Veda Ega Pratama Cetak Poin Penting di Moto3 Inggris 2026
Bendera kotak-kotak akhirnya berkibar di Sirkuit Silverstone, dan Veda Ega Pratama menuntaskan misinya dengan manis. Pembalap muda Indonesia itu finis di posisi kesembilan pada Moto3 Inggris 2026, Min...
Bendera kotak-kotak akhirnya berkibar di Sirkuit Silverstone, dan Veda Ega Pratama menuntaskan misinya dengan manis. Pembalap muda Indonesia itu finis di posisi kesembilan pada Moto3 Inggris 2026, Minggu waktu setempat, setelah bertarung habis-habisan selama 17 lap di sirkuit sepanjang 5,9 kilometer tersebut. Start dari grid ke-14, Veda memangkas lima posisi dan membawa pulang tujuh poin berharga — raihan yang langsung mendapat apresiasi tinggi dari manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama.
Hasil ini terasa istimewa karena Veda sempat tertahan di barisan tengah pada lap-lap awal. Namun kesabaran dan manajemen ban yang matang membuatnya mampu menembus grup kedua dan finis hanya 4,8 detik di belakang pemenang balapan. Bagi tim yang tengah membangun proyek jangka panjang, ini sinyal yang sangat positif.
Jalannya Balapan: Perjuangan dari Barisan Tengah
Lampu start padam, dan Veda langsung menunjukkan reaksi apik. Lap pertama, ia naik dua tingkat ke posisi 12 setelah menyalip dua rival di Tikungan Copse. Sektor cepat Maggotts dan Becketts menjadi panggungnya pada lap ketiga — sebuah manuver berani di sisi dalam membuatnya menembus 11 besar dan bergabung dengan grup pertarungan utama.
Memasuki lap keenam, Veda terlibat duel sengit dalam grup berisi enam pembalap yang memperebutkan posisi delapan. Slipstream di Hangar Straight dimanfaatkannya dengan cerdas. Lap kesembilan, ia melakukan overtake krusial di Brooklands, lalu bertahan dari serangan balik di Luffield. Catatan waktunya stabil di kisaran 2 menit 11 detik — konsistensi yang menjadi kunci di sisa balapan.
Tiga lap terakhir menjadi ujian mental. Veda sempat turun ke posisi sepuluh pada lap 15, tetapi serangan di Tikungan Vale pada lap pamungkas mengamankan posisi sembilan hingga garis finis. Selisihnya dengan pembalap di depan hanya 0,3 detik — bukti bahwa pertarungan berjalan ketat hingga meter terakhir.
Statistik di Balik Poin Penting Veda
Angka-angka menunjukkan betapa solidnya penampilan sang pembalap muda. Veda mencatatkan lap tercepat 2 menit 11,4 detik, hanya 0,6 detik lebih lambat dari fastest lap balapan. Total sembilan overtake ia lakukan sepanjang race — salah satu yang terbanyak di seluruh grid. Kecepatan puncaknya menyentuh 233 km/jam saat meluncur di Hangar Straight.
Yang paling impresif adalah konsistensinya: 14 dari 17 lap dibukukan dengan selisih waktu di bawah 0,4 detik antarlap. Bagi pembalap yang musim lalu masih berkutat di barisan belakang, ini adalah lompatan besar. Tambahan tujuh poin membuat Veda kini mengoleksi 41 poin dan naik ke posisi 13 klasemen sementara Moto3 2026, memangkas jarak dengan rombongan sepuluh besar.
Apresiasi Langsung dari Hiroshi Aoyama
Manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, tak bisa menyembunyikan kepuasannya. Mantan pembalap Grand Prix itu menilai Veda menunjukkan kedewasaan yang jauh melampaui usianya, terutama dalam membaca jalannya balapan dan mengatur ritme di tengah tekanan grup besar.
"Veda membalap dengan kepala dingin. Dia tidak panik saat tertahan di tengah, mengatur ritme, dan menyerang di momen yang tepat. Ini performa yang kami harapkan, dan dia menjawabnya di lintasan," ujar Aoyama usai balapan.
Aoyama juga menyoroti kemampuan Veda menjaga kondisi ban di akhir race — aspek yang menurutnya membedakan pembalap bagus dan pembalap hebat. Dukungan penuh tim, tambahnya, akan terus diberikan agar sang pembalap bisa menembus barisan depan secara reguler musim ini.
Menatap Seri Berikutnya
Dengan momentum ini, Veda dan Honda Team Asia mengalihkan fokus ke seri berikutnya di Red Bull Ring, Austria. Karakter lintasan stop-and-go di Spielberg dinilai cocok dengan gaya balap Veda yang agresif saat pengereman dan berani dalam duel satu lawan satu.
Targetnya jelas: menembus delapan besar dan terus mengumpulkan poin demi menembus sepuluh besar klasemen. Jika konsistensi seperti di Silverstone terus terjaga, bukan tidak mungkin podium perdana tinggal menunggu waktu. Satu hal yang pasti — Indonesia punya alasan kuat untuk terus memantau perjalanan Veda Ega Pratama di pentas Moto3 2026.
Comments (0)