manajer tim menyebutkan bahwa target awal musim ini adalah finis di 10 besar secara reguler dan merebut poin di setiap seri. Jika performa di Jerez bisa direplikasi saat balapan sesungguhnya, bukan tidak mungkin Veda menjadi kuda hitam perebutan gelar rookie of the year. Sesi tes berikutnya di Portugal akan menjadi ujian berikutnya, terutama untuk mengasah kemampuan kualifikasi dan manajemen balapan jarak penuh.

Bagi penggemar balap Indonesia, kehadiran Veda di Moto3 2026 memberikan harapan baru. Ia bukan hanya membawa nama bangsa, tetapi juga menunjukkan bahwa pembalap Tanah Air mampu bersaing di level dunia dengan kerja keras dan data yang tepat. Jerez hanyalah awal, tetapi dari sana, langkah menuju grid Moto3 sesungguhnya sudah dimulai.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User