Veda Ega Finis Keenam di Mandalika 2026, Sebut Paling Istimewa

LOMBOK, Beritainti — Veda Ega Pratama menutup balapan Pertamina Moto3 Mandalika 2026 dengan finis di posisi keenam. Hasil itu menjadi catatan terbaik pembalap muda Indonesia itu di ajang kelas ringa...

Oct 13, 2026 - 19:29
0 0
Veda Ega Finis Keenam di Mandalika 2026, Sebut Paling Istimewa

LOMBOK, Beritainti — Veda Ega Pratama menutup balapan Pertamina Moto3 Mandalika 2026 dengan finis di posisi keenam. Hasil itu menjadi catatan terbaik pembalap muda Indonesia itu di ajang kelas ringan, sekaligus menyegel statusnya sebagai salah satu nama masa depan yang layak diperhitungkan di panggung dunia.

Balapan berlangsung sengit sejak lampu start menyala. Veda yang memulai lomba dari barisan ketiga langsung tancap gas di dua tikungan pertama, memanfaatkan celah di sisi dalam untuk merangsek naik. Menit ke-4, ia sudah berada di urutan ketujuh dan mulai menempel ketat rombongan depan. Pada menit ke-11, pembalap muda itu melepaskan tendangan lurus di trek lurus utama, menyalip dua rival sekaligus dan menduduki posisi kelima.

Memasuki paruh kedua balapan, Veda sempat turun ke peringkat ketujuh setelah terlibat pertarungan ketat di tikungan 10. Namun ia kembali bangkit. Menit ke-17, ia mencatatkan waktu putaran tercepat pribadinya, 1 menit 34,2 detik, yang membuatnya kembali ke posisi enam. Posisi itu bertahan hingga bendera finis dikibarkan. Skor akhir: Veda finis keenam dengan torehan poin penting bagi klasemen pembalap.

Dominasi di Sektor Ketiga, Penguasaan Bola di Trek Lurus

Secara statistik, Veda tampil cukup efisien. Shots on target-nya, dalam konteks Moto3 lebih tepat disebut sebagai jumlah peluang salip sukses, tercatat empat kali dari lima percobaan. Ia juga menjadi salah satu pembalap dengan konsistensi tinggi di sektor ketiga sirkuit, di mana ia rutin mencatatkan waktu putaran di bawah rata-rata rival-rival di rombongan depan.

Formasi aerodinamis yang dipakai timnya membuat motor Veda mampu melesat di trek lurus. Ini terlihat dari data kecepatan puncak yang menyentuh 218 km/jam, bersaing ketat dengan para pembalap terdepan. Meski demikian, ia masih tertinggal dalam hal penguasaan posisi di tikungan tajam, terutama tikungan 1 dan tikungan 16 yang menjadi titik rawan insiden.

“Saya sangat senang dengan hasil ini. Dukungan penggemar Indonesia luar biasa, terutama di sektor-sektor tribun,” ujar Veda usai balapan. “Ini menjadi motivasi besar untuk balapan-balapan berikutnya.”

Dukungan Suporter Jadi Faktor Kunci

Faktor non-teknis juga berperan besar. Sepanjang balapan, tribun Sirkuit Mandalika dipenuhi suporter yang membawa atribut merah putih. Veda mengaku atmosfer itu memberinya dorongan ekstra, terutama saat harus bertarung di rombongan tengah yang padat. Beberapa kali ia terlihat mengacungkan tangan ke arah tribun setelah melewati rival, disambut sorakan penonton.

Dari sisi teknis, Veda sebenarnya sempat mengalami kendala pada bagian depan motornya di awal balapan. Ia mengaku sempat kehilangan sedikit cengkeraman di tikungan kanan. Namun berkat penyesuaian setelan suspensi yang cepat dilakukan tim di pit, masalah itu bisa diatasi dan ia kembali kompetitif.

Hasil ini juga memperbaiki posisinya di klasemen pembalap. Meski belum menembus podium, finis keenam menjadi modal berharga untuk menghadapi seri-seri berikutnya, terutama balapan kandang di Eropa yang biasanya lebih dingin dan menuntut adaptasi ban berbeda.

Pelajaran Penting Menuju Seri Berikutnya

Bagi Veda, balapan di Mandalika 2026 menjadi ajang pembelajaran. Ia mencatat beberapa hal yang perlu diperbaiki, termasuk manajemen ban di sepuluh putaran terakhir dan pengambilan garis di tikungan lambat. Dengan pembalap-pembalap muda yang makin kompetitif, konsistensi menjadi kunci untuk bisa bersaing di podium.

Secara keseluruhan, Pertamina Moto3 Mandalika 2026 menegaskan bahwa Veda Ega Pratama bukan sekadar pembalap tuan rumah yang ikut meramaikan. Ia adalah kompetitor serius. Finis keenam, dengan catatan waktu putaran kompetitif dan beberapa kali aksi salip, menjadi sinyal bahwa ia siap naik level di balapan-balapan mendatang.

Dukungan suporter, setelan motor yang tepat, dan mental bertanding yang matang menjadi tiga pilar yang membuat hasil ini terasa istimewa. Jika mampu mempertahankan tren positif, bukan tidak mungkin podium pertama di kelas Moto3 akan segera menghampiri pembalap muda Indonesia ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User