Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026, PSSI Soroti Absennya 14 Pemain
Skor akhir 1-1 kontra Malaysia pada laga pamungkas Grup B menjadi penutup pahit perjalanan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026. Tambahan satu poin itu tak cukup menyelamatkan skuad Garuda yang akhirnya...
Skor akhir 1-1 kontra Malaysia pada laga pamungkas Grup B menjadi penutup pahit perjalanan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026. Tambahan satu poin itu tak cukup menyelamatkan skuad Garuda yang akhirnya finis di peringkat ketiga klasemen, sekaligus memastikan langkah mereka terhenti sebelum semifinal — sebuah hasil yang diakui PSSI benar-benar di luar dugaan.
Bermain di hadapan puluhan ribu suporter, Merah Putih sebenarnya tampil dominan dengan penguasaan bola mencapai 58 persen serta melepaskan 14 tembakan, enam di antaranya shots on target. Namun, statistik impresif itu tak berbanding lurus dengan angka di papan skor.
Jalannya Laga Penentuan
Malaysia justru membuka keunggulan lebih dulu. Menit ke-34, serangan balik cepat dari sisi kiri diakhiri umpan silang mendatar yang disambar penyerang Harimau Malaya menjadi gol — 1-0 untuk tim lawan. Gol itu memaksa Indonesia menaikkan intensitas serangan sepanjang sisa babak pertama.
Drama sempat terjadi di menit ke-52 ketika wasit meninjau layar VAR menyusul dugaan handsball di kotak penalti Malaysia. Setelah hampir tiga menit peninjauan, wasit memutuskan tak ada penalti — keputusan yang disambut sorakan kecewa tribun. Dua kartu kuning juga dikeluarkan wasit di babak kedua akibat duel-duel keras di lini tengah.
Perubahan formasi dari 4-3-3 menjadi 3-4-3 di babak kedua akhirnya membuahkan hasil. Menit ke-67, gelandang serang Indonesia melepaskan umpan terobosan yang diselesaikan sang striker lewat tendangan keras ke sudut gawang — skor 1-1. Itu tercatat sebagai assist kedua sang gelandang di turnamen ini. Sayangnya, gol kemenangan yang dibutuhkan Garuda tak kunjung datang. Dua peluang emas di menit ke-78 dan menit ke-85 masih membentur tiang dan ditepis kiper lawan.
Dengan hasil ini, Indonesia menutup fase grup dengan koleksi lima poin dari empat laga — satu kemenangan, dua hasil imbang, dan satu kekalahan — tertinggal dua angka dari Malaysia serta Thailand yang melaju ke empat besar.
Badai Absensi: 14 Pemain Jadi Sorotan
PSSI menyoroti satu faktor krusial di balik kegagalan ini: absennya 14 pemain yang seharusnya menjadi tulang punggung tim. Mayoritas adalah pemain diaspora yang berkarier di Eropa dan tidak dilepas klubnya karena jadwal turnamen berada di luar kalender resmi FIFA, sementara sisanya menepi akibat cedera yang diderita jelang turnamen bergulir.
Dampaknya terlihat jelas di atas lapangan. Lini belakang kehilangan duet bek tengah andalan, lini tengah kekurangan opsi pengatur tempo, dan kedalaman skuad menipis saat jadwal padat fase grup memaksa rotasi besar-besaran. Pelatih terpaksa memanggil banyak wajah muda dari kompetisi domestik, beberapa bahkan mencatatkan caps perdana di panggung sebesar ini.
Situasi tersebut membuat starting XI Indonesia nyaris berubah total dibanding komposisi terbaik yang biasa diturunkan di kualifikasi Piala Dunia. Koordinasi antarlini yang belum padu tampak menjadi masalah berulang, terutama saat transisi bertahan ke menyerang.
"Kami jujur terkejut dengan hasil ini. Target kami jelas menembus semifinal, bahkan melangkah lebih jauh. Namun kami juga harus realistis, ada 14 pemain yang tidak bisa bergabung dan itu sangat memengaruhi keseimbangan tim," ujar perwakilan PSSI dalam keterangannya.
Evaluasi Menyeluruh Menanti PSSI
PSSI memastikan akan melakukan evaluasi total, mulai dari kinerja tim pelatih, program persiapan, hingga komunikasi dengan klub-klub luar negeri agar krisis absensi serupa tidak terulang di masa mendatang. Nasib sang pelatih kepala kini berada dalam sorotan tajam, meski federasi belum mengambil keputusan resmi terkait masa depannya.
Bagi publik sepak bola nasional, kegagalan ini terasa makin menyakitkan mengingat ekspektasi yang sempat membumbung usai rentetan hasil positif di ajang kualifikasi Piala Dunia. Kini fokus Garuda beralih ke agenda berikutnya, dengan satu pekerjaan rumah besar: memastikan 14 nama yang absen kali ini benar-benar berdiri di starting XI saat tim paling membutuhkan mereka.
Comments (0)